Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
permintaan


__ADS_3

.


.


Al mendengarkan perdebatan anggota Kru Drama yang meributkan artis action nya..


Bora juga ikut menelfon para artis kenalannya untuk bisa beradegan action tapi mendengar bagaimana naskahnya mereka memilih mundur tak ada yang berani menerima tawaran itu..


"gaji Artis action kali ini sangat besar karna sesuai dengan adegannya yang berbahaya tapi kenapa tidak ada yang mau menerimanya hah...?? " marah Agra


"karna adegannya sangat berbahaya Sutradara. ! "


"Bagian Epilog ini apa bisa dihilangkan Sutradara..? "


"apa kamu gila...?? bagian ending setiap drama itu selalu ada bagian epilognya.. kalau nggak ada, apa bagusnya..?? jangan berdebat lagi cari artis yang bisa melakukan action ku kali ini.. kalau perlu tawarkan gaji besar. " geram Agra lagi..


mereka mengangguk patuh walau tak bisa apa-apa kali ini naskah epilog nya memang sangat berbahaya bagi kalangan artis..


Al tak tertarik untuk ikut campur perdebatan mereka jadi hanya sibuk memainkan ponselnya. Bora tak sengaja melihat Al yang sangat acuh dengan situasi..


"apa dia mau jadi aktor action ya..?? " batin Bora tampak ragu.


Bora membaca naskah Epilog nya tadi ia yakin tidak terlalu berat bagi Al karna Bora pernah merasakannya secara langsung saat Al begitu berani menantang jalan Longsor padahal saat itu bora lah yang ketakutan karna menurutnya lebih mengerikan dari pada naskah Epilog nya..


Agra melihat Bora yang sedang menatap Al dan segera mendekati Bora seperti tau saja pikiran Bora..


"Sutradara...!! " sapa Bora..


"apa kamu bisa membujuk Al untuk bisa beradegan action kali ini...?? " tanya Agra serius.


Bora melebarkan matanya dari mana Agra tau Al bisa melakukan adegan berbahaya..


"Al pernah menolong Kuncoro penulis naskah drama kita.. bagian Epilog ini kisah nyata yang dia alami saat Al menolongnya.. aku yakin dia bisa melakukannya !! " jelas Agra yang tau penasaran Bora..


"tapi sutradara dia tidak tertarik untuk syuting..!! " selah Bora dengan ragu-ragu menatap Al yang sedang memainkan ponselnya.


Agra terus membujuk Bora,, "aku rasa dia tertarik padamu bora.. ku mohon katakan padanya.. !!"


"hah..?? tertarik pada Bora Sutradara..?? " tanya Bora dengan kaget.


"apalagi..? biasa nya Al akan langsung pergi setelah mengantarkan burger ke kita sekarang dia menunggu kita dan aku melihatnya memandangmu terus." jawab Agra lagi..


"apa terlihat jelas kalau Al memang menungguku..? tapi bagaimana cara mengatakannya..? nanti kalau Al nolak bagaimana..? " batin Bora dengan gelisah.


Agra terus membujuk Bora,


"baiklah sutradara.. Bora akan coba berbicara padanya..!! " ujar Bora dengan pelan..


Agra tersenyum lega, Bora tersenyum canggung melihat itu. Agra seperti begitu yakin kalau dirinya bisa membujuk Al..

__ADS_1


Bora berjalan mendekati Al,, "Al...? "


"hmm...?? " sahut Al langsung menyimpan ponselnya dan menatap lembut ke Bora..


"apa aku boleh minta bantuanmu...?? " tanya Bora dengan memelas.


Al menaikkan alisnya sebelah. Bora melihat situasi dan menarik lengan Al membawanya pergi dari situ.


Agra berharap Al mau menuruti permintaan Bora, Agra tau bagaimana Al tertarik pada Bora, sebagai seorang sutradara dia tau ada sesuatu diantara Bora dan Al dari cara mereka saling menatap sudah berbeda tapi tentu Agra tak bisa memberi tau siapapun bagaimana pun ia mengerti Privasi setiap artis..


Kara yang melihat itu segera mengikuti Bora,


"ayo masuk...!! " pinta Bora dengan serius..


Al pun masuk ke mobil Bora dengan bingung,


"Bora apa yang kamu lakukan..?? " tanya Kara dengan serius


"aku ingin membicarakan hal penting dengannya.. kamu diam saja disini.. !!" jawab Bora dengan serius..


Kara tak bisa apa-apa. Bora terlihat serius setelah berbicara dengan Sutradara Agra..


"apa yang mereka bicarakan.? apa hubungannya dengan tuan burger tampan itu..?? " batin Kara penasaran.


Bora pun masuk ke mobilnya dan mengunci mobilnya. Bora menutup tirai mobilnya..


"apa aku boleh minta bantuanmu..?" tanya Bora memelas..


Al menghadapkan tubuhnya ke Bora dan mengangguk pelan


"apa kamu mau aku jadi aktor action itu...?? " tanya Al langsung mengerti.


Bora melebarkan matanya bagaimana bisa setiap orang bisa tau isi pikirannya. apa ada tulisan diwajah cantiknya? hingga mereka yang menatap Bora langsung tau isi kepala Bora..


"Ak.. aku. begini Al.. aku sudah berusaha mencari artis action nya.. aku baca epilog drama nya dan itu nggak terlalu bahaya ketimbang kamu melawan jalan longsor itu..? "


"aku tau kamu nggak mau jadi terkenal.. tapi bisakah kamu lakukan demi diriku..? mungkin kamu mau sesuatu dariku.. aku tau kamu tidak tertarik dengan gaji besarnya.. kalau kamu mau jadi kaya pasti sejak dulu kamu menerima kesempatan masuk dunia entertainment... !!"


Bora makin takut saja Al tersinggung..


"kenapa diam aja..?? apa kamu marah..?? " tanya Bora dengan hati-hati..


"kenapa aku harus menghasilkan uang banyak jika aku sudah berpenghasilan lebih dengan hasil burgerku saat ini...? mungkin tidak sebanyak dirimu sayang tapi aku puas karna aku tidak harus berwajah manis.. kamu tau sendiri kan aku nggak bisa memaksakan diri untuk tersenyum.. "


Bora tersenyum,, "aku tau.. itu sebabnya aku meminta mu jadi aktor action dalam dramaku.. jadi saat beradegan action kamu nggak perlu bertingkah manis... anggap saja aku mengenalkanmu ke publik sebagai kekasihku..!! "


Al mengulum senyum manisnya,, "aku terima tapi dengan satu syarat...!! "


"apa...?? " tanya Bora bersemangat..

__ADS_1


"kamu harus menikah denganku..! " jawab Al..


Bora terdiam sesaat lalu tersenyum cerah. Bora langsung memeluk Al dengan tawa senangnya...


"baiklah.. jangan lupa mawar merah dan cincin pernikahannya...!! " pinta Bora dengan girang.


Al mengangguk membalas pelukan Bora..


Bora melepaskan pelukannya,, "kenapa kamu nggak menciumku...?? "


Al terkekeh,, "aku nggak mau merusak make up mu sayang...!! "


Bora memukul kesal dada bidang Al yang mengejek make up nya. memang saat ini Bora memakai lipstik berwarna merah tapi memang karna adegan syutingnya kali ini memakai lipstik warna merah bukan karna Bora suka lipstik warna merah.


Al malah tergelak melihat wajah menggemaskan Bora.


"baiklah.. aku akan melahap bibirmu sekarang...! "


"jangan....!! " pekik Bora


Al tertawa lagi, Bora melihat arah lain dengan wajah merahnya yang malu..


"ayo keluar....!! "


Kara pun lega saat Bora dan Al keluar dari mobil. kara jadi tau bora tidak diapa-apain sama Al sebab make up Bora tetap utuh..


.


.


"bagaimana Bora..?? " tanya Agra cemas-cemas penasaran.


"dia menerima nya sutradara." jawab Bora tersenyum cerah..


Agra ber Yes ria,, "semoga kekasihmu dikenal didunia ya." bisik Agra


Bora membelalakkan matanya dengan kaget saat Agra tau kalau Al adalah kekasihnya..


"kamu sangat hebat Bora.. bisa mendapatkan pacar sepertinya yang sangat mematuhimu melupakan egonya." puji Agra dengan bangga tapi suara pelan..


Bora tersenyum canggung.


"kita sudah menemukan aktor actionnya.. persiapkan semuanya. " teriak Agra semangat..


semua Kru drama akhirnya menghela nafas lega. mereka akhirnya terlepas dari situasi kacau ini tapi mereka juga penasaran siapa Aktor yang berani mengambil peran ini. bahkan artis action mereka saja rela melukai diri supaya bisa mundur dari drama ini..


.


.

__ADS_1


__ADS_2