Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
mata-mata?


__ADS_3

"enak...?? " tanya Al mengusap beberapa puding yang menempel di pipi Bora.


Bora menyeringai lebar dan mengangguk semangat..


"mau yang mana lagi..?? " tanya Al..


"yang warna merah, Coklat...!! " jawab Bora antusias..


Al tentu dengan senang hati mengambilkannya untuk Bora. melihat bora makan banyak sudah membuat Al bahagia..


"kamu ngasih hadiah apa ke mereka Hubby..? " tanya Bora dengan mulut penuhnya.


"satu kotak perhiasan limited haris paris...!! " jawab Al..


Bora mengangguk mengerti,, "kapan kamu bisa mulai bekerja sama dengan haris paris Hubby...?? " tanya Bora penasaran.


"kamu mungkin nggak percaya sayang.. akulah pelanggan pertamanya. !!" jawab Al dengan senyum miringnya..


Bora melebarkan matanya,, "kamu yang pertama...?? "


"ya...!! " jawab Al.


"Kok bisa...? " tanya Bora tak percaya..


"saat itu aku masih berusia 18 tahun. disaat semua orang nggak ada yang mau memakai bajunya, aku memakai baju nya dan jadi modelnya tanpa dibayar. aku merasa dia sangat berpotensi, baju nya sangat unik dan elegan hanya orang bermata jeli sepertiku lah yang tau kelebihannya itu...!! " jelas Al..


Bora berdecak kagum,, "kamulah awal puncak karirnya begitu..? "


"ya..... aku jadi modelnya beberapa bulan sampai dia berhasil dan memberiku upah beberapa ratus dolar hingga aku bisa membangun perusahaan kecil di negara A sampai berkembang pesat seperti saat ini. " Al berkata sambil menyuapi Bora yang tengah serius mendengarkannya.


"jadi pengawalmu punya baju haris paris karna mu..?? " tanya Bora penasaran..


Al mengulum senyum manisnya,, "bukan aku sayang.. tapi haris paris itu sendiri yang mengukur badan para anggota the Lion, dia langsung terbang naik pesawat ke negara kita saat aku bilang pesan baju untukku menghadiri acara Awards.. !"


"jadi kamu udah rencanain bakal datang ke Acara Awards...? " tanya Bora sudah persis seperti wartawan saja..


"tentu saja sayang.. bukankah aku sudah berjanji denganmu.. sebenarnya aku ingin memesankan gaun untukmu tapi aku ingat kamu sudah dibuatkan gaun oleh desaigner Kejora .. ya begitulah." jawab Al..


Bora tersenyum cerah,, "kamu sangat menakjubkan hubby..!! " puji Bora dengan tulus..


"hemmm...? " Al menatap bola mata Bora.


melihat Bora yang tersenyum manis pun. Al ikut tersenyum lebar,, "apa itu pujianmu sayang...?? " gemas Al mengusap pipi Bora dengan sayangnya lalu menyibakkan rambut Bora dibalik daun telinganya.


"tentu saja.. itu pujian dari bibir manisku...!! " jawab Bora dengan senyum manisnya..


Al yang gemas mencubit pipi Bora lalu hendak mencium bora tapi mendengar teriakan histeris wanita, Bora memutar wajahnya kesamping hingga bibir Al mendarat di pipi Bora..


"kenapa kamu melakukannya di depan umum hubby...?

__ADS_1


mereka melihat kita...!! " keluh Bora dengan pipi memerah.


"ayo kita pulang...!! " ajak Al


"Al... Aku masih mau makan puding nya..!! " rengek Bora..


"baiklah.. aku harus bersabar. " pasrah Al


Bora tersenyum cerah lalu melahap puding di tangan Al..


hasrat Al tadi yang memuncak sekarang menurun drastis melihat lahapnya Bora makan puding.


"aku jadi pengen ayam geprek mu Hubby.. !!" racau Bora..


"kalau begitu kita harus pulang..!! aku akan memasakkannya untukmu..!! " ajak Al bersemangat..


Bora tampak berpikir akhirnya mengangguk setuju, Al bersorak senang dalam hati..


Bora di bantu Al berjalan tapi mulut bora masih penuh dengan puding, masih sempatnya Bora membawa 2 puding di tangan kanan dan kirinya hingga para tamu undangan gemas sendiri melihat kelakuan bumil yang satu itu..


"maaf nyonya.. tuan muda.. apa nyonya suka dengan puding buatan saya..?? " tanya seorang wanita paruh baya yang bekerja sebagai Koki panggilan..


mulut Bora yang penuh tapi mata Bora berbinar ke arah wanita itu..


"siapa namamu...?? " tanya Al..


"nama saya Rimi tuan...!! " jawab bu Rimi dengan sopan..


"suatu kehormatan bagi saya tuan. " jawab bu Rimi dengan hormat..


"ayo sayang. " ajak Al menarik pinggang Bora..


Bora menelan pudingnya dengan semangat,, "terimakasih bu.. saya sangat suka terutama rasa delimanya. " teriak Bora yang sudah di bawa Al dengan tak sabar keluar pesta..


Bu Rimi tersenyum lebar..


"maaf.. saya asisten tuan Al.. berikan kartu nama anda bu ..!! " selah Fito tiba-tiba..


Bu Rimi tentu menyerahkan kartu namanya. setelah itu Fito berlari menyusul tuan dan nyonya nya..


.


.


"bagaimana dapat...?? " tanya Al..


Fito menyerahkan kartu nama bu Rimi, Bora merampasnya dengan mata berbinar senang seperti anak kecil yang bahagia diberi mainan baru oleh orangtua nya..


"selidiki latar belakang wanita itu.. jangan sampai dia orang bayaran musuhku.!! " tegas Al..

__ADS_1


"baik boss.." jawab Fito


Bora mengerjabkan matanya mendengar kata musuh..


"kamu ada musuh Al...? " tanya Bora dengan serius.


"ya sayang.. inilah konsekuensinya kalau aku sudah


terekspos...!! " jawab Al tak kalah serius..


"aku harap kamu mengerti kalau aku sangat pemilih dalam mempekerjakan pelayan yang akan masuk ke mansion kita...!! " tutur Al dengan lembut..


Bora tersenyum tipis,, "maafkan aku hubby. gara-gara aku kamu jadi di datangi musuh.. !!"


Al menggeleng kepalanya,, "berjanjilah kamu akan selalu berhati-hati saat ada makanan di depanmu...!! "


"apa menurutmu ada mata-mata di mansion kita..?? " tanya Bora tak nyambung..


Al dan Fito saling pandang,, "maafkan aku sayang.. aku lalai dalam menyeleksi pelayan di mansionku.!! "


"jadi benar ada mata-mata...? itu sebabnya kamu menyuruh baby menjaga Raja..?? " tanya Bora tak percaya situasinya..


Al menundukkan wajahnya...


"tapi bagaimana kamu bisa tau ada mata-mata di mansion kita Al...?? " tanya Bora penasaran..


"itu tidak penting sayang yang pasti aku sudah mengancam seluruh pelayan kita.. aku yakin dia nggak akan bertindak beberapa minggu ini...!! aku sudah pasang jebakan untuk mereka...!! "


"mata-matanya nggak cuma satu...? " tebak Bora terbelalak..


Al tak tau mau berkata apa..


"baiklah hubby.. aku mengerti lain kali aku akan hati-hati...!! " kata-kata Bora membuat Al sedikit terhibur.


"maafkan aku malah membuatmu takut sayang...!" ucap Al merangkul bahu bora dan menciumi puncak kepala Bora..


"nggak apa Al.. aku tau ini hanya bentuk perlindunganmu supaya aku lebih hati-hati...!! " jawab Bora dengan senyum manisnya..


sebenarnya Bora tak menyadari ada mata-mata di mansionnya. tapi kalau diingat-ingat lagi memang tak heran lagi ada mata-mata di mansionnya..


beberapa kali Bora sempat celaka, begitu juga Raja. beruntung mereka punya Baby dan Fito yang selalu menjaga Raja. Baby selalu menjaga Bora dengan 2 pengawal lainnya, bernama Yina dan Yona


saudara kembar..


Bahkan Yina pernah terluka menolong Bora yang hampir terkena terpaan kardus-kardus berisi yang cukup berat..


tapi bodohnya Bora tak menyadari itu ulah mata-mata, Bora berpikir mata-mata hanya ada di film dan drama aja..


.

__ADS_1


.


__ADS_2