
Kini keluarga kecil Al sudah tiba di bandara Paris..
"kita kemana Al...?? " tanya Bora
"kita ke hotel...!! " jawab Al..
Bora pun mengangguk setuju,
setibanya di hotel Bora menunggu Al di lobi menyelesaikan masalah kamar mereka. Raja mengekori papanya, bora terlalu malas untuk berdiri jadi dia izin duduk di sofa..
"udah Al...?? " tanya Bora
"iya... apa kamu mau ikut ke kamar sayang...? sebelum kita makan diluar..? " tanya Al mengelus kepala Bora..
"nggak mau.... kamu aja Al sama Raja.. aku nunggu disini aja ya.? jangan lama-lama...!! " tolak Bora malas bolak-balik..
"nanti kamu di garain pria sayang...!! " bujuk Al berusaha membuat bora juga masuk ke kamar mereka..
"nggak mau.. aku terlalu lapar saat ini...!! " tolak Bora dengan kekeuh...
Al pun tersenyum kecut,, "ya sudah.. tunggu disini ya...! jangan kemana-mana..! " pasrah Al..
Bora menyeringai lebar dan mengangguk pelan. .
Raja diam saja melihat perdebatan mama dan papanya. ia ikut dengan papanya karna tak sabar melihat kamarnya, Al menyewa 2 kamar tetanggaan..
Raja nggak mau tidur bersama kedua orangtuanya,
ia menginginkan seorang adik jadi harus membuat kedua orangtuanya selalu berdua sesuai ajaran Bagas...
Bora melepaskan topi, kacamata dan maskernya ia merasa negara ini aman tak akan mengenalnya..
"huuuffft... senang banget nggak dikenali orang...!! " Bora meregangkan jemari-jemari cantiknya yang terasa pegal karna perjalanan pesawat..
"Dewi debora...?? " tebak seorang pria yang memakai baju berjas mahal..
Bora terlonjak kaget ada yang mengenalinya, ia mendongak dan mengerjab-ngerjab menggemaskan seperti seorang anak kecil yang ketangkap basah mencuri sesuatu oleh mamanya.
asisten pria itu terbelalak melihat bossnya tengah tersenyum gemas ke arah Bora..
"apa yang kau lakukan disini Dewi Bora...?? " tanya pria itu menahan rasa gemasnya ingin mencubit pipi Bora..
Bora menengok ke kiri dan kekanan,, "jangan panggil dewi.. panggil Bora aja...!! " bisik Bora..
"baiklah.. apa yang kau lakukan di negara ini Bora..?? apa kau punya pemotretan khusus..? " tanya Pria itu berjongkok di depan Bora..
asisten pria itu makin syok melihatnya, bagaimana bisa boss nya yang galak merendahkan diri di depan Bora...
__ADS_1
"aah, aku disini liburan.! apa kamu orang indonesia..? " jawab Bora juga bertanya ragu-ragu.
pria itu tertawa terbahak-bahak sudah pasti asistennya kalang kabut memegang jantungnya yang terasa mau copot dari tempatnya..
"kenapa kau tertawa? aku bertanya dengan serius...!! " tanya Bora dengan kesal..
"pertanyaanmu konyol sekali bora.. bukankah sudah pasti aku memang orang indonesia.. kalau bukan WNI aku pasti menggunakan bahasa asing berbicara denganmu...!! " jawab Pria itu menatap gemas mata bora yang tengah menatap kesal ke dirinya..
"lalu siapa kau..? kenapa mengenalku..?? " tanya bora
"siapa yang tidak mengenalmu bora..? aku hadir di acara desaigner Kejora malam itu.. mungkin kau tidak akan melihatku.. karna malam itu kamu tampil saat itu juga aku jadi fans dadakanmu...!! " jawab pria itu dengan jujur..
Bora tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya. Pria itu menyambutnya dengan senang hati..
"senang bertemu denganmu fans dadakanku...!! " sapa Bora dengan senyum ramahnya..
Pria itu tertawa lebar,, "kenalkan namaku Satria...!!"
"oh... halo Satria.. seperti nama pengusaha hotel di negaraku ya..!! " sapa Bora lalu bergumam sendiri..
satria terkekeh,, "benar sekali Bora.. Hotel Satria bintang 5 itu memang milikku..!! aku sedang bekerja sama dengan hotel ini.. kami berganti turis.. "
Bora pun sempat terkejut mendengarnya.. lalu tersenyum lebar.
"kenapa aku bertemu dengan orang-orang luar biasa...? " batin Bora menertawai dirinya sendiri..
"eheemmm..." deheman sang asisten Satria..
"apa pentingnya untukku..? kenapa aku merasa ini seperti acara temu dengan teman kencan..? " gerutu bora dalam hati tapi tetap ramah menyapa Nando..
"tuan.. kita harus rapat...!!" Nando memperingati..
Satria menghela nafas kasar,, "maaf ya... aku sibuk.. lain kali kita akan bertemu dan makan bersama bagaimana...?? "
Bora tersenyum masam ada yang salah disini, kenapa pria didepannya berlagak seperti teman kencannya..
"aku pergi dulu... jaga dirimu di negara orang...!! " Satria berdiri melepaskan syal di lehernya dan memasangkannya di leher Bora..
"wajahmu sampai berasap .. kenapa nggak pakai jaket...?? " tanya Satria dengan lembut memegang tangan Bora yang dingin..
Nando menganga lebar dengan mata melotot tak percaya menyaksikan betapa manisnya atasannya..
Bora melirik situasi beberapa pasang mata melihat mereka dengan gemas. Bora melepaskan tangannya dari tangan Satria..
"malu dilihat orang...!! " ujar bora dengan serius..
"baiklah.. aku benar-benar pergi.. jaga dirimu baik-baik...!! " Satria pun pasrah lalu mengusap pipi bora yang dingin..
__ADS_1
Bora tak tau harus bagaimana lagi ia gelisah melihat kiri kanan..
"kenapa pria ini belum pergi juga.. ? isssh... kenapa pegang-pegang coba..? ini namanya bukan fans..!! dia berani memegangku seolah aku pacarnya. !!" celoteh kesal bora dalam hati..
Bora ingin menolak tapi bisa apa makin panjang urusannya kalau Bora mengatakan dia disini bersama suaminya..
Satria pun berlalu dari tempat itu dengan senyum merekah diwajah tampannya. Nando memberi hormat pada bora sebagai tanda dirinya mengagumi Bora yang bisa menakhlukkan hati boss besarnya hanya dalam sekali melihat saja..
"aaah... syukurlah... apa Al belum juga turun..? aku kan lapar...!! " gumam-gumam Bora mengusap perut datarnya..
"kamu lapar ya sayang...? sabar ya..! papa mu belum juga turun...!! " oceh bora menatap perutnya sambil mengusap-ngusapnya lembut..
Bora tersenyum manis akhirnya melihat Al keluar dari lift bersama Raja dengan pakaian hangat mereka..
Al mengerutkan keningnya melihat syal di leher Bora..
bora langsung memeluk Al dengan manja..
"kenapa lama sekali..? aku udah lapar tingkat akut...!! " rengek Bora..
Raja tertawa cekikikan melihat tingkah mamanya yang begitu manja bahkan Al aja heran yang mana anaknya malah Raja yang bersikap dewasa dan Bora yang bersikap seperti anak-anak...
"Syal siapa ini sayang...?? " tanya Al memakaikan Bora jaket putih yang dia bawa tadi untuk Bora..
"ooh... Syal pemberian fans...! " jawab Bora dengan jujur tapi tak beritau fansnya pria...
"fans..?? " beo Al..
Bora mengangguk sekali..
"disini ada fansmu sayang...?? " tanya Al sekali lagi..
"eeeh... iya.. katanya dia ada urusan di negara ini
aku aja nggak tau. !" jawab Bora
Al ingin bertanya lagi tapi mendengar bunyi perut istrinya pun ia urungkan..
"pa.. jangan wawancarai mama.. kasihan perut buat nampung dedek bayi mama kelaparan...!! " tegur Raja
Al terkekeh.. Bora sedikit terkejut namun ia cepat merubah raut wajahnya dengan memelas seperti kucing manis..
Al pun luluh dan melupakan rasa penasarannya, ia tersenyum lembut dan merangkul pinggang kecil Bora membawanya makan tempatnya tepat di sebrang Hotel..
sebenarnya hotel mereka juga ada tempat makannya
tapi Bora ingin makan di situ ya harus Al turuti kemauan istrinya yang aneh bin ajaib itu..
__ADS_1
.
.