
.
.
"Al...?? " panggil Ghani yang entah sejak kapan sudah di samping Al..
"iya Pa...?? " sahut Al mendongakkan wajahnya yang terlihat menyedihkan..
"apa kau baik-baik aja...?? " tanya Ghani penasaran namun juga begitu khawatir..
Al mulai saja menangis saat ditanya dirinya baik-baik aja,,
"nggak pa.. aku nggak baik... kenapa harus mereka yang terluka pa...?? kenapa nggak aku...?? kenapa...?? " isak Al menutupi wajahnya dengan kedua tangannya..
"ini sudah takdir nak.. Laura dan Raja adalah orang yang kuat... mereka pasti bisa melewati semua penderitaan itu..! percayalah tidak selamanya musim hujan pasti ada waktunya hujan akan berhenti dan berganti musim.. kamu harus bisa mengoreksi diri.. anggap saja ini ujianmu atas penderitaan orang lain karna mu...,!!"
Al terdiam seketika, ia teringat kata-kata Bimo yang bilang kenapa tidak dia yang dibunuh..? kenapa harus keluarganya..?
selama ini Al digelapkan dengan dendam, ia benci dengan semua para pembunuh bayaran yang disewa oleh kerabat papanya jadi tanpa ampun Al membunuh mereka bahkan yang masih mengandung pun. bagaimana kejamnya Al yang benar-benar seperti Mafia saja..
"jadi ini hukum karma ku Pa...?? " tanya Al sudah berlinang air mata..
Ghani menghela nafas berat dan duduk disamping Al..
"kita hanya manusia biasa yang punya hati Al.. jika hati kita sudah tergores.. tak akan ada obatnya.. kita bisa seperti serigala buas yang menerkam kepala siapa saja..!! papa nggak tau apa masalahmu."
"tapi mendengar luka Raja yang terkena ledakan Bom bisa papa tebak orang itu benar-benar membencimu hingga tega membunuh keluargamu dengan bom tapi lihatlah. Tuhan masih berpihak padamu... dia masih melindungi keluargamu... jadi papa mohon untuk kedepannya berubahlah...!! "
Al menangis terisak-isak jadinya,, benar apa yang dikatakan Ghani. selama ini Al mengira Tuhan tak pernah ada karna membiarkan dirinya menderita selama ini...
"Al percaya sekarang Tuhan benar-benar ada Pa.. Tuhan mendengar doa Al tadi saat operasi caesar Bora.... !!"
Ghani meneteskan air matanya dan menepuk-nepuk pundak Al..
"entah apa yang telah kau lalui Al.. hingga kau tak percaya akan adanya Tuhan.. apa penderitaanmu begitu sulitnya...?? tapi papa bangga kamulah menjadi suami Lauraku Nak... kau terlihat sangat mencintainya...!! papa berharap untuk kedepannya kalian akan selalu bahagia....!! " batin Ghani masih menepuk-nepuk pundak Al..
.
Fito berjalan ke arah Baby yang tengah bersembunyi dari dirinya juga Al..
"kenapa kau bersembunyi...? apa kau punya salah...?? " tanya Fito di balik meja
Baby perlahan keluar dari kolong meja dan berjalan mendekati Fito dengan wajah tertunduk. Fito melihat tangan Baby berdarah..
"kenapa nggak di obati...?? " tanya Fito untuk pertama kalinya bicara lembut ke baby..
__ADS_1
baby menggeleng kepalanya. Fito tersenyum melihat Baby yang pertama kalinya bersikap seperti kucing jinak didepannya..
"apa suaramu baik-baik aja...?? " tanya Fito memegang leher Baby..
Baby tak menjawab hanya menggeleng juga..
"Ayo kita obati...!! " Fito menarik lengan Baby berjalan ke ruang dokter khusus THT..
.
"apa pitas suaranya baik-baik aja dok...?? " tanya Fito..
"baik-baik aja tuan.. hanya habis karna terlalu kuat berteriak.. beberapa hari lagi suara nona akan baik-baik aja tapi terlebih dahulu tebus obat ini tuan.. itu vitamin untuk nona...,!! " jawab Dokter memberikan lembaran berisi nama vitamin untuk pitas suara Baby yang hilang.
Fito menatap Baby, Baby dengan cepat menunduk hingga pria berwajah batu itu tersenyum manis di wajah tampannya..
"jahitannya bagaimana dok...?? " tanya Fito..
"goresan peluru kelereng tuan, tidak perlu di jahit hanya di beri obat anti infeksi saja.. beruntung darahnya sudah mengering.. stok darah AB seperti nona itu sangat jarang di rumah sakit kami...!! "
Fito mendengarkan penjelasan Dokter yang memeriksa Baby. Fito persis seperti membawa anak nakal ke rumah sakit karna luka habis berkelahi
hingga dokter nya gemas sendiri melihat kelakuan Baby yang sangat patuh di periksa hanya dengan tatapan Fito..
"dia bukan istri saya dok." elak Fito.
"terus siapa tuan...?? " tanya dokter keheranan..
"peliharaan saya." jawabnya menahan senyum..
Baby makin menundukkan wajahnya, Fito memanggil baby seperti memanggil kucing kesayangan dengan patuh baby mendekati Fito..
"ayo kita pulang kucing manis...!! " Fito berkata sambil mengusap kepala Baby..
Baby mengangguk dan memegang baju belakang Fito.. Fito sekuat tenaga menahan tawanya dengan kelakuan Baby yang berubah drastis itu..
si dokter hanya menatap bodoh mereka berdua sampai menghilang dari pandangannya..
"kucing manis...?? " gumamnya tak percaya..
.
.
setelah menebus obat, Fito membawa Baby makan lalu meminum obatnya..
__ADS_1
"apa sudah lebih baik.. ??" tanya Fito memegang kening Baby..
"sudah tuan. " jawab Baby dengan suara seraknya..
"hemat suaramu yang jelek itu cepat sembuh dengan minum vitamin itu...!! " Fito menunjuk Vitamin yang ditebusnya tadi, satu pilnya sudah diminum Baby..
"terimakasih tuan." ucap Baby dengan suara seraknya..
"istirahatlah... biar aku yang menemani boss.. fokuslah dengan kesehatanmu...!! " perintah Fito..
Baby mengangguk patuh, dia sebenarnya sudah menganggap Fito sebagai abangnya sendiri, itu sebabnya hanya Fito yang bisa melawan sikap kerasnya..
tak berapa lama kemudian Dev datang membawa jaket tebal yang baru dibelinya atas perintah Fito..
"ikut dengan Dev pulang...!! " perintah Fito..
Baby mengangguk dan berdiri dari duduknya, Dev memberikan jaket itu ke Fito, dia terlalu takut mendekati baby..
Fito berdecak pelan dan mengambil jaket itu lalu memasangkannya di tubuh Baby. Baby menurut seperti anak kecil yang dipasangkan bajunya oleh sang ibu..
"jaga dirimu...!! " Fito mengusap puncak kepala Baby dengan senyum tipisnya..
Baby mengangguk dan berjalan ke arah Dev, Dev tadinya kaget melihat Baby yang diam saja di pakaikan jaket oleh Fito ia segera berjalan terlebih dahulu menjaga jarak aman dari Baby..
Fito menyunggingkan senyum manisnya melihat Baby yang sudah menghilang dari pandangannya..
"menggemaskan sekali...!! " gumamnya menahan senyum mengingat kepatuhan Baby..
Fito kembali ke ruangan dimana Raja di rawat inap, ternyata ada Al yang duduk bersama ghani..
"tuan...!! " Fito membawa sebungkus sandwich dan botol air putih untuk mengisi perut Al..
"papa kembali ke tempat Laura...!! " seru ghani menepuk pundak Al beberapa kali memberinya kekuatan seolah semua akan baik-baik aja..
"makasih pa....!! " ucap Al dengan tulus..
Ghani tersenyum dan mengangguk menekan kepala Al seperti anak sendiri, hingga Al tertegun sejenak. tanpa ia sadari dirinya sudah punya keluarga besar punya papa dan mama dari istrinya. Raja juga punya kakek dan nenek..
Fito menunduk hormat ke Ghani..
"pastikan dia makan dengan baik...!! " kata ghani menekan pundak Fito..
"baik tuan besar .!! " jawab Fito dengan tegas seolah itu sebuah perintah dari boss nya sendiri..
.
__ADS_1