Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
jalan pintas


__ADS_3

Bora pun memasuki Rumah kontrakan Al dari belakang, sebelum dipintu Bora sudah melepaskan masker dan kacamatanya..


"Rapi sekali...? dan juga kenapa rumah Al semuanya memiliki wangi yang sama dengan aroma tubuh Al...!!?? " batin Bora.


"Raja...?? " panggil Al.


Bora Terbelalak kaget,, "raja...?? " gumamnya pelan..


"Iya Pa. " sahut Raja berlari keluar dari kamarnya dan terpaku seketika melihat Bora dibelakang Al..


"mama bora...?? " tebak Raja keceplosan...


Bora juga terkejut saat melihat Raja, namun panggilan Raja malah membuat jantungnya berdegup kencang..


"hei... Raja..? jadi papa mu adalah tuan Burger ini.?? " tanya Bora menunjuk Al dengan tak percaya


tapi jantungnya masih berdebar kencang saat ini..


"iya.. kakak cantik... Raja pikir ini hanya ilusi ternyata memang kakak cantik ada didepan Raja....!! " Raja melangkah cepat kearah Bora dan memeluknya..


Bora mengelus kepala Raja tapi matanya menatap Al dengan tak percaya..


"ya Tuhan... jadi saat aku mengakui diriku adalah mamanya Raja, ternyata Papa nya raja adalah Al..


tentu aku mau Al menjadi suamiku tapi kenapa situasinya begitu kebetulan... apa dia tau kalau aku mengaku mama nya Raja disekolah...!??" batin Bora tersenyum kaku kearah Al.


"aku akan buatkan minuman untukmu...!! " seru Al mendekati Bora,


Jantung Bora masih berdebar kencang melihat tatapan Al yang tak sedingin sebelumnya walaupun bukan menatap dirinya tapi malah mengelus kepala Raja..


Bora bisa melihat bagaimana rupa Al saat tersenyum kearah Raja..


"papa...Raja suka hadiah papa...!! " Raja langsung berpindah memeluk Al...


Al tertawa hingga deretan giginya terlihat jelas, malah Bora yang mengerjab-ngerjab melihat pemandangan itu..


"ya ampun... Bora.. kenapa kau seperti tersihir olehnya...!!?? " batin Bora menepuk-nepuk pipinya sendiri untuk segera tersadar dari alam sihir Al..


"ajak kakakmu duduk disofa.. papa akan buatkan minuman untuknya juga untukmu. " ujar Al mengacak rambut Raja..


Raja menyeringai lebar dan berpindah ke Bora,


"ayo mama bora...!! eeeh... keceplosan .. Ayo Kakak cantik...!! " ajak Raja dengan ekpresi menggemaskannya..


Bora melihat Al dan bersitatap dengan Al, seolah Al tak masalah dengan sebutan Raja, bora mengikuti Raja yang menariknya dengan hati-hati..


Al pun pergi ke arah dapur dan membuatkan minuman untuk Raja dan Bora..


"kakak cantik.. teman-teman Raja pada minta tandatangan kakak cantik.. mereka semua tau kalau kakak cantik itu mama nya Raja... mereka malah meminta Raja untuk mendapatkan tanda tangan kakak cantik. !!"


Bora melihat ke arah dapur,, "apa papamu tau kalau kakak pernah mengaku sebagai mamamu...?? " tanya Bora berbisik..


"tau...!! " jawab Raja sumringah..

__ADS_1


Bora melebarkan matanya..


"tapi.....!! " gumam Raja terputus.


"tapi apa Raja...?? " tanya Bora penasaran..


"tapi papa akan mencari mama baru untuk Raja, apa mama baru yang dimaksud papa adalah mama Bora..? apa papa suka sama mama bora...?? " batin Raja melongoh ke arah lantai


"Raja...?? " Bora mencubit pipi Raja hingga si empunya tersadar..


"iya kak cantik. " sahut Raja


Bora terkekeh,, "tapi apa...?? "


"nggak ada.. hanya Raja nggak bisa membuktikan kalau Kakak bora adalah mama Raja.. tapi Raja pintar kok kakak cantik.. mereka mudah dibohongi...!! hehehe...." cengir Raja..


Bora tertawa mendengar kata lugu nan jujur Raja..


.


.


Raja pun mendapatkan tanda tangan Bora,


"kenapa bisa banyak begitu son.? kasihan kak bora...! " tanya Al sambil membawa nampan minuman sehat untuk Bora dan Raja..


"nggak apa Al.. aku senang kok menandatangani semuanya." jawab Bora tersenyum kearah Raja..


"eh ini minuman apa..?? " tanya Bora ragu-ragu.


Bora tersenyum canggung, kenapa Al sangat tau kelemahannya yang sangat menjaga pola makan dan tubuhnya supaya tidak terluka. Bora tentu malu menatap Al karna sangat terlihat jelas dirinya sangat menjaga penampilan..


"Raja juga harus makan dan minuman sehat kakak cantik biar pintar....!! " seru Raja dengan bangga..


Bora tersenyum lebar ke arah Raja..


"maaf merepotkanmu...!! aku sudah menyiapkan makanan sehat rendah kalori apa kau mau makan...?? " tanya Al.


"masak...? apa dia bisa masak...? aku nggak bisa...! " batin Bora menggigit bibir bawahnya..


"papa masak...?? " tanya Raja sumringah..


"hmmm..." sahut Al mengusap kepala Raja..


"apa nggak merepotkanmu Al..?? " tanya Bora.


"merepotkan..? bukankah aku yang merepotkanmu dengan memintamu bertemu anakku... aku harus bertanggung jawab kan memberimu makan walaupun makananku sederhana tidak seperti makanan luar yang kau beli...!! "


Bora menggeleng kepalanya,, "aku mau makan.. terimakasih....!! "


.


.

__ADS_1


mereka makan siang dengan menu sehat, Raja memilih duduk disamping Bora, Al hanya menggeleng pasrah melihat itu..


Bora menyiapkan makanan untuk Raja, Raja sampai berkaca-kaca melihat itu tapi sambil tersenyum lebarnya Al melihat itu dan tak tau mau berkata apa lagi..


"makanlah yang banyak supaya bisa jadi jenius kecil yang membanggakan papa dan mamamu...!! " oceh Bora tanpa sadar..


Al tersenyum tipis dan Raja mengangguk-ngangguk setuju. Bora masih belum sadar dengan ucapannya. menurut Bora mama nya Raja itu istri Al sebelumnya tapi menurut Raja dan Al itu berbeda...


.


Al tidak jadi berdagang, sore harinya ia mengantarkan Bora dengan membawa mobil Bora. Raja tentu mendukung itu..


"kamu bagaimana pulangnya nanti...?? " tanya Bora


"aku bisa naik ojek atau taksi. !!" jawab Al dengan santai..


Bora tak bisa lagi berkata-kata, Al benar-benar manis walaupun terkesan dingin tapi rasa toleransi nya sangat kuat hingga Bora selalu tersentuh dengan perlakuan Al.


setibanya di jalan besar,


"kenapa macet...?? " gumam Bora penasaran..


"karna waktunya pulang liburan.. bukankah sekarang hari libur mungkin ada kecelakaan di depan...!! " jawab Al melihat jalan depan dan belakang tanpa membuka kaca mobil..


Al tau mobil bora sudah dikenal publik, mana mungkin ia membuka kaca mobilnya yang ada akan menimbulkan berita lagi untuk Bora..


"kita sampai kapan disini..? nanti malam aku ada syuting...!! " gelisah Bora..


"kita lewat jalan pintas." Seru Al langsung memutar setirnya dam melajukan kendaraannya memakan jalur lawan..


Bora melebarkan matanya saat Al begitu gesitnya membawa mobilnya seperti pembalap saja, bahkan saat berbelok pun terlihat sangat sexy. .


.


"kenapa lewat jalan ini...?? bukankah jalan ini terkena longsor...?? " tanya Bora dengan takut-takut..


"selama ada aku.. kau akan baik-baik aja.. percayalah padaku...!" ucap Al mengusap kepala Bora dengan lembut..


Bora mematung di tempat.,, "kenapa dia mengelus kepalaku seperti mengelus kucing..? tapi sialnya kenapa aku suka. !!"


Bora membelalak melihat jalan didepannya. benar-benar jurang, ditambah memang longsor sebagian jalannya maka nya tak ada mobil yang berani lewat sini...


"Al... aku takut....!! " pekik Bora memejamkan matanya erat-erat..


"hmmm... tapi aku tidak takut.. teruslah begitu.. aku akan mengantarmu pulang dengan keadaan baik-baik aja... "


Bora membekap mulutnya sendiri saat mobilnya sudah dekat di jalan yang longsor itu bagian bawahnya tidak ada pohon panjang longsornya kira-kira 15 meter tapi Al tidak takut melihat itu..


Bora lah yang berkeringat dingin saat ini. dia percaya Al tapi juga takut jatuh di jurang longsor itu..


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2