
Agra berlari kecil ke arah Al dan berbincang masalah adegan yang akan dilakukan Al tidak ada yang berbeda di wajah Al mendengar adegan yang akan dia lakukan seolah tidak masalah baginya..
"hm.... mengerti." sahut Al singkat tanpa bertanya lagi..
Agra tersenyum puas, ia merasa beruntung menjadi sutradara Al, sebelumnya Kuncoro menceritakan sosok Al awalnya tidak percaya, tapi saat menerima adegan ini bukankah tidak ada salahnya mempercayai Al..
keberaniannya sudah membuktikan segalanya. Bora memanggil penata riasnya untuk membantu Al..
"permisi tuan.. kami penata rias nona Bora.. apa tuan bernama tuan Al..?? " tanya team penata rias..
Al menoleh sebentar ke arah penata rias itu, betapa terkejutnya mereka melihat paras Al yang sangat tampan..
"apa ini aktor pemula..?? "
"tampan nya...? "
"ya Tuhan.. ternyata masih ada brilian tersembunyi dinegara ini."
"bagaimana bisa pria memiliki paras setampan
ini.? "
team penata rias ada 6 orang. 4 diantaranya pria dan 2 perempuan..
"hm..." deheman singkat Al.
"bisa kita mulai tuan...?? "
Al mengangguk pelan, sebenarnya Al tidak suka disentuh tapi karna ini profesinya aktor action
bisa apa diri Al.
Bora berlari kecil kearah Al membawa sebotol air minum..
"Al...?? " sapa Bora..
Al langsung menoleh saat kekasihnya memanggil Al mengulurkan tangannya.
sementara team penatas rias bora melebarkan mata melihat itu.
bora melihat team penata riasnya dan tersenyum canggung tapi menyambut tangan Al..
"minumlah...!! " bora menyodorkan botol air minumnya ke Al..
"apa kamu udah minum...?? " tanya Al
"udah." jawab bora
Bora saat ini seperti gadis yang sedang masa pubertas. bagaimana bisa ia begitu malu ditatap oleh Al saat kekasihnya itu begitu sexy minum air botol pemberiannya.
"berhati-hatilah...!! " pinta Bora dengan serius..
Al mengangguk dengan senyum tampannya..
"kalian lanjutkan lah. " perintah Bora ke team penata riasnya yang masih mematung dengan situasi..
"haloo...?? " Bora bertepuk tangan di depan wajah ketua team penata riasnya..
"eeh... iya.. apa nona...?? " tanya ketua team penata riasnya gugup.
Bora menghela nafas dan berkata,, "lanjutkanlah tugas kalian...!! "
"baik nona. " jawab mereka serentak..
.
.
Adegan dimulai. kini mereka ada dilokasi syuting.
Bora berdiri dengan tangan menyatu, ia menggigit bibir bawahnya..
"benarkah tuan burger mau menerima scene ini karnamu Bora...?? " tanya Kara penasaran..
__ADS_1
Bora melirik Kara sekilas,, "hm...."
"Kok bisa...?? bukankah tuan burger itu tidak mau masuk dunia akting...?? kalau aku nggak salah ingat dia bilang nggak punya bakat di akting.. lalu kenapa menerima adegan berbahaya ini..? " tanya kara lagi..
"dia kekasihku..." jawab Bora
Kara tersedak ludahnya sendiri hingga terbatuk-batuk..
"kekasih...?? pacar maksudmu...?? " tanya Kara
Bora mengangguk..
"jadi dia menerima tawaran adegan berbahaya ini karna dirimu kekasihnya..?? " tanya Kara lagi.
"kurang lebih begitu." jawab Bora tapi matanya fokus ke arah Al yang sedang berbincang dengan Agra.
"astagah.. artinya dia sangat menyukaimu ya..? " gumam Kara dengan takjub.
Bora tak menjawab, jantungnya berdebar saat Al sudah memasuki mobilnya..
"Ready....??? ... Action...!! " suara semangat Agra dengan mic nya.
Agra di dalam helikopter demi menyorot adegan Al.
Al langsung memainkan gas mobilnya, sorot matanya Al membuat Agra berdecak kagum..
Al langsung melajukan kendaraannya di detik 58,, mobil Al langsung memakan jalan tikus begitu kencang seolah jalan itu adalah miliknya padahal jalan itu begitu curam dan rawan, berbelok saja setirnya nyawa bisa melayang. setibanya di ujung jalan, Al keluar dari mobilnya dan berjalan memainkan pistolnya begitu lihai..
tatapan Al begitu tajam kearah pemandangan kota, banyak perumahan di situ,,
"aku kembali...!! " ucap Al dengan suara sexy nya beserta seringai tipis Al..
Al masih tenang saat sutradara tak memberhentikan adegannya karna dia tau adegan selesai saat Al berkata hal singkat itu..
Al kembali memainkan pistolnya dan menodongkan pistolnya kearah atas pohon dan menembaknya darah berserakan di sekitar pohon itu dan bangkai ular jatuh dari pohon itu..
"Cut.....!!! " teriak Agra begitu puas..
"waaah...."
"bagian membunuh ular itu sangat sexy... "
"ya Tuhan.. bakatnya alami... begitu natural tanpa dibuat-buat." puji team kameramen..
Bora di lokasi istirahat begitu cemas..
"apa Al baik-baik aja...?? iya aku yakin dia baik-baik aja.
kalau terjadi sesuatu pasti ambulance sudah kesana. " gumam-gumam Bora menenangkan dirinya yang takut-takut..
"berhasil....?? " teriak semua anggota kru drama
senyum bora pun terbit, senyum lega yang terpancar di wajah cantiknya tapi masih menunggu Al kembali dengan mobilnya..
"waaah.."
"sutradara keliatan bahagia...? "
"apa nggak ada pengulangan..? "
"kau tidak lihat tadi bagaimana kecepatan tuan tampan itu...?? "
"iya aku lihat.. benar-benar membuatku merinding.. jalan sesempit itu bisa kencang..? apa matanya ada 10 ..?"
"bukan matanya yang banyak tapi nyalinya yang kuat dan sangat berani."
"mengerikan."
banyak lagi segala pujian terlontar untuk Al, belum sampai 20 menit mereka sudah kembali.
"Al...?? " gumam Bora sumringah..
Al dan Agra berbincang saat turun dari mobil..
__ADS_1
"anda sangat menakjubkan tuan.. sekarang saya benar-benar percaya cerita pak kuncoro.. dia pasti bangga saat tau hal ini." puji Agra
Al hanya tersenyum tipis saja menanggapinya,, "anda pasti tau kelemahan saya pak."
Agra terkekeh,, "nona Bora. "
Al tersenyum membenarkan perkataan Agra..
"semoga hubungan kalian terus berlanjut. " doa tulus Agra saat melihat bora mendekati mereka..
"terimakasih." ucap Al..
Agra juga mengucapkan hal yang sama
"apa mau melihat rekaman anda lagi tuan...? " tanya Agra
"tidak perlu pak." tolak Al.
"sudah saya tebak." sahut Agra lagi..
Agra pun izin dari Al dan Bora untuk mengurus segalanya demi memberi waktu untuk mereka berdua.
"apa kamu baik-baik aja...?? " tanya Bora memegang tangan Al
Al tersenyum,, "penuhi janjimu sayang...! " ucap Al malah tak nyambung..
"isssh...kenapa malah nagih janji..? aku takut tau. " kesal Bora..
"bukankah kamu yang menyuruhku melakukan ini? lalu kenapa kamu takut sayang..?? " tanya Al malah gemas mengelus pipi Bora..
"ayo ikut aku...!! " Bora menarik tangan Al
"tapi sayang aku harus menjemput Raja. ! " selah Al
Bora menghentikan langkah kakinya,,"kalau begitu aku ikut...!! "
Al tersenyum,,"baiklah.. aku setuju...!! "
banyak orang yang melihat mereka bergosip-gosip tentang hubungan Al dan Bora. satu lokasi syuting tau kalau Bora dan Ballar tidak punya hubungan apapun selain teman tapi mereka yang membuat berita demi kepopuleran drama ini nantinya..
saat akting mereka berakhir, Ballar sudah pergi dari lokasi syuting karna ada syuting iklan..
.
.
Al membawa motor maticnya Bora dan kara menaiki mobil artis mereka..
"sepertinya hubungan kalian akan terungkap nanti." kata Kara
Bora mengangguk,, "toh mereka akan tau juga kalau dia pacarku."
"iya.. dia pasti jadi trending topik nanti.. selain tampan dia juga kekasihmu. " sambung Kara lagi..
"kamu mau tau bayaran tuan Al tadi...?? " tanya Kara.
Bora terlihat tak peduli..
"150 Juta Bora.. kamu percaya Epilog yang hanya durasi 3 menit bayarannya segitu...?? " pekik Kara
Bora terdiam sesaat,, "menurutku itu terlalu sedikit. "
Kara membelalakkan matanya,, "apa...?? "
"adegan itu sangat berbahaya.. jadi menurutku bayarannya seharusnya 350 Juta. " gumam Bora dengan santai.
Kara memijit pelipisnya yang pening seketika..
.
.
.
__ADS_1