
.
.
.
ke esokan hari
berita Bora dan tuan Moland tersebar luas di semua siaran TV, banyak yang iri akan posisi Bora yang sangat di impikan kebanyakan wanita,
mereka tak ragu lagi membayangkan Bora akan keluar dari dunia hiburan, bahkan cincin berlian Bora juga keluar di beberapa majalah..
para wartawan ingin Bora melakukan konferensi Pers, hanya disitulah mereka bebas untuk bertanya berbeda jika posisi mereka di acara penting seperti tadi malam, mereka semua hanya bisa menahan rasa penasarannya..
malam hari.....
"bagaimana Hubby...?? apa aku harus ikut konferensi Pers...?? " tanya Bora di pelukan Al dan disamping Bora ada Raja yang tengah memeluk adiknya..
"nggak usah sayang.. Live aja aku nggak mau kamu terlalu lelah jalan sana-sini.. atau kalau kamu mau jadi artis Youtube aja aku sama sekali nggak keberatan. aku nggak mau kamu menerima tawaran kontrak dari manapun...! mereka sudah mencampakkanmu aku sudah tau mereka pasti menghinamu.. iya kan....?? "
Bora tersenyum kecut bagaimana caranya mau membantah perkataan Al. apa yang suaminya katakan itu memanglah benar, kini ponsel Bora berada di genggaman Al..
"kenapa kamu menahan ponselku...?? " tanya Bora penasaran..
"kenapa kamu bertanya hal yang nggak penting sayang....?? aku hanya nggak mau kamu stress lagi. pekerjaanmu itu benar-benar menakjubkan tapi aku nggak bisa melihatmu pucat seperti saat itu... sayang. ku mohon mengertilah.. jangan membuatku jadi gila ...!!"
Bora memanyunkan bibirnya tapi memeluk Al dengan erat wangi tubuh Al sangat Bora sukai padahal Ia sedang hamil kebanyakan wanita hamil malah membenci bau khas suaminya berbeda dengan Bora entah mengapa dirinya malah baik-baik aja malah makin dekat dengan suaminya tak peduli apapun..
"bagaimana kamu bisa sadar sayang...?? " tanya Al penasaran..
"aku juga nggak tau.. yang pasti aku ingin sekali membuka mata saat mendengar mu dan Raja berbicara.. tapi tanganku nggak cukup panjang menggapai kalian berdua.. tapi aku tersadar begitu saja saat mama mengatakan kamu di rebutin banyak wanita.. mereka menginginkan posisi istri kedua, 3,4 5 dan seterusnya.!! kepalaku terasa mau meledak mendengarnya, mungkin itu yang membuatku sadar.! " jawab Bora menertawai dirinya sendiri.
Al tersenyum mencium kening Bora. Raja masih tertidur pulas memeluk perut Bora..
"tidurlah... kamu pasti lelah menanggapi iblis kecil mu...!! " bisik Al..
Bora terkekeh melihat tangan Raja..
"bagaimana bisa anak kita dewasa sebelum umurnya Al...?? Raja masih terlalu kecil.. tapi dia mewarisi sikapmu yang sama-sama posesif...!! " tanya Bora dengan berbisik pula..
"dia sangat menginginkan adik sayang.. mengertilah dia melakukan itu hanya mau adiknya baik-baik aja.. lihatlah bagaimana dia memeluk perutmu..!!" jawab Al juga berbisik
"iya aku tau.. tangannya kecilnya sangat mengagumkan...!! " senyum manis Bora melirik lilitan tangan Raja di perutnya..
.
__ADS_1
.
ke esokan paginya mereka sedang sarapan bersama keluarga besarnya. maksudnya Clara dan Ghani juga datang, mereka menginap tadi malam di rumah Al..
"nanti mama mau keliling lagi ya Al..?? boleh kan...?? " tanya Clara sumringah.
"lakukan apa saja yang membuat mama senang...! Al nggak bisa menemani mama dan papa melihat-lihat sekitar rumah...!! maaf ya ma.. pa...!! " ucap Al dengan sedikit merasa bersalah..
"kenapa merasa bersalah nak...?? mama masih bisa jalan-jalan dengan Papa.. bahkan jika kami nyasar pasti masih bisa menemukan jalan kembali... !!" Clara terkikik lucu melihat raut wajah Al yang merasa bersalah..
"tapi kamu mau bangun apa Al..? kenapa ada bangunan besar di samping rumahmu..?? " tanya ghani penasaran.
Bora dan Raja menoleh ke Al, mereka juga penasaran tentang hal itu tapi tak sempat bertanya..
"itu gedung akan dibentuk seperti hotel ma... aku akan buat rumah untuk para bodyguard dan para pekerja pelayan yang akan bekerja di rumah ini, Rumah ini juga akan aku rombak ulang menjadi mansion megah untuk Bora...!!" jawab Al dengan tenang.
Clara dan Ghani terbatuk-batuk membayangkan berapa pengeluaran Al, Bora melototkan matanya..
"Al...?? rumah ini sudah begitu megah untukku...!!" bantah Bora..
"aku sudah menjual apartemen mu dan apartemen ku...!! " alih Al dengan santai..
"Apaaa....?? Hubbbyyy......!!! " pekik Bora dengan tak percaya..
Bora memijit pangkal hidungnya dengan sikap Al yang terlampau suka-suka..
"itu sebabnya ada uang masuk di akun bank ku..?? itu penghasilan kamu menjual apartemenku.? " tanya Bora..
"iya sayang... aku sudah menyuruh seseorang untuk memindahkan semua barang-barangmu kemari.. jangan terlalu dipikirkan ya. .?" Al merangkul Bora dan menciumi puncak kepala istrinya...
Bora akhirnya pasrah dengan rayuan maut suaminya...
"papa...!! " panggil raja
"iya son...? " sahut Al menoleh ke putranya dan mengelus kepala Raja..
"buatin Raja ruangan rahasia dong.. raja mau ngisi mainan di ruangan itu...!! " pinta Raja memelas..
Raja udah tau papanya kaya raya tapi karna penghasilan toko burgernya Al yang sudah bercabang-cabang saat ini bukan penghasilan dari perusahaannya di negara A..
"baiklah son... papa akan katakan sama paman Fito mu...!! " jawab Al mencubit pipi Raja..
"yeee......!! makasih pa..." ucap Raja dengan semangat '45
Bora menggeleng kepalanya melihat kelakuan ayah dan anak itu tapi tak bisa dipungkiri Bora juga tidak marah dengan sikap Al yang memanjakan Raja..
__ADS_1
"ya sudah mama sama papa pergi dulu ya melihat pemandangan hutan Raja ini...!!" izin Clara tak sabar..
mereka dengan senang hati mengizinkannya. ghani dan clara berjalan bergandengan tangan keluar rumah megah Al dan Bora..
"kamu mau kemana Al...?? " tanya Bora penasaran melihat baju Al sudah rapi dan bagus..
"aku sedang ada urusan sayang... aku janji akan kembali dengan cepat.. bukankah kamu mau melakukan Live...? aku tak melarangmu untuk melakukan apa yang kamu mau sayang selagi didalam rumah...! " ucap Al mengusap kepala Bora..
"ok... aku akan melakukan siaran langsung..!! " sahut Bora bersemangat..
.
.
"Raja....?? " panggil Al
"siap pa.. Raja akan jagain mama dari jauh saat acara Live...!!" jawab Raja langsung yang sudah tau tugasnya..
Al terkekeh..
"bagus son... papa titip mama dan adikmu ya...?? "
Raja mengangguk-ngangguk semangat..
"hati-hati saat berjalan sayang...!! " peringatan tegas Al mencium punggung tangan Bora.
Bora menyeringai lebar dan mengangguk sekali. Al memeluk istrinya begitu sayangnya dan mengecup bahu istrinya dengan lembut..
"aku keluar sebentar...!! " bisik Al..
"iya.. udah sana pergi.. malu diliatin Raja...!! " usir Bora mendorong dada bidang suaminya malah berani mencumbu bahunya didepan Raja..
Al terkekeh dan segera pergi dari tempat itu setelah mencuri kecupan singkat di bibir bora..
"Al......??? " pekik Bora dengan muka memerah..
Raja cekikikan lucu,, "ayo ma.. katanya mau siaran langsung...!! "
Bora tersenyum kikuk dan mengangguk patah-patah..
.
.
.
__ADS_1