
saat ini bora kehabisan akal, ia pun melihat jaket Al yang aromanya tak ada lagi..
Bora mengambil obat tidur di laci lemarinya,, "aku harus menemuinya tapi bagaimana caranya..? "
"bagaimana jika aku mati..?? " gumam Bora menatap takut ke obat yang dia pegang kini..
"nggak masalah.. aku bisa tahan dengan cacian Haters tapi aku nggak kuat kalau sudah merasa bersalah.. lebih baik aku mati saja.. siapa tau Al akan menemuiku dan memaafkanku jadi arwahku bisa tenang !! "
Bora nekat menelan pil tidur itu dengan dosis tinggi..
brukkhh..!!
"Bora...?? " panggil Kara khawatir..
Kara yang tak mendengar sahutan makin ketakutan,
Kara tadi ada di dapur menyusun botol minuman dikulkas untuk Bora, tapi mendengar suara aneh kara tentu berlari ke arah Bora dengan panik..
"aaaaahhhh.... Boraaaa....!! " jerit Kara saat membuka pintu kamar Bora..
.
.
Bunyi ambulance memenuhi jalan, para wartawan memenuhi rumah sakit emergency demi memotret Bora..
berita Bora mencoba bunuh diri dengan minum obat tidur dosis tinggi pun menyebar luas para haters di caci maki oleh fans sesungguhnya Bora. mereka mengira Bora bunuh diri karna haters yang selalu mencaci maki Bora.
Bora mencoba Bunuh diri..? itulah berita trending topik di negaranya..
Kara menangis di ruang tunggu. Lila juga mondar-mandir khawatir..
"ya Tuhan.. tolong selamatkan Bora.. hiks.. hiks...!! " isak tangis Kara..
"sebenarnya apa yang terjadi dengan Bora..? kenapa dia minum pil tidur sebanyak itu.. ? apa dia pikir akan selamat dengan perut kosong begitu..?? ya Tuhan. kenapa aku tidak bisa mengerti makhluk indahmu yang satu itu...!! " celoteh geram dan kesal Lila..
Kara masih menangis disana,
setengah jam kemudian dokter Chika keluar dari ruangan UGD dengan keringat di pelipisnya..
"bagaimana dokter...?? " tanya Lila begitu khawatir..
Kara juga berlari kearah Chika dan mengusap air matanya..
"syukurlah.. semua berjalan lancar.. hanya saja efeknya masih ada.. Bora akan tertidur satu harian...!!" jawab Chika dengan senyum lega nya..
Kara menangis lagi bukan karna sedih tapi karna bersyukur Bora baik-baik saja. Lila pun lega mendengarnya..
"kamu tolong jaga Bora kara.. kakak akan urus jam kerja syuting Bora ..!!" pinta Lila serius..
__ADS_1
Kara mengangguk setuju..
"terimakasih dokter.. saya permisi dulu...!! " izin Lila..
Dr. Chika mengangguk pelan dengan senyum ramahnya..
Lila berlari tergesa-gesa di lorong rumah sakit, Kara berbicara dengan Dr. Chika untuk memindahkan Bora ke ruangan yang lebih baik..
.
.
satu harian Bora terlelap di brankar mewah VVIP rumah sakit ini. saat tersadar Kara lah yang dia lihat pertama kalinya..
"uugghhh....!! " ringis Bora memegang kepalanya yang berdenyut nyeri..
"Bora.. hiks.. hiks... kamu nggak apa-apa...?? " tanya Kara khawatir melihat setiap sudut tubuh Bora dan wajah bora juga..
"udah... kepala aku sakit...!! " suara serak Bora berusaha menepis tangan Kara..
Kara menangis kencang seketika, Bora langsung memejamkan matanya mendengar tangisan Kara..
"dia benar-benar nggak datang...?? apa segitu marahnya dia..? bahkan aku meregang nyawa pun dia nggak datang....!! " batin Bora meneteskan air matanya hingga membasahi bantal putihnya kini..
.
.
.
"Bora kakak mohon biarkan Kara tidur disini ya..? " bujuk Lila..
"nggak kak.. aku mohon.. aku nggak bakal macam-macam lagi kok.. saat itu aku melamun jadi nggak sadar obat itu masuk kedalam mulutku...!! " tolak Bora dengan memelas..
"Bora...!! " pinta Lila memelas..
Bora pun merengek tak mau ditemani dan hasilnya Seperti biasa Bora tetap menang, Lila dan Kara keluar dari gedung apartemen Bora dengan wajah masam,,
Bora bukan hanya sumber keuangannya tapi Bora juga adik kesayangan Lila. dulu Lila sempat terpuruk karna karirnya sebagai manager anjlok dan dipecat oleh agensi nya..
saat itu Lila bertemu Bora dan memohon kepada Bora untuk mau jadi Artis, sejak saat itulah kedekatan mereka dimulai. Bora yang sangat cantik,ramah dan baik hati membuat siapapun jatuh hati akan pesonanya itu itulah yang membuat Lila sangat menyayangi Bora,
banyak saingan Lila yang memohon pada Bora untuk masuk ke agensi mereka dengan tawaran gaji yang lebih tinggi, tapi Bora menolaknya...
"apa kau benar-benar tak peduli lagi padaku Al..? " gumam Bora pelan..
tengah malam Bora nggak bisa tidur, jaket Al juga tak lagi wanginya tubuh Al. Bora juga belum dianjurkan minum pil tidur..
Apartemen Bora bunyi, bora langsung berlari ke pintu berharap Al lah yang datang..
__ADS_1
saat membuka pintu,, "Al...?? kau dat...?? eeh...!! "
......?...
Bora melihat kearah depan tidak ada orang di depan pintunya. Bora menghela nafas kecewa, ia melihat kebawah banyak surat dari para fans untuknya..
Bora berjongkok mengambil semua surat-surat itu dengan raut wajah kecewanya ia berjalan lunglai memasuki apartemennya lagi..
Surat itu pun berserakan dilantai, kaki bora melemas seketika. bora pun terduduk dilantainya kini air matanya jatuh begitu saja..
"Hiks.. hikss... semua sudah pergi... aku nggak punya siapa-siapa lagi...? nggak ada yang khawatir denganku.. aku... aku... hiks.. hikss... !!"
Bora pun menangis menjadi-jadi di lantai itu, rasa sakit masa lalunya kembali terbuka ingatan masa kecilnya itu tak bisa di buang atau dihilangkan ditinggal kakaknya yang sangat ia sayangi dan ditinggal kakak tampan nya juga waktu kecil sekarang Al juga menghilang tanpa jejak. semua yang ada didekat Bora pasti akan meninggalkan bora..
"apa aku sangat menyusahkan...?? aku sudah kaya, Cantik, kenapa mereka meninggalkanku..? aku bisa mengurus diri tapi kenapa mereka pergi tanpa jejak.. ?
hiks.. hiks.. aku memang nggak pernah bisa bahagia aku seperti di kutuk.. !!"
Bora melampiaskan unek-unek kepalanya yang selama ini menjadi beban di hatinya.. ..
sekitar jam 3 pagi Bora mencuci mukanya yang sembab matanya juga bengkak bukannya panik melihat wajahnya begitu didepan kaca tapi Bora malah kembali menangis...
.
.
Kini Bora tidur dilantai tanpa alas apapun. Bora mendengar seseorang menekan sandi apartemennya..
"Kenapa kara datang kemari..?? " gumam Bora memejamkan matanya..
langkah kaki terdengar jelas oleh Bora, bora merasa aneh dengan suara sepatu Kara yang seperti milik laki-laki saja..
"aku bilang tinggalkan aku sendiri Kara.. aku butuh ketenangan.. aku belum bunuh diri kok...!! " kesal Bora masih dengan mata terpejam..
Pria itu menatap wajah Bora yang terlihat sangat menderita,, "apa dia menolakmu...?? "
Bora membuka matanya seketika dan terbelalak kaget melihat sosok yang tengah berdiri gagah diatas kepalanya..
Bora dengan cepat bangkit dan menatap Al dengan tak percaya..
"aku bertanya apa pria itu menolakmu..? hingga kau mencoba bunuh diri hah...?? " tanya Al dengan wajah datarnya.
Al yang tak kuasa menahan rindu langsung menyergap bib*r Bora dan mendorongnya kedinding.
Bora meremas kuat jas kerja Al, Air matanya mengalir deras tapi bibirnya membalas setiap pangutan penuh kerinduan Al.
.
.
__ADS_1
.