
.
tapi Bora tak terlihat juga batang hidungnya Al pun menghubungi Bora beberapa kali menghubungi bora barulah bora mengangkat panggilan Al...
"hmmm...?? siapa...?? " tanya Bora dengan suara serak khas bangun tidurnya..
Al yang kebingungan mencari kata-kata.
"kapan kau ada acara tatap muka dengan fans..? " tanya Al tak nyambung..
Bora melebarkan matanya ia terduduk seketika..
"fansign...? " tebak Bora
"hmmm.. anakku menanyakanmu..? katanya mau tanda tanganmu...!! " jawab Al tapi dalam hatinya ia merutuki diri
"baiklah. aku akan adakan Fansign pribadi.. anggap saja sebagai rasa terimakasih ku padamu..!" tutur Bora membekap mulutnya sendiri dengan senang.
"terimakasih...!! " ucap Al..
"sama-sama.. kalau begitu kapan aku bertemu dengan
anakmu..?? " tanya Bora
"seharusnya aku yang bertanya.. bukankah kau yang sangat sibuk...?? " tanya Al balik.
Bora ingin memekik saat ini tapi sekuat tenaga dia menahannya...
"hmmm... coba aku periksa, apa besok aku ada waktu..!! " ujar Bora menahan senyumnya.
"hmmm." deheman Al lagi. .
"sepertinya memang nggak ada.. besok hanya ada adegan syuting dimalam hari..! " suara Bora lagi terdengar sedang mengotak-ngatik hpnya mencari jadwal kerja nya besok..
"ya.." balas Al singkat.
"dimana aku harus menemuimu eh.. maksudnya bertemu anakmu .?? " tanya Bora lagi dengan muka merahnya yang malu..
"apa pagi bisa...? siang aku harus berdagang."
"bisa." jawab Bora cepat..
"baiklah.. silahkan istirahat.. maaf aku mengganggu mu...!! " ucap Al
tanpa mendengar suara Bora lagi Al langsung mematikan panggilannya, Kini Al sudah ada di parkiran.
"Astagah... kenapa malah berkata begitu...? kalau Bora berpikir aku sudah pernah menikah bagaimana ? " Al jadi mengocehi diri sendiri,
Sementara Bora di kamarnya langsung memekik Kuat.
"aaaaaaaaaakkkkkh.... "
"Ahahahahaha.... yeeeesss...." girang Bora melompat-lompat gila diranjangnya...
"aku harus mempersiapkan pakaian buat besok pagi. anak tuan itu mengidolakanku eeeh.. siapa nama tuan burger itu ya..? "
Bora menggeleng-geleng kepalanya, Bora berlari ke ruangan khusus bajunya ia mencari baju yang cantik..
"aku pakai baju apa ya...?? " gumam Bora mengetuk-ngetuk dagunya melihat banyaknya baju di sekelilingnya.
rata-rata baju itu masih baru, bandrol nya belum dilepas . karna pekerjaan Bora adalah seorang artis jadi baju sebanyak itu sudah hal yang biasa baginya..
.
.
ke esokan paginya Bora berdandan dengan tipis..
__ADS_1
"ini namanya riasan licik... aku nggak nyangka bisa berdandan seperti ini.. hmmm... ? apa lipstiknya terlalu merah.. ??"
"enggak.. enggak... bibir aku udah merah.. pakai lipbalm aja... !!'"
alhasil Bora menghapus lipstiknya lagi dan memakai lipbalm aja.
.
.
"Bora...?? " panggil Kara semangat.
"hmmmm...?? " sahut bora..
Kara berlari ke kamar Bora dan,, "Bora kamu udah bang....?? eeeh...?? "
Kara membelalak melihat penampilan Bora yang sangat cantik.
"Bora kamu mau kemana...?? bukannya kamu bilang mau tidur seharian ini..?? " tanya Kara bingung tapi dirinya mengelilingi Bora yang sangat cantik menurutnya...
"mau fansign." jawab Bora tersenyum lebar..
Kara melebarkan matanya,, "Fangsign apanya...?? nggak ada jadwal fansign hari ini.. siapa yang memberi taumu..? kamu pasti ditipu bora...!! "
Bora masih sibuk menata alisnya lagi,
"fansign pribadi." jawab Bora mengedipkan matanya lalu berlari keluar ruangannya berpindah ke ruangan Sepatu dan tas nya..
Kara menganga lebar,, "Bora...?? "
Kara berlari juga menyusul Bora untuk memperingatinya, tapi bukannya takut Bora malah terkekeh..
.
.
"Bora....!! " panggil Kara putus asa.
Ia berpikir bisa membujuk Bora supaya tidak keluar
tapi kenapa malah Bora begitu semangat..
"Astagah...?? apa Bora sedang jatuh cinta..? jadi dia mau ngedate..? haaaaahhh... kak Lilaaaa habislah kitaaa....!! "
Bora memakai topi hitam, masker dan kaca mata hitamnya sambil memain-mainkan kunci mobilnya dengan mainan pinguin hadiah dari fansnya..
Bora bersenandung riang saat mengendarai mobil lamborghini nya..
Al mengirim pesan berisi alamat tempat tinggal nya ke Bora,
"perumahan ramai ya..?? ". gumam Bora melihat simpang alamat tempat tinggal Al..
Bora pun masuk ke jalan sempit itu,, "apa tuan burger itu memang tinggal disini..? kenapa nggak ketemu diluar ya..? "
"enggak.. enggak.. nanti kalau ada yang memotret kami gimana..? kasihan tuan burger itu yang suka ketenangan. "
Bora bertanya sendiri dan menjawabnya sendiri, ia menoleh kiri dan kanan sekiranya dimana rumah Al..
dan Bora melihat Al yang tengah berdiri didepan rumahnya sambil melihat jam tangan nya..
"itu dia. " senyum manis Bora melihat sosok Al yang akhir-akhir ini bersemayam di otak kecilnya..
Bora keluar dari mobilnya mendekati Al,,
"aku akan bawa mobilmu ditempat parkir yang semestinya.. kalau tetap disini nanti kendaraan yang lain nggak bisa lewat....!! "
Bora tersenyum canggung dan mengangguk sambil celingak-celinguk melihat tempat ini ada orang atau tidak..
__ADS_1
"ikutlah." Al menarik lengan baju Bora
Bora sampai terhuyung kedepan.,, "kenapa anda menarik baju ku tuan...??
Al mengangkat tangannya,, "maaf..."
Bora berdecak pelan, , "segitu jijiknya apa megang tangan aku..."
Al menatap intens Bora,, "aku fikir sebaliknya...!! "
Bora melebarkan matanya ke arah Al,, "kenapa anda bisa begitu tuan...?? "
"artis tidak boleh terluka kan.. !!" senyum tipis Al..
Bora tertegun melihat senyum tipis Al yang sangat tampan, selama beradu akting dengan aktor lawan mainnya Al adalah pria yang paling tampan dari para aktor lawan mainnya..
Bora yang tersadar segera berlari ke dalam mobilnya dibagian penumpang, Al menahan senyumnya seketika..
"iihh. kenapa pipiku panas...?? " batin Bora memegang pipinya yang tertutup masker..
"eeeh.... apa anda bisa bawa mobil tuan...?? " tanya Bora tersadar..
Al tidak menjawab dan langsung melajukan mobil Bora, Bora melihat pergerakan tangan Al dan kaki Al yang sangat mahir membawa mobil...
"kenapa kau memanggilku tuan...?? " tanya Al memecah keheningan mereka.
"karna aku tidak tau nama ada tuan. " jawab Bora santai..
"Alby... panggil aja Al...!! "
Bora beralih ke Al,, "Al...? "
"hmmm." jawab Al..
"kenapa nama itu nggak asing ya...?? " gumam Bora tampak berpikir..
"aku bukan pemilik AL Group." jelas Al yang tau pemikiran Bora.
mata Bora terbelalak,, "aaah... iya.. Al group... sungguh kebetulan ya..."
Bora melihat situasi tempat parkirnya kini,, "ini dimana...?? "
"bagian belakang rumah kontrakanku.. ayo masuk...!! " ajak Al
Bora melepas seatbeltnya dan dengan cepat berlari mengekori Al..
Buggh,, "aaah....!! "
Bora meringis saat dirinya menubruk punggung kokoh Al..
"kenapa anda berhenti tuan...?? " desis Bora dengan kesal..
"jangan terlalu formal padaku... di telfon kau berkata santai tapi kalau bertemu langsung bicara formal.. apa kau punya 2 kepribadian...? "
Bora menjatuhkan rahangnya..
"ayo cepat... jangan manja...!! " ajak Al membelakangi Bora tapi bibirnya berkedut ingin tertawa..
"Apa...? manja...?? hei... aku nggak punya 2 kepribadian.. ? aku juga nggak manja... " ralat kesal Bora.
"astagah.. dia pria pertama yang mengataiku manja. " gerutu Bora berjalan menghentak-hentakkan kakinya menyusul Al..
.
.
.
__ADS_1