
media TXT jatuh bangkrut dalam 10 menit kemudian,
berita tentang Bora sebelumnya hilang bagai ditelan bumi hanya ada berita utama tentang perusahaan TXT yang paling terkenal dengan seluruh gosipnya tiba-tiba jatuh bangkrut..
"kenapa bisa begini...?? kemana sponsor kita semua...?? " teriak frustasi bos besar TXT yang perusahaannya hancur seketika hanya selang 10 menit mereka memposting berita Bora..
"boss.. media meliput berita kebangkrutan kita...!! "
"sialan.. siapa orang berpengaruh yang melakukan ini...? kenapa bisa begini..? perusahaan kita adalah satu-satu nya yang sangat terkenal dan tak bisa dijatuhkan.. kita banyak koneksi ke anggota dewan
bagaimana bisa kita jatuh bangkrut...?? " maki bos besar TXT bernama wiranto.
"kami juga tidak tau boss.. apa sebenarnya yang terjadi...!! "
Anto mengamuk dan membanting apapun yang terlihat olehnya. para wartawan bawahan mereka menundukkan wajah tak berani menatap boss mereka..
"apa berita Bora tak bisa menutupi ini semua
hah...?? " teriak Anto..
"maaf Boss.. berita bora yang kita posting telah dihapus 5 menit yang lalu. !! kami tidak tau siapa pelakunya sepertinya komputer kami di bajak Boss !! "
"sialan... ini pasti ada sangkut pautnya dengan Bora.. cari tau siapa pelakunya.. aku akan menuntutnya...!! cepat....!! " teriak Anto.
"baik boss...! "
media TXT sibuk dengan masalah perusahaan,
maka dipagi harinya setelah mengantar Raja sekolah Al sibuk menyiapkan kado-kado untuk semua para pengomentar pedas mengenai Bora..
"aku bahkan membunuh puluhan pembunuh bayaran yang membunuh kakaknya Bora apalagi kalian yang hanya bisa mengetik komentar pedas.. !!" seringai Al..
Al tak peduli apapun selain kebahagiaan Bora dan Raja. jika Bora dalam masalah maka Al harus turun tangan sudah dipastikan Raja pasti akan terkena imbasnya, beruntung berita malam itu belum sampai dilihat banyak orang bahkan komentar nya masih 20 orang dan Al ingat siapa aja namanya..
Al memberi hadiah tergantung bagaimana pedasnya komentar mereka. kalau mereka pintar pasti mereka tau itu sebuah peringatan tegas untuk hati-hati dalam berkomentar..
setelah mengirim semua kotak-kotak hadiah itu pada alamatnya, Al bersantai di taman belakangnya..
"apa salah istriku pada kalian..? kalian bahkan tidak pernah bertemu kenapa begitu berani mengatai istriku.. apa kalian sudah lebih baik..? aku nggak peduli kalian sudah punya keluarga atau tidak.. kalian berkomentar tanpa hati maka aku juga akan membalas tanpa menggunakan hati...!! "
"bahkan aku tak pernah berkata dengan nada meninggi pada istriku.. kalian berani mengatainya dengan kejam..? jangan harap kalian hidup tenang...!!" kata santai Al lagi..
.
disisi lain...
__ADS_1
bora tampak berpikir kemana berita mengenai dirinya tadi malam saat ini Bora sedang olahraga pagi. sore hari kemarin di rumah Al tidak sempat olahraga malah bermain dengan keluarga kecilnya dengan bahagia.. waktu berlalu begitu cepat saat Bora bersama Al dan Raja..
"aku nggak tau ini berita baik atau buruk bagiku..? kenapa berita itu hilang..? dan juga kenapa media TXT jatuh bangkrut.? selama ini memang TXT yang tanpa segan-segan membuat berita tentangku dengan merekayasa semuanya.. reporter mereka malah mencecarku berbagai pertanyaan hingga aku nggak bisa menjelaskan berita itu nggak benar.. apa yang membuat mereka kalah..? " oceh Bora dengan nafas terengah-engah..
.
.
Kara dan Lila datang pagi itu dengan membawa sarapan Bora..
"Bora..?" teriak heboh Kara dan Lila..
Bora yang sedang serius memikirkan masalahnya tak mendengar panggilan mereka. Bora selesai berolahraga kali ini dia mengelap keringat di wajah, dan lehernya..
"Bora...?? " teriak Lila..
Bora meloncat kaget saat mendengar suara Lila..
"astagah.. kenapa kalian nggak memanggilku hah..? kenapa malah mengagetkanku...?? " protes Bora mengusap-ngusap dadanya..
"kami memanggilmu sejak tadi Bora.. kamu nggak jawab... kami mencarimu dan akhirnya menemukanmu disini." jawab Kara menunjukkan menu sarapan sehat untuk Bora..
Bora menunjuk botol air minumnya dan Lila mengambil botol itu dan memberikannya pada Bora.
"aku berarti nggak dengar. " jawab Bora sambil meneguk botol air minumnya sampai tandas...
"huhh.. aku senang Bora akhirnya mereka terkena karma.. mentang-mentang ada koneksi dengan anggota dewan mereka suka-suka membuat berita tentang artis tapi kalau anggota dewan korupsi mereka malah menutupinya dengan membuat berita tentangmu hingga berita korupsi anggota dewan itu terkubur begitu saja mereka benar-benar jahat....!! " cerocos Kara..
Lila mengangguk-ngangguk semangat,, "mereka seperti ingin menjatuhkan reputasi Bora.. beruntung Bora punya fans setia... !!"
Bora tampak melamun sejenak lalu menggeleng-geleng mustahil seketika..
"nggak... nggak mungkin dia pelakunya.. nggak mungkin...!! " gumam Bora menggeleng-geleng tak percaya.
"apa nya nggak mungkin bora..? " tanya Lila..
"ada apa Bora...?? " tanya Kara juga penasaran..
"aku hanya merasa ini perbuatan Al.. tapi nggak mungkin.. !!" jawab Bora dengan kening mengkerut..
"hah...?? tuan Al...? " pekik kaget Lila..
"benarkah...? kenapa nggak mungkin Bora..? " tanya Kara tak percaya tapi juga penasaran alasan Bora..
"bagaimana bisa Al melawan anggota dewan..? itu nggak mungkin...!! memangnya apa status Al sebenarnya hingga bisa menjatuhkan TXT yang di sokong oleh anggota dewan.. !!" jelas Bora lagi.
__ADS_1
Kara berkedip-kedip tak mengerti..
"iya.. tapi bukan hal aneh kalau tuan Al pelakunya Bora. kamu tau kenapa pemilik hutan Raja begitu misterius ..? bahkan reporter TXT pun nggak bisa masuk mencari tau pemilik misterius hutan itu kalau di fikir-fikir itu bukan hal yang aneh lagi..!! " jawab lila setelah berpikir keras beberapa saat.
Bora melebarkan matanya, Kara tentu terkejut dengan analasis Lila yang masuk diakal..
"lalu bagaimana anggota dewan yang dibelakang TXT..? apa melawan balik...? " tanya Bora penasaran..
"nggak bisa Bora.. Kakak juga nggak tau apa ancaman di belakang anggota dewan itu hingga mereka meninggalkan TXT yang selama ini melindungi reputasi mereka. " jawab Lila
Kara menggaruk-garuk kepalanya,, "aku sama sekali nggak ngerti Kak.. !!''
"diamlah...!! " titah Lila dan Bora bersamaan..
Kara mengerucutkan bibirnya yahh... bisa dibilang otaknya lemah mengenai apapun tentang perusahaan atau masalah anggota dewan itu..
"jadi mereka tidak membantu TXT sedikitpun..?? " tanya Bora
Lila mengangguk..
"apa memang Al pelakunya.? tapi bagaimana mungkin..? " gumam bora tampak tak percaya..
"menurutmu siapa pelakunya selain tuan Al..? " tanya Lila balik..
"Aku nggak tau kak tapi Al bahkan bisa mengikuti pameran terkenal di Amerika.. dia membeli cincin berlian yang seharga 969M.. !!" gumam Bora..
"apa...?? " kaget Lila dengan mata melotot, Kara membelalakkan matanya ke Bora..
"969M...? " beo Kara dan Lila kompak.
"kalian tau kan cincin yang lagi viral di dunia saat pameran besar di Amerika..? " tanya Bora serius..
Lila dan Kara mengangguk..
"pembelinya misterius..!! dan nggak ada yang tau...!! " jawab Lila sudah pucat pasi..
Kara juga. uang segitu dihamburkan hanya membeli sebuah cincin kan nggak lucu..?
"Hmm.. Al lah pemiliknya dan memberikannya padaku.. !!" jawab Bora.
"whaaaatt....?? " jerit Lila dengan kaget..
Bora sampai menutup telinganya.
"apa kamu yakin bora itu asli..?? " tanya Kara dengan mata melotot berharap ini semua hanya mimpi.
__ADS_1
.
.