
"ya asli lah. tunggu sebentar biar aku ambilkan...!! " pinta bora dengan serius..
Kara dan Lila saling pandang dan berlari mengekori Bora kini mereka bertiga ada dikamar dan Bora membuka brankas nya.
Bora mengambil sebuah kotak hitam dan gambar hati ditengahnya lalu membuka kotak itu dan menunjukkannya ke Lila dan Kara..
mata Lila terbuka lebar,, "ii... ini... Bora... ini....?? "
Bora mengangguk,, "kakak tau bagaimana cara membedakannya..? "
Kara sedang serius memperhatikan bentuk cincin berlian milik Bora,, "ini memang mirip sama yang di beritakan itu..!! "
"bukan hanya mirip Kara.. ini memang cincinnya.. Al membeli cincin ini saat pelelangan itu terjadi.. itu sebabnya aku nggak fokus bekerja karna aku nggak menemukan Al dimana-mana? malam itu dia kembali dengan memakai jas Haris Paris ternama.. menurutmu dia baru kembali dari Amerika..?? "
Lila terkulai lemas seketika..
"Kakak...!! " pekik Kara..
Bora dengan sigap membantu Lila berdiri dan duduk di ranjangnya.
"siapa tuan Al sebenarnya..? pertama kali kakak melihatnya saat membawa burger.. karisma nya begitu kuat.. hal pertama yang kakak nilai dia pasti akan berhasil bila menempuh jalan yang sama denganmu.. jadi Aktor.. tapi kakak juga heran kenapa dia selalu menolak tawaran castingan dari orang-orang besar.. ternyata dia kaya raya...!! " gumam Lila dengan nada tak percaya..
"dia berteman baik dengan Bagas Kak...!! " jawab Bora lagi..
"Bagas siapa Bora...?? " tanya Kara ikut-ikutan..
Bora berdecak sebal,, "CEO ALGroup." jawab Bora..
Lila tak kuasa menahan beban pikirannya mengenai kebenaran tentang Al, kepalanya jadi pusing saat ini. bagaimana bisa orang kaya raya seperti Al menyamar menjadi tuan Burger. apa yang terjadi? apa bosan jadi orang kaya ? pikirnya.
"Tu.. tuan Bagas...?? " tebak Kara..
Bora mengangguk..
"Astagah... ALGroup dan tuan Al...? kenapa bisa sama...?? " tanya Kara
"dia bilang ALGroup miliknya. " jawab Bora dengan lesu..
brukk!!!
"Kakak....!! " pekik Kara.
"aduh. pakai pingsan lagi....!! " gerutu Bora segera mencari minyak angin dan memberikannya pada Kara..
Kara dengan sigap meletakkan minyak angin itu di hidung Lila..
__ADS_1
"udah Bora.. jangan dibahas lagi.. nanti Aku juga ikutan pingsan nih...!! " rengek Kara dengan memelas..
Bora menepuk jidatnya sendiri,, "udah aku tebak.. kalian nggak akan sanggup mendengarkan cerita ku... !!"
Bora menyimpan cincin pemberian Al di brankasnya bagaimanapun itu sama seperti harta berharganya mana mungkin bora meletakkan cincin seharga milyaran itu disembarang tempat..
Bora kembali ke meja riasnya dan mengambil cincin pernikahannya di laci meja..
"Al... aku nggak tau kamu siapa..? tapi aku tetap mencintaimu.. kamu pemilik hati dan tubuhku Al.. karna rasa cintaku padamu aku nggak berani bertanya siapa dirimu Al.. !"
"Jika kamu memang orang yang begitu berpengaruh? bagaimana bisa kamu mendatangiku? melindungiku.? entah apa rahasiamu Al..!! kenapa orang hebat sepertimu bisa mencari angsa biasa sepertiku..? pasti banyak Angsa indah dan cantik diluar sana yang jauh lebih menarik dariku..! "
Bora memakai cincin pernikahan nya, ia tersenyum samar..
tak peduli siapa pelaku yang membantunya apakah itu Al atau bukan Bora tidak peduli lagi ada orang yang melindunginya seperti ini sudah lebih dari cukup baginya.
.
.
malam hari sekitar jam 11 malam pulang bekerja, Bora minta diantarin ke rumah nya bersama Al..
"hati-hati...!! besok aku libur supaya acara fashion show gaun Desaigner Kejora nggak merugikan...!! " teriak Bora..
Lila mengangguk sambil memperhatikan rumah Al sekali lagi. benar-benar sangat indah.. kara melambai-lambai..
Bora berbalik dan tersenyum cerah walaupun malam hari..
"hai sayang..? jam segini kenapa belum tidur iblis kecilku...?? " tanya Bora mencubit pipi Raja..
Raja menyeringai lebar, dia menggenggam tangan Bora dan berceloteh pada Bora.
"Mama tau..? teman-teman Raja iri pada Raja karna Mama memanggil Raja dengan sebutan Iblis kecilku? mereka bilang Raja anak nakal tapi karna ada kata kepunyaan (Aku) itu malah terdengar manis.. mereka suka.. bahkan ingin dipanggil iblis kecil juga. !!'
Bora terkekeh,, "kamu memang iblis kecil Mama yang nakal..!!"
Raja menyeringai lebar dengan binar bahagianya saat tiba didalam rumah sudah ada Al yang menunggu Bora..
Al memperhatikam tubuh Bora dari atas sampai bawah seolah sedang mencari sesuatu yang membuatnya takut..
"apa kamu baik-baik aja sayang..?? " tanya Al sudah tiba dihadapan Bora dan memegang bahu Bora dengan lembut..
Bora tersenyum dan menggeleng kepalanya, Raja tidak tau apa-apa saat berita Bora tersebar di dunia maya.
Raja sedang belajar karna dirinya masih ujian dan hari Jum'at dia harus ambil raport hari sabtu dan minggu Raja libur. setelah itu Raja baru bisa ikut jalan-jalan dengan kedua orangtuanya nanti..
__ADS_1
"kalau begitu Raja tidur sendiri aja pa...ma..!!" izin Raja dengan senyum senangnya..
"apa kamu nggak takut sayang...?? " tanya Bora
"nggak ma.. Raja udah besar kok.. asalkan Raja punya adek baru.. kata Kak Bagas mama dan papa nggak bakal bisa buat adek kalau ada Raja bersama mama dan papa...!! " jelas Raja dengan polos..
pipi Bora merona merah seketika. Al tersenyum melihat itu malah mengusap pipi Bora yang memerah itu..
"Raja masuk kamar... dadahhh....!!! " Raja berlari menaiki tangga dan memasuki kamarnya lalu memekik senang di kasurnya..
"Yesss... akhirnya mama dan papa hanya berduaan dikamar.. dengan begitu Raja bakal punya adek... hehehe... eeeh. . aku pengen punya adek perempuan..
enggak.. hmmmm... ? tapi Aku juga mau adek laki-laki.
nggak apa.. nanti mama bisa beri adek baru lagi...!! " celoteh senang Raja ..
Raja memejamkan matanya memeluk bantal gulingnya. Raja benar-benar tidak takut tidur sendiri. membayangkan dirinya tidur sendiri dan mendapatkan adik. menurutnya itu sangat setimpal..
.
.
"Al jujur padaku. ? apa itu perbuatanmu..?? " tanya bora serius
Al tersenyum tipis tapi tak menjawab.
Bora menghela nafas panjang,, "sebenarnya aku penasaran siapa kamu Al..? Jika kamu memang orang yang sangat hebat..? kenapa bisa menikahi perempuan sepertiku? yang keluarga ku aja nggak tau dimana. ? aku punya orangtua angkat yang sangat menyayangiku.. tapi aku nggak tau siapa keluargaku sebenarnya apa mereka masih hidup atau udah nggak ada ! sejak bayi aku sudah ada dipanti asuhan tanpa siapa-siapa..!! "
"aku juga nggak tau siapa kamu Al.. aku takut setelah memberikan seluruh jiwa ragaku kamu akan meninggalkanku. !!" ucap Bora berkaca-kaca..
Al menggeleng tak suka dengan kata-kata terakhir Bora..
"kamu bagian dari masa laluku sayang.. kamu pernah menyelamatkanku...!! " jawab Al menghapus air mata Bora..
"menyelamatkanmu..?? aku nggak pernah merasa menyelamatkanmu Al.. " isak Bora terlihat bingung dengan mata memerahnya..
Al tampak ragu menceritakannya,, "justru akulah yang takut kamu akan meninggalkanku jika tau siapa Aku sayang...!! "
bora mengerutkan keningnya,, "hah...? "
"bisa beri aku waktu sebentar lagi sayang...? aku belum siap...!! aku nggak kuat melihat tatapan mu berubah benci padaku nantinya.. membayangkan itu sudah membuatku gila sayang.. " pinta Al memelas..
"apa kamu nggak percaya padaku Al..? kamu sudah memiliki jiwa ragaku apa yang membuatmu ragu..? kalaupun aku marah tapi rasa cintaku pasti lebih besar dari apa yang kamu takutkan itu.. kamu pria sejati Al.. tanggung jawab dengan apa yang sudah kamu lakukan padaku.. harga diriku nggak bisa dibeli Al.. "
"sekalipun kamu memberiku emas,berlian dan uang berlimpah.. rasa cintaku padamu sudah ada saat kamu menjadi kesatria hitamku...! jauh sebelum aku tau kamu adalah sosok pria yang begitu hebat...!! "
__ADS_1
.
.