
Al tiba di mansionnya dan disambut oleh Raja yang tengah belajar Online,,
"Papa...?? " sapa Raja melambaikan tangannya..
"hai... son. !! papa dan mama akan keluar menghadiri pesta pertunangan. kamu nggak apa sendiri bersama kak baby son..? " tanya Al sudah berjongkok di depan Raja..
"tentu saja boleh pa...!! Raja kan bentar lagi udah punya adek.. harus mandiri dong. iya kan pa..? "
Al terkekeh dan mengusap kepala Raja,, "besok kita akan pergi ke makam seseorang.. kamu harus ikut. !!"
"makam...?? " beo Raja dengan bingung..
"hnm... papa akan ceritakan besok. fokuslah dengan belajarmu.. papa mau menemui mama mu terlebih dahulu..! "
Raja mengangguk-ngangguk tanda dirinya mengerti walaupun belum faham maksud papanya membawanya ke makam seseorang..
"apa kakek dan nenek ya.? " gumam Raja menoleh ke papanya yang sudah berlari menaiki tangga..
Raja pun menggeleng kepalanya dan kembali fokus belajar..
Al tiba di kamar nya dan Bora..
"sayang...! apa kamu sudah si....? " Al menerobos masuk dan betapa terkejutnya Al melihat Bora sudah cantik dengan gaun pemberiannya itu..
"aku udah siap hubby.. ayo kita berangkat. ! tapi bajumu mana...?? " tanya Bora dengan heran melihat Al hanya memakai kemeja putih dengan dasi berbentuk pita, celananya senada dengan gaun Bora..
"ada di mobil kita sayang..!! " jawab Al berjalan ke arah Bora dengan mata tak berkedip..
Bora memang selalu tampil cantik tapi tetap saja sekarang berbeda, Bora tengah berbadan 2 dan makin terlihat sexy dimata Al.
"kamu sexy sekali sayang." puji Al memeluk Bora dari belakang lalu mulai mengendus dan menciumi tengkuk bora.
Bora terbelalak,, "Bahaya... aku dalam bahaya....!! " batin Bora berteriak..
"Hubby. nanti kita terlambat. ayo kita berangkat...!! " alih Bora memutar tubuhnya menghadap Al...
Al menatap dalam manik mata Bora, mereka tak bisa lagi merapat kalau udah berhadapan karna perut bora sudah jadi halangan nya..
"kenapa...?? " tanya Bora salah tingkah...
Al tersenyum lembut dan mencium kening Bora dengan penuh kasih sayang,
"aku minta maaf selalu mengurungmu sayang.. !!" ucap Al sungguh-sungguh.
Bora tertegun sebentar lalu tersenyum manis menunjukkan deretan giginya yang rapi..
"ayo kita berangkat..!! lagian kenapa kamu minta maaf padaku hubby..? aku tau kamu sangat menghargaiku dan takut terjadi sesuatu denganku. jadi aku nggak marah padamu aku juga nggak membencimu kok.. !!" cengir Bora begitu menggemaskan.
Al pun mencium bibir Bora dan mel*matnya dengan lembut. Bora mengerjab-ngerjabkan matanya namun persekian detiknya juga ikut memejamkan mata membiarkan Al mengambil madu dibibirnya..
.
__ADS_1
.
Al melepaskan ciumannya dan tersenyum menatap Bora yang sudah membuka matanya.
"kamu buat lipstik aku luntur...!! " kesal Bora memegang bibirnya sendiri..
Al terkekeh saat Bora kembali ke kaca riasnya dan memakai lipstik sedikit menambah bibirnya supaya merah merona alami.
"apa kamu lupa bibirmu sudah merah sayang.. kenapa pakai lipstik...?? " gemas Al..
"karna aku suka...!! " jawab Bora merentangkan tangannya dengan girang..
Al tak kuasa menahan gelak tawanya, Bora mengerucutkan bibirnya...
"ayo kita berangkat...!! " ajak Bora berjalan mendekati pintu namun Al menahan pergelangan tangan Bora.
"kenapa lagi...?? " tanya Bora..
"kenapa kamu pakai heels sayang...?? " tanya Al tak suka..
"jadi aku pakai apa..?? " tanya Bora balik..
Al memapah Bora ke sofa setelah memastikan istrinya duduk di Sofa, Al berlari ke ruangan sepatu khusus untuk Bora..
Bora terbelalak saat Al kembali malah membawa sepatu hitam yang tingginya hanya 5 Cm saja..
"Al.. aku kenapa pakai sepatu begituan.. ? nggak cocok sama tema pesta nya dong...!! " protes Bora.
percuma juga Bora protes,mengomel kalau pada akhirnya Al lah yang menang..
.
"banyak wartawan disana sayang.. kamu siap dengan banyaknya kamera...?? " tanya Al dengan serius..
Bora mengerutkan Keningnya melihat Al dengan bingung..
"kenapa bertanya begitu seolah aku nggak terbiasa dengan banyak kamera..? halo... Al... Aku Dewi Debora.. artis papan atas yang dihargai tanah air.. aku sudah terbiasa dengan banyak kamera Al...!! " kesal Bora lalu memanyunkan bibirnya sebab Al begitu meremehkannya..
Al tertawa lebar,, "maaf sayang.. aku hanya menggodamu.. siapa tau kamu gugup."
Al melebarkan matanya, lalu tak terima dan memukul-mukul dada bidang Al yang mengerjainya..
Al tak lari sebab mereka tengah menuruni tangga, ia hanya tertawa cekikikan melihat wajah merah Bora yang sedang marah..
.
.
.
kini Bora dan Al sudah tiba di mobil mewah yang akan membawa mereka ke tempat tujuan,
__ADS_1
"hati-hati ya Pa ..Ma..!! " teriak Raja melambai ke papa mamanya, disamping Raja ada Baby yang juga tersenyum ke arah mereka..
"baik-baik di rumah son...!! " peringatan Al..
Bora hanya memberikan tanda hati ke Raja yang mengerti cekikikan geli sambil manggut-manggut senang..
Fito membukakan pintu untuk tuan dan nyonya masuk, setelah memastikan boss nya masuk ke dalam mobil barulah Fito memasuki mobil itu tapi duduk di depan..
hanya butuh waktu 20 menit mereka sudah tiba di acara besar pertunangan pengusaha hebat yang juga diakui negara..
melihat mobil Al tentu mereka memotret pasangan yang akan keluar dari mobil itu, pasangan fenomenal yang di irikan oleh negara bahkan dunia juga tau siapa mereka lewat majalah internasional hanya negara yang buta teknologi lah yang tak mengenal mereka..
"Dewi Bora...!! Bora.. "
"Bora.... Kamu cantik sekali... Bora....!! "
banyak teriakan fans yang memang menunggu Bora di halaman pesta, mereka tidak boleh masuk jadi hanya begitulah antusias mereka demi melihat sang idola
Al merangkul pinggang Bora dengan posesif, Wajahnya hanya datar seperti triplek saja hanya Bora yang tersenyum manis melambai kesana-kemari menyapa fans setia nya..
"berapa usia kandungan anda Nyonya Moland..?? " tanya reporter dengan semangat.
Bora tersenyum dan menjawab,, "7 bulan...!! "
ada reporter yang ingin bertanya lagi tapi Al sudah mengangkat tangannya pertanda tak boleh ada yang bertanya..
"maaf.. saya harus bawa istri saya masuk,. dia nggak boleh berdiri terlalu lama...! " ujar Al dengan arogan khasnya..
Bora tersenyum kikuk ke arah kamera, bagaimana bisa Al membuatnya malu didepan wartawan dengan sikap posesifnya..
padahal mereka bukannya mengejek Bora melainkan iri dengan perhatian Al yang diberikan pada Bora..
"ayo sayang...!! " ajak Al memapah Bora berjalan masuk ke aula pesta yang ada didalam hotel mewah..
"manis sekali."
"aku iri. "
begitulah rata-rata jeritan, teriakan fans begitu heboh dengan idolanya yang mendapatkan pria idaman semua wanita.
"kenapa kamu bicara begitu didepan umum..? " desis Bora dengan gigi merapat.
"aku hanya melakukan apa yang menurutku benar sayang.. aku nggak mau kamu terluka, lelah dan capek berdiri, kamu nggak ingat apa yang dikatakan dokter?"
Bora mendengus sebal membalasnya. bisa apa dirinya kalau Al sudah membahas perkataan dokter...
.
.
.
__ADS_1