
.
.
"haish.. dunia sudah tau kalau kalian itu nggak pernah
akur...!! " gerutu Kara..
"sudahlah.. percuma saja mau mengelak, nama baikku bisa rusak karna artis tengik itu.. aku akan tetap pemotretan setelah itu rekaman Iklan.. biarkan saja rekaman iklannya sendiri-sendiri.. aku yakin pemikiran kami akan berbeda..!! "
"iya tentu saja.. kalau kamu memikirkan bagaimana perhiasan itu bisa terjual habis. dia hanya membanggakan tubuhnya dengan perhiasan mencolok seperti ini.. aku yakin nggak bakalan cocok..!! " celoteh kesal Kara..
"sejak kapan kamu jadi bawel Kara...?? " gemas Bora mencubit pipi Kara..
"heii... apa yang kalian lakukan. ? kenapa ganti baju bisa lama sekali hah...?? " teriak Lila..
"iya.. kak.. sebentar lagi...!! " sahut Kara..
"iya Kak.. gaun ini milik desaigner Kejora.. jadi harus hati-hati...!! " sambung Bora..
"aah... iya.. kamu benar bora.. emang harus hati-hati ya..?? jangan terburu-buru.. bisa bahaya kalau rusak gaun semahal itu..!! " teriak Lila jadi mengerti..
Kini Lila kembali ke sofa dan percaya alasan bora lama ganti baju karna masalah hati-hati dengan gaunnya.
"kamu benar-benar dewi Debora yang sangat jago Akting Bora...!! " puji Kara dengan takjub..
"tentu saja.. julukan artis populer dan jago akting memang pantas untuk princess debora dan Ratu drama juga adalah milik dewi debora..!! " narsis Bora..
Kara mengangguk setuju dan membenarkan gaun Bora yang sangat megah seperti mau pergi ke pesta besar dimalam hari saja padahal masih siang hari..
.
.
Bora keluar dari ruangan make upnya dengan penampilan glamornya, sepasang mata menatap sinis ke Bora..
"Bora.. rekanmu..?? " pekik kaget Lila..
Bora menatap tajam Lila hingga si empunya dengan cepat mengalihkan pandangan ke arah Kara. Kara tersenyum canggung karna sudah menutupi siapa rekan kerja Bora.
Bora mengabaikan tatapan sinis itu..
"dasar ratu glamor." umpat Liona dengan tajam..
Asisten Liona bernama Opi pun diam saja menatap Liona, malah tak bisa menutup mata akan kecantikan Bora yang sangat bersinar..
"ingin sekali aku mencincang wajahnya itu menggores-goresnya dengan membentuk kata jelek... sial.. kenapa gaunku bukan yang itu...!! ??" tanya Liona ke Opi..
__ADS_1
"kalau sama nggak akan menarik Liona." ujar opi seolah merendahkan pakaian Bora..
sebenarnya Opi suka dengan gaun Bora yang indah dan tertutup namun terlihat elegan seperti seorang ratu dari kerajaan tetangga tapi kalau masih sayang dengan pekerjaannya. Opi harus berbohongkan.?
"benar juga.. bagaimana pun aku dewi bohai. kalau sama seperti itu nggak akan cocok dengan julukanku...!! " bangga diri Liona..
Opi membenahi kalung Liona dan memuji Liona dengan habis-habisan dengan begitu Liona akan senang. Liona tipikal orang yang senang di puji walaupun harus merendahkan harga dirinya
karna pakaiannya yang sexy itu tak berbeda seperti bertel*nj*ng..
Lila menarik lengan Kara sedikit menjauh dari Bora. bora berbincang dengan tim pemotretan. mereka sengaja mengundang Liona sebagai lawan Bora dalam akting ini..
"maaf Bora.. kami tau kalian tidak berhubungan baik dengan begitu akan sangat mudah jika kita melakukan pemotretan.. disini kalian seperti sedang bermusuhan memperebutkan perhiasan keluaran terbaru JayaAiden...!! apa kamu keberatan Bora..?? "
"kami memang musuhan.. aku sangat tak suka dengan caranya yang ingin lebih dariku." batin Bora tapi tersenyum pada pembuat naskah rekaman iklan..
"tidak keberatan Kak.. anda memang sangat teliti...!! saya mengerti tujuan anda.. kami harus profesional kan? dengan begitu iklan ini akan berjalan sukses.. !!" jawab bora.. .
.
"Pemotretan di mulai...!! kita mulai pemotrertan 2 artis utama kita."
"kenapa kamu bisa sangat tinggi..?? " tanya Liona dengan sinis melihat tinggi badan Bora..
"heels setinggi 7 Cm Kak senior..!!" jawab Bora yang sudah tau isi kepala Liona..
"Opi siapkan heels 20 Cm cepat." titah Liona..
Bora memutar bola matanya malas dan berjalan kearah pemotretan.. Liona memperhatikan penampilan Bora yang sangat cantik seperti tuan putri raja aja dengan pandangan tak suka.
"mana Liona Bora..? " tanya Salim..
"bisalah lah pak. dia sedang mencari heels 20 cm biar melebihi saya..!!! " keluh Bora..
"bagaimana mungkin...?? " tanya Salim salah satu mendapatkan julukan si pemotret handal..
Bora mengangguk membenarkan. Salim mengumpat pelan, selama ini dia hanya mendengar rumor Bora dan Liona memang tidak akur tapi melihat secara langsung itu sangat membuktikan dengan perdebatan awal mereka yang satu dipuncak yang satu ingin merangkak ke atas puncak dengan mencari keburukan Bora ..
semua anggota Kru iklan menatap aneh ke Liona yang memakai heels setinggi 27 Cm. benar-benar sangat tinggi sampai Opi memapah Liona berjalan..
"bisa kita mulai..?? " tanya salim..
Liona mengangguk anggun, Kara dan Lila ingin muntah melihat hal itu sedangkan Bora terlihat tak peduli akan sekitarnya..
.
.
__ADS_1
"apa kalian nggak bisa akur sebentar saja hah...??" tanya Salim dengan wajah datar..
"bisa Pak." jawab Bora dan Liona kompak..
"lampu nya tolong sorot ke saya ya pak biar wajah saya terlihat bersinar." pinta Liona dengan sombongnya..
"kenapa wajah yang bersinar..? ini iklan perhiasan bukan iklan bedak atau bersinar karna di make up...!!! " potong Salim dengan tangan terkepal..
Liona tersenyum kaku dan mulai berusaha menjelaskan alasannya yang tak dimengerti bagi IQ yang kalangan menengah kebawah hanya IQ diatas rata-rata yang bisa mengerti penjelasan Liona..
(maksudnya penjelasan yang tak dimasuk akal)
satu jam pemotretan
Liona dengan heboh menyambut pacarnya yang hanya berwajah tua namun banyak uangnya..
"sayang...?? " teriak Liona dengan manja..
Suara cempreng Liona memekakkan gendang telinga. Bora menutup telinganya. Kara dan Lila menggeleng kesal kepalanya kearah Liona..
"pria tua begitu dibanggakan.. dia nggak tau bagaimana tampannya tuan Al dan kayanya tuan Al juga." dumel Kara..
"biarkan saja.. aku ingin muntah melihat mereka berciuman penuh nafsu gitu didepan banyak orang.. apa dia pikir ini sedang syuting...? " sambung Lila juga..
Bora terlihat biasa saja melihat itu malah Salim minta Bora pemotretan ulang karna dikacaukan oleh Liona yang malah memamerkan tubuhnya bukan perhiasan nya..
"kenapa kamu lama sekali datangnya..?? " tanya Liona dengan nada menggoda..
Lerik memejamkan matanya dengan godaan Liona seperti membangunkan singa yang sedang tidur..
"ayo kita kemobil..!! " bisik Lerik..
Liona malah terkekeh bangga berhasil membuat hasrat lerik naik begitu memuncak. Liona malah menarik lerik dan membawanya ke ruangan khususnya lalu menguncinya supaya tidak ada yang mengganggu
dan berbuat enaklah ditempat ruangan ganti baju..
.
.
sementara Kara membelalakkan mata saat dapat pesan baru dari Al..
"kalian syuting dimana..? aku bawa banyak burger dan pizza...!! " pesan Al dihp Bora..
Kara memegangnya dan tau sandi hp Bora, Lila yang penasaran mengintip..
"balas cepat.. dengan begitu kita bisa pamer kekasih Bora sangatlah tampan mengalahkan pria brengsek penggila tubuh wanita itu." bisik Lila dengan semangat..
__ADS_1
.
.