
.
saat tim penata rias sudah pergi tinggalah Bora, Kara dan Lila di ruangan..
"bora Kenapa kamu bilang tuan Al suamimu..?? " tanya Lila berbisik takut terdengar oleh orang lain walaupun tempat ini kedap suara.
"iya.. untung aja aku bisa tertawa lepas ketularan bisa akting sepertimu kalau enggak gimana? bisa bahaya...!! " sahut Kara juga..
Bora menghela nafas panjang,,"lagian mereka juga nggak percaya...!! "
"kakak hanya takut ada yang menganggapnya serius. dimana cincin pernikahanmu..?? " tanya Lila berbisik pelan..
"ada di apartemen.. aku nggak mau itu hilang.. !!" jawab Bora dengan enteng..
"baguslah.. banyak orang ternama disini. aku takut mereka mengenali model cincinmu yang tak normal itu harganya.!! "
"emang berapa harga cincinku kak...?? " tanya bora..
"Aku melihat di tv Bora.. itu cincin buatan Haris Paris seharga 1M dirupiahkan.. lihatlah cincin pernikahan pria nya juga ada berlian kecilnya.. itu berlian murni Bora.. harganya sangatlah fantastis. " sambung Kara.
Bora melebarkan matanya,, "kenapa bisa semahal itu..? aku mengira memang mahal tapi nggak menyangka harganya semahal itu. " gumam Bora pelan..
"Ya Tuhan.. Al ... berapa kekayaanmu sesungguhnya..? harga cincin berlian 969M dan cincin pernikahan 1M
kenapa Al sangat mudah menghamburkan uang Milyaran..? " batin Bora.
"iya Bora.. Cincin itu juga ada di JayaAiden harganya 100JT tapi itu nggak asli Bora hanya batu permata biasa. milikmu itu asli Bora berlian murni dan didalam berlian itu ada kerlap-kerlip itulah bedanya dengan cincin di JayaAiden...!!' sahut Lila lagi..
"jadi bagaimana kalian bisa mencari tau cincin pernikahanku..?? " tanya Bora berbisik penasaran..
"kakak pernah melihat cincin itu di JayaAiden saat di pameran. tapi kakak merasa milikmu berbeda.. hingga kakak dan kara mencari tau... !!" jawab Lila..
"tuan Al sangat kaya Bora.. itu sebabnya dia nggak mau jadi aktor karna penghasilannya bukan dari burger pasti dari hal lain ! pantas aja Tuan Al bisa membuat rumah semegah itu dan juga dia pemilik hutan Raja !! " bisik Kara..
mereka sibuk berbincang hingga ketukan pintu membuyarkan percakapan serius mereka,
"saatnya pemotretan Bora..!! " teriak dari luar pintu.
"eeh... iya kak... " sahut Bora juga berteriak..
"sudah jangan bergosip lagi.. ayo kita berangkat...!! " ajak Bora..
.
.
Bora melakukan pemotretan handbody sangat wangi dan terasa lembut..
__ADS_1
"Liona apa yang kamu lakukan disini...?? " tanya Opi berbisik pelan.
Liona sedang menyamar menutupi wajahnya supaya tidak dikenali orang.
"diamlah aku ingin bertemu kekasih si Bora kau tau aku tidak bisa melupakan wajahnya.. tidak ada yang tau dimana tinggalnya aku akan melihatnya kalau didekat bora.. dia pasti datang kemari...!! "
"tidak ada Liona.. tuan tampan itu memang nggak bisa dicari dan sekarang juga udah malam.. besok kamu ada syuting film.. lupakan saja itu bukankah sebentar lagi ada acara awards.. kamu harus buktikan kalau kamu lebih baik dari Bora....!! "
"Aah.. iya... 1 bulan lagi acara awards ya. ? aku harus bisa meraih kepopuleran lebih tinggi dari Bora.. semua pria mendekatinya karna kaya dan populer kalau udah miskin, tuan tampan itu pasti beralih padaku. "
"iya.. itu pasti Liona.. ayo kita pulang...!! " ajak Opi..
"ya.. baiklah aku mau pulang. " jawab Liona bersemangat..
Liona bertekad untuk mendapatkan posisi artis terpopuler dan terbaik, ingin menggeser posisi Bora tahun semalam dengan begitu dia berpikir Al akan sedikit meliriknya tanpa tau apa-apa bagaimana Al bisa jatuh cinta pada Bora ia mengira Al jatuh cinta pada bora karna kepopulerannya..
.
.
.
Bora menyelesaikan syuting iklannya dengan baik,
kini Bora sudah tiba di apartemen sekitar jam 10 malam drama terbarunya dengan ballar memang terkenal sampai sekarang masih tayang di luar negri. berkat ini Bora menghasilkan banyak uang tapi belum apa-apa dibanding Al yang gampang menghamburkan uang milyaran.
"apa Al sangat menderita...?? " gumamnya lagi..
"Aaaahhh.....!! " jerit kaget Bora saat masuk dikamarnya ada sosok yang sedang dia rindukan..
"Al...?? kenapa kamu bisa disini...? bagaimana dengan Raja...? " tanya Bora
"kamu membuatku menderita sayang.. sekarang kamu harus bertanggung jawab...!! " ucap Al dengan tatapan mata kucingnya yang sangat menggemaskan...
Bora tersenyum,, "maaf Al.. tanggung jawab bagaimana..? kapan kamu mau menunjukkan diri pada publik dengan statusmu yang sebenarnya..? aku takut saat aku mengekesposmu terjadi sesuatu.. dunia belum tau hubungan kita sebenarnya.. jika aku hamil bagaimana..?? "
"aku akan bertanggung jawab bukan..? apa kamu tidak mau hamil anakku..? " tanya Al berjalan mendekati Bora..
bora tak mengelak dia hanya diam ditempat..
"tapi Al aku takut dibilang perempuan nggak benar kalau berita kehamilanku diketahui..!! " cicit Bora..
"aku bisa menutupinya sayang....!! salah siapa..? aku sudah berhasil menahan hasratku untuk memilikimu seutuhnya tapi kamu malah membangunkan hasratku..!!" desah sexy Al.
Bora meneguk salivanya bersusah payah melihat tatapan Al kini begitu berhasrat..
"Al...?? bagaimana dengan Raja..?? " tanya Bora serius..
__ADS_1
"Raja baik-baik saja.. Aku menggendongnya dan membawanya ke Rumah bagas. " jawab Al perlahan mengendus leher bora..
"Al.. aku masih ada syuting iklan besok, bagian leherku akan terlihat .. aku nggak mau ada jejak...!! " protes Bora padahal Al belum apa-apain leher Bora..
"aku mengerti... aku tidak akan membuatnya berjejak...!! "bisik Al menghembus telinga bora hingga bora merinding dengan perlakuan Al...
"Al...?? aku belum mandi. " protes bora lagi.
"tubuhmu sangat wangi sayang. nggak mandi 2 hari kamu nggak akan bau." balas Al..
"bagaimana bisa..?? aku nggak pernah melakukan itu.. aku rajin mandi Al.. bahkan setiap pulang kerja...!! " protes Bora tak terima dibilang tak mandi 2 hari..
"tubuhmu wangi teh hijau bercampur mawar sayang. kamu sangat wangi." bisik Al mulai menciumi leher bora
"teh hijau..? mawar merah..? wangi apa itu..? " gumam-gumam bora..
bora menggeliat dengan perlakuan manis Al,, "Al...? jangan berjejak ku mohon...!! " pinta Bora.
"hhmmm." jawab Al perlahan melepaskan baju bora..
Bora tak bisa apa-apa lagi, beginilah akibat dirinya memancing hasrat Al. bora benar-benar tidak tau telinga Al adalah bagian sensitifnya..
"Al...??? uuugghhh.....!!! "
Al menggendong bora ke ranjang nya dan merebahkan bora secara perlahan..
"aku akan lakukan secara perlahan. " bisik Al..
Bora benar-benar panik saat ini. disisi lain dia belum siap memberikan dirinya pada Al tapi disisi lain Bora tak tega dengan tatapan Al yang terlihat menderita..
"aku nggak mau Al mencari wanita lain untuk melepaskan hasratnya.. yaah... teguhkan hatimu Bora.. Al suamimu bukan pacarmu... untuk apa bersikeras melarangnya meminta haknya... !!" batin Bora
Bora terpesona saat Al membuka baju atasnya. tubuh Al sangatlah bagus ini pertama kalinya Bora melihat tubuh Al yang bertelanj*ng dada..
Bora meraba tubuh Al secara hati-hati, tatapannya benar-benar tak berkedip..
"bagaimana caramu merawat tubuhmu Al..?? " tanya bora lalu menatap mata Al..
"udah bermainnya...? " tanya Al dengan suara beratnya..
Bora meneguk salivanya sendiri,, "maaf....!! "
"kenapa minta maaf sayang.. ?" tanya Al menciumi tangan bora yang meraba tubuhnya..
Bora tak bisa menjawab lagi saat Al mendekati wajahnya.
.
__ADS_1
.