
.
.
Bora duduk manis di meja makan yang ada didapurnya, Bora melihat Al yang sedang masak makanan sehat untuknya.
"berat badanku nambah karnamu Al...!! " adu Bora memegang pinggang kecilnya .
Al melirik Bora sekilas lalu kembali fokus dengan masakannya.
"memangnya aku melakukan apa sayang...? kamulah yang makan kayak kelinci kelaparan waktu di restaurant itu...!! " kekeh Al..
Bora mengerucutkan bibirnya..
"nanti sore aku akan olahraga...!! "
Al tersenyum lagi.
"pinggangmu udah kecil bora bagaimana kamu bisa tau berat badanmu naik..? "
"kan ada timbangan...!! " jawab Bora.
"berapa naiknya..?? " tanya Al..
"2 kg...!! " jawab Bora menggembungkan pipinya.
Al mengerutkan keningnya..
"apa pekerjaan kalian benar-benar harus menjaga bentuk tubuh...?? " tanya Al..
Bora mengangguk lalu menggeleng hingga Al bingung mana jawabannya.
"maksudnya ..?" tanya Al..
"sebenarnya banyak juga Artis yang gemuk tapi bagi kami para pemeran utama dalam drama atau film memiliki bentuk tubuh yang gemuk akan kesulitan mencari pakaian.. terutama saat ada scene memakai gaun malam.. kan nggak lucu pemeran utama perempuannya gemuk...!! " jelas Bora.
"benarkah...? aku nggak memperhatikan itu...!! " gumam Al seolah baru tau hal yang dibilang Bora tadi.
"Iya Hubby...!! " sahut Bora lagi.
"terus bagaimana jika kamu hamil sayang..?? kamu akan gemuk kan..? malah buncit selama 9 bulan...!! " tanya Al serius.
"kalau itu nggak masalah Al.. mana mungkin aku hamil tetap syuting.. ya aku pasti istirahatlah...!! Cuti panjang...!! " jawab Bora
Al mengangguk mengerti.
Al meletakkan sarapan sehat untuk Bora, telur bulat, jagung rebus dan roti tawar beserta selainya Al sudah tau makanan sehat untuk tubuh Bora.
"apa masih perih..? jalanmu udah baikan sayang..? " tanya Al melihat kaki Bora.
Bora menyeringai lebar..
"minumanmu benar-benar mujarab Al.. udah nggak sakit lagi.. seperti katamu tubuhku bugar lagi. .!!"
"syukurlah...!! " ucap Al.
"Hubby...?? " panggil Bora.
__ADS_1
"hmm...? " Al menoleh ke Bora.
"bagaimana kamu bisa membuat minuman sehat seperti itu..? sebelumnya kamu membuat sup ikan untukku supaya kepalaku nggak sakit.. kenapa kamu bisa tau penawar murninya Hubby tanpa bantuan Pil Obat...?? " tanya Bora penasaran.
"dulu Raja sering sakit karna nggak minum ASI dari ibunya.. jadi aku belajar membuatkan minuman untuk sedikit meredakan atau menyembuhkannya.! " jawab Al
"apa nggak ada ibu ASI? " tanya Bora..
"Raja bukan anak yang mudah didekati orang lain lagian saat itu aku masih remaja, jadi belum berpengalaman mencari wanita yang bisa memberi ASI nya ke Raja...!! " jawab Al dengan pelan.
"benarkah...? raja sangat beruntung memilikimu.. walaupun dia nggak punya ibu...!! " puji Bora dengan tulus.
Al menatap Bora..
"Hubby.. Raja pasti akan tumbuh menjadi pria yang kuat dan hebat sepertimu.. dia sudah melalui masa sulitnya tidak memiliki mama sejak kecil, sekarang biarkan aku yang memberinya kasih sayang seorang ibu... walaupun aku nggak berpengalaman tapi aku seorang perempuan yang akan menjadi ibu suatu saat nanti... anggap aja melatih diriku sendiri supaya lebih dewasa...!! " ucap Bora dengan serius memegang tangan Al.
Al tersenyum haru sebab gadis kecilnya begitu bijak. "kita akan besarkan Raja bersama-sama ! "
Bora mengangguk..
"Raja anakku dan anakmu jangan bahas apapun pada orang lain..!!"
"ya... Raja anak kita berdua..!! bahkan aku nggak akan pernah mengatakan siapa Raja pada anak-anak kita nantinya.. raja adalah kakak tertua mereka dan nggak akan berubah seorang kakak yang akan memberi kasih sayang berlimpah pada adik-adiknya ! "
Bora tersenyum manis..
"aku jadi merindukannya...!! " gumam Bora..
Al tertawa pelan lalu mengusap pipi Bora.
.
.
"kenapa kamu bisa pandai memasak Al...?? " tanya Bora heran.
"kenapa...?? aku sudah terbiasa sayang...!! " jawab Al dengan gemas mencubit pipi Bora.
"aku nggak bisa masak tapi kamu yang masak, apa Raja nggak akan malu punya mama yang nggak bisa masak...?? " cicit Bora.
Al menggeleng kepalanya..
"sayang... raja nggak akan pernah berpikir seperti itu.. bukankah kamu bisa memberinya adik baru..? aku hanya bisa membuatnya terkadang ada hal yang nggak bisa aku lakukan sayang mengandung adik baru untuk Raja aku nggak bisa...!! "
Bora mengerutkan keningnya lalu tertawa terbahak-bahak seketika membayangkan perut kotak-kotak Al membuncit karna mengandung anak.
Al tersenyum, ia hanya menghibur Bora dengan kata-kata vulgarnya.
"baiklah.. aku akan memberimu Anak dan Raja adik baru aku bisa menghasilkan uang dan kamulah menjadi Papa Rumah Tangga di keluarga kecil kita.. Ok...? "
Al tergelak,
sebenarnya mereka berdua menganggur pun tidak masalah karna penghasilan mereka selama ini bisa untuk biaya hidup sampai tiada.
"baiklah Istriku tercinta.. aku kembali ya.. semangat bekerja nya! nanti siang aku akan datang kirimkan alamat tempat kerja mu ya...? "
Bora mengangguk lalu melambaikan tangannya ke Al yang sudah masuk Lift..l
__ADS_1
"sebenarnya apa pekerjaanmu Al..? kenapa pemilik restaurant mewah itu begitu sopan padamu.? seolah kamu adalah boss besar mereka.? "
gumam Bora.
"atau jangan-jangan restaurant itu milik Al Group juga ?? " gumam Bora terbelalak seketika.
"aaah... enggak.. enggak.. mana mungkin...!! " geleng-geleng kepala Bora.
Bora kembali ke kamarnya dan pipinya memerah lagi membayangkan pergelutan panas mereka tadi malam, bora mengibas-ngibaskan selimutnya lalu terperangah melihat bercak darah di seprainya.
"Astagah.. jadi ini namanya dar*h peraw*n itu...!! "
Bora segera mengganti alas kasur dan seprainya dan memasukkannya ke mesin cuci.
"apa Al tau ya...? " gumam Bora.
"iya.. pasti dia tau, aku sampai menangis malam itu..!!" lanjutnya lagi.
Al tiba di rumahnya bagas sambil bersenandung pelan, ia begitu semangat saat ini.
"Al...?? " panggil Bagas..
"Raja udah berangkat sekolah...? " tanya Al.
"iya.. koki dapurku menyiapkan makan siang untuknya.. tapi sepertinya dia terlihat tidak bersemangat melihat makanan itu walaupun dia mengucapkan terimakasih dan menerimanya, apa makanan yang biasanya kamu buatkan untuknya...? " tanya Bagas.
"dia hanya makan masakanku Bagas.. !!" jawab Al singkat..
"yaaa.. kalau begitu sana belanja dan masak makanan enak untuknya dan antarkan ke sekolahnya dia pulang sampai sore.. aku takutnya dia nggak memakannya tapi malah memberikannya pada orang lain...!! "
"hhmmm... aku pulang ya..? " izin Al dengan senyum bahagianya.
"eeeh.. iya...!! " jawab Bagas menatap bingung kepergian Al.
kalau di rumah mereka akan bersikap seperti teman berbeda kalau Bagas di kantor kedatangan Al, bagas akan bersikap formal. Al sih tidak masalah apapun yang dilakukan Bagas, asalkan bagas senang pikirnya..
"kenapa dia...?? kayak menang lotre aja...!! " decak pelan Bagas.
Bagas melebarkan matanya seketika,
"apa dia sudah mendapatkan Bora seutuhnya..?? "
Bagas berdecak kesal tak memiliki pasangan,, "sepertinya aku harus lebih berusaha lagi mendapatkan pujaan hati yang bisa menjawab pertanyaanku...!! ".
.
.
Al melajukan mobilnya ke supermarket dengan penyamaran sempurnanya, Al tak peduli ditatap aneh oleh orang lain, asalkan dia tak di kenali itu sudah cukup baginya..
Al belanja dengan tenang layaknya seorang Koki handal mencari sayuran yang sehat tanpa pengawet dan Ayam potong yang sudah bersih .
"masak Ayam geprek...!! " gumam Al tersenyum tampan dibalik maskernya.
.
.
__ADS_1
.