
"aku nggak bermaksud begitu sayang... aku hanya takut kamu tau siapa aku sayang..!! " bantah Al memeluk Bora dengan erat..
Bora sebenarnya penasaran siapa Al tapi dia harus bisa membujuk Al kalau semua akan baik-baik saja meski Al memberitaunya..
"aku janji Al.. aku nggak akan marah.. justru aku malah nggak suka dengan pendirianmu yang seperti ini.. kita bukan anak-anak Al. kita sudah terikat namanya pernikahan.. jangan ditanyakan hati kita yang sudah menyatu. kalau kamu mencintaiku dan percaya aku juga mencintaimu kamu harus berani jujur padaku Hubby. "
"aku istrimu.. nggak tau apa-apa tentangmu benar-benar membuatku tidak berguna.. jujur saja padaku Hubby.. semua akan baik-baik aja...!! "
Al menatap mata bora dengan lemah seolah tak berdaya. Bora terkejut dengan tatapan Al.
"kenapa Al...? siapa kamu..? aku merasa nggak pernah menyelamatkanmu..! " tanya Bora penasaran..
"kamu ingat waktu aku pernah bertanya siapa gadis kecil di dompetmu saat itu.? " tanya Al pasrah dengan mata terpejam..
"hhmmm ingat.. kenapa kamu bertanya hal itu .? " tanya Bora makin penasaran.
"aku kakak tampanmu Bora." jawab Al
Bora tampak berpikir sejenak,, "kakak tampanku..?? " beo bora tampak bingung..
"dengarkan aku sayang... aku nggak berani menatapmu jadi aku terpaksa seperti ini...!! " Al membalik tubuhnya membelakangi Bora dan memejamkan matanya..
"Aku Alby Moland Bantara.. sayang.. Putra bungsu keluarga Moland Bantara yang dibantai habis oleh orang-orang yang mengincar perusahaan raksasa ALGroup. waktu itu kamu menyelamatkanku dari tragedi besar itu. satu minggu pelarian kami nggak bisa bersembunyi dengan baik. mereka menyewa pembunuh bayaran untuk membunuh semua keluargaku. kakak kandung dan Kakak iparku terbunuh disitu dan aku putus asa jadi nggak mendengarkan permintaanmu untuk kabur dari situ...!! "
"aku lupa diri saat itu masih ada Raja yang di titipkan kakakku pada sahabat baiknya...!! jika aku terbunuh saat itu entah bagaimana nasib Raja.. dan aku juga yang membuat kakakmu tiada Bora.. maafkan aku... !!"
Al bersimpuh lalu menundukkan wajahnya, air matanya jatuh begitu saja..
"saat aku tau kakakmu meninggal aku melarikan diri tak berani berhadapan denganmu karna aku masih bocah yang tak bisa melindungi diri. aku berjanji setelah berhasil dan kuat aku akan kembali mencarimu Bora.. butuh waktu lama bagiku untuk bisa menemukanmu.. berita tentangmu seperti raib begitu saja.. tidak ada saksi yang melihat tragedi kita saat itu..!!"
"selama itu aku tidak bisa tidur nyenyak Bora.. aku selalu berpikir apa yang kamu lakukan setelah itu..! apa kamu akan membenciku..? aku tidak mendengarkanmu saat itu.. Jika saja aku mendengarkanmu kakakmu nggak akan terbunuh... Ak.. aku... ak.. ku.. menyesal Bora... jika waktu bisa diputar aku ingin melindungi semua keluargaku..!!"
"saat itu aku hanya bocah pengecut yang diancam dengan pisau sudah menggigil ketakutan... aku hanya pengecut yang nggak bisa apa-apa..!!"
__ADS_1
Al menangis sejadi-jadinya mengingat hari itu walaupun Al sudah membunuh semua musuh-musuhnya dan berhasil mendapatkan ALGroup lagi tapi rasa benci itu masih ada.
Al memukul-mukul dadanya yang sakit. sementara Bora di belakang Al juga sudah terduduk lemas, wajahnya memucat. ia tak menyangka Al adalah kakak tampannya selama ini.. air matanya tak terbendung lagi..
disatu sisi dia membenci perilaku Al saat itu karna meninggalkannya sendiri setelah apa yang dia lakukan demi melindungi Al, tapi Bora juga baru tau Al punya masa lalu yang lebih menyakitkan dibanding dirinya..
Bora tersadar dari lamunannya dan melihat punggung Al yang bergetar-getar karna menangis lalu terdengar isak tangis Al seperti seorang anak kecil saja..
"Al...?? " lirih Bora.
benar kata Bora tadi rasa cinta Bora lebih besar dari pada rasa bencinya. berulang kali Al selalu melindunginya. sekarang terjawablah rasa penasaran Bora kenapa Al memilihnya dari sekian banyak wanita diluar sana.
"Al.. sudah... jangan menangis lagi...!! ada aku disini Al.. aku bersamamu dengan raja.. kamu bisa menebus kesalahanmu dengan melindungiku dan anak dari kakakmu.. hanya itu lah tanggung jawabmu Al...!! " Bora memeluk Al dengan erat..
Al terisak,, "aku hanya pengecut Bora.. aku tidak bisa apa-apa saat mereka menancapkan pisau itu di jantung mama dan papaku.. aku takut Bora.. aku takut. !!!"
Bora berpindah tempat hingga dihadapan Al lalu memeluk Al dengan erat..
"aku tau Al. sama sepertiku.. aku juga sama walaupun tidak seperti apa yang kamu rasakan.. aku minta maaf membuatmu membuka luka hatimu lagi.. !"
"aku mencintaimu Bora. aku sudah lama menahan rasa bersalah itu.. disaat aku hampir jatuh kejurang yang terdalam tangisanmu mengingatkanku untuk terus berjuang hingga aku sampai dititik ini....!!! " ucap Al terbata-bata..
Bora menangis jadinya ia tak menyangka perjuangan Al selama ini hanya untuk menjadi kuat dan berkuasa.
Bora melepaskan pelukannya dengan Al..
"aku juga mencintaimu kakak tampan.. terimakasih sudah kembali padaku... !!" balas Bora mengecup bibir Al dengan air mata mereka yang sama-sama mengalir..
"aku yang berterimakasih Bora.. terimakasih sudah bertahan hidup selama ini... sekarang aku sudah kembali menjadi pria yang kuat dan bisa melakukan apapun untukmu... aku bisa melindungimu Bora.. aku bisa...!!! " ucap Al mengusap air mata Bora yang jatuh..
Bora juga menghapus air mata Al..
"iya Al... aku akan bersandar padamu... terimakasih atas segalanya....!! " Bora memeluk Al lagi dengan erat..
__ADS_1
Al membalas pelukan Bora dengan erat pula, mereka menangis mengingat tragedi itu.. memang tidak ada yang bisa menolong mereka kejadian itu begitu cepat dan tiba-tiba sudah berada di rumah sakit begitu saja....
Bora hanya kehilangan kakak nya sudah begitu putus asa bagaimana dengan Al yang kehilangan seluruh keluarganya malah di bunuh didepan matanya jika saat itu Bora diposisi Al sudah bisa dipastikan Bora sudah gila karna depresi...
.
.
.
sekitar jam 5 pagi...
bora terbangun dipelukan Al tanpa memakai busana apapun di balik selimut..
Bora menatap wajah Al yang sangat tampan..
"mata pandanya..? Al sangat sedih....!! Hmmm... kakak tampanku menjadi jauh lebih tampan dari sebelumnya..!! "
"kenapa aku nggak menyadarinya saat Al bertanya siapa gadis di foto itu..? " gumam-gumam Bora mengelus lingkar mata Al..
Bora meraba bulu mata Al, mata Al bergerak merasa terganggu lalu perlahan membuka matanya..
"pagi...?? " sapa Bora dengan senyum secerah mentarinya padahal matahari belum terbit..
Al tersenyum lalu mengecup sayang kening Bora. "pagi..."
"aku mau mandi terus membangunkan Raja.. kamu masak ya...? " pinta Bora dengan manja..
Al masih tersenyum dan mengangguk pelan..
"lepaskan pinggangku...!! " protes Bora..
Al pun melepaskan lilitannya dan Bora langsung berlari melindungi tubuhnya dengan selimut Al yang tertawa kecil dengan tingkah Bora hatinya terasa tenang setelah menceritakan siapa dirinya pada Bora.
__ADS_1
.
.