
Kini Al dan Bora menjemput Raja dan di belakang ada mobil Artis nya mengikuti saat berhenti di sekolah Raja, Kara keluar dari mobil berlari ke arah Al...
"Tuan anda nggak sungguh-sungguh kan bilang Bora harus keluar dari dunia hiburan...? bagaimana nasib kami...? masih ada iklan yang harus di jalankan Bora kalau bora keluar..? kami akan ganti rugi..? "
"di dunia hiburan tiba-tiba keluar itu nggak bisa tuan? anda nggak bercanda kan tuan...? " cecar Kara dengan panik..
Al tersenyum miring lalu menoleh ke Bora yang tengah menyeringai lebar..
"ya... saya hanya bercanda .!" jawab Al singkat..
Kara mengerjab-ngerjabkan matanya lalu menatap Bora yang terkekeh,,
"dia hanya bercanda Kara.. supaya dia bisa keluar dari tempat itu.. kamu lihat sendiri kan bagaimana ganjennya Liona itu terus menatap suamiku...?? " ujar Bora dengan senyum manisnya..
Kara mengangguk-ngangguk mengerti, bagi dunia hiburan kehilangan sosok dewi seperti Bora pasti akan jadi berita yang menggemparkan 8 tahun Bora bekerja di dunia hiburan itu bukan hal mudah,,
banyak yang melihat Al dan Bora sedang bersama. mereka berdecak iri pada Al ataupun Bora. Laki-laki iri pada Al bisa mendapatkan kekasih seperti Bora dan perempuan iri pada Bora yang bisa memiliki kekasih seperti Bora..
"kalau begitu aku harus kembali ke kak Lila.. ingat Bora nanti malam ada pemotretan lagi ya..?? " sumringah Kara
Bora mengangguk pelan lalu melambaikan tangannya..
"saya permisi Tuan...!! " izin Kara tersenyum lebar lalu berlari ke mobil Artis Bora dan pergi dari tempat itu..
"jadi kamu punya jam kosong sekarang Bora..?? " tanya Al dengan senyum tipisnya mengulurkan tangan..
Bora menyambut tangan Al dan mengangguk pelan,, "ayo kita makan siang bersama Raja...!! "
"makan siang bagaimana..? ini namanya makan sore...!! " ralat Al. .
Bora mengerucutkan bibirnya,, "anggap aja makan siang."
Al terkekeh dan mengusap kepala Bora,, "baiklah... kita akan makan siang..!! "
Bora tertawa senang hingga terlihat begitu cantik saat ini Bora memang memakai baju biasa. waktu Al membawa Bora pergi dari pemotretan Bora sudah mengganti baju di ruangan ganti melepas semua perhiasan melekat di tubuhnya. bagaimanapun itu semua hanya untuk pekerjaan bukan milik Bora yang sesungguhnya..
"ayo kita masuk dan pergi ke tempat basket Raja..!! " ajak Al.
"apa mereka tanding saat ini...?? " tanya Bora penasaran..
"bukan sayang... Raja masih belajar...!! " jawab Al..
"berarti hobby Raja basket ya.? " gumam Bora langsung mengerti..
"anak pintar...!! " puji Al mengusap kepala Bora..
"tapi Al nanti banyak yang lihat bagaimana..?? " sergah Bora menghentikan langkah kakinya..
"kamu membuatku terekspos di media dan sekarang kamu takut ada yang melihat kita...?? apa pertanyaanmu wajar sayang...?? " tanya Al dengan senyum mengejeknya..
__ADS_1
Bora nyengir kuda dan Al mengecup kening Bora..
"ayo kita masuk...!! " ajak Al lagi..
kali ini Bora tak protes lagi, memang benar kan apa yang Al katakan. Bora lah yang membuat Al di kenal dunia hingga kembali ke kontrakan kecilnya saja tidak bisa.
"Al kamu apakan wartawan yang mengikuti ku saat itu...?? " tanya Bora penasaran..
"aku....?? hanya menyogoknya...!! " jawab Al santai...
"hmm...?? berapa kamu membayar mereka..?? " tanya Bora lagi..
"2 M untuk mereka bertiga...!! " jawab Al..
Bora membelalakkan matanya,, "apa...?? uang 2M kamu buang begitu saja untuk menyogok wartawan itu...?? kenapa terlalu berlebihan Al..?? "
"malah mereka sempat menolak.. karna menurutnya penghasilan mereka akan melebihi jumlah itu jika berita kita terpampang di media. jadi aku pakai cara terakhir...!! "
"hah...?? cara terakhir bagaimana..?? " tanya Bora bingung bercampur penasaran..
"aku membuat perusahaan kecilnya hancur lebur tanpa bersisa...!! " jawab Al
"apa menurutmu mereka percaya ?" tanya Bora..
"mereka bilang aku membual jadi aku buktikan lalu menyuruh mereka pulang...!! besoknya mereka datang dalam keadaan kacau balau dan menerima tawaran ku dengan syarat mengembalikan perusahaan kecil mereka. !! "
Bora tersenyum kaku entah dia harus senang atau sedih mendengar perkataan Al, mereka berbincang begitu serius mengabaikan tatapan semua anak-anak sekolah dan guru melihat siapa yang dibawa Al masuk ke sekolah ini..
Bora menoleh ke arah tatapan Al dan terperangah melihat desain lapangan basket sekolah ini.
"aku tau ini sekolah nomor 1 di negara kita tapi aku nggak nyangka mereka juga punya lapangan basket yang indah... !!" puji Bora.
Al terkekeh melihat Bora yang suka melihat lapangan basket seperti itu untuk para murid sekolah terbaik ini di kelilingi Bunga indah walau palsu tapi terasa seperti bunga hidup..
"apa ini bunga mawarnya asli..?? " tanya bora.
"Tidak. semua bunga dilapangan basket ini palsu...!! " jawab Al..
Bora mengangguk mengerti,, "terlalu indah untuk dikatakan palsu...!! ' gumam Bora pelan..
"hem....!! " Al pun membenarkan..
"Mama...?? " teriak Raja..
semua murid bisa melihat artis terkenal seperti Bora datang bersama Al dengan begitu hubungan Al dan Bora memang sungguh-sungguh kan..
Bora menoleh dan tersenyum manis. Raja berlari ke arah Bora begitu pun Al dan Bora berjalan cepat ke arah Raja..
"Happ.....!! " Al menangkap tubuh Raja yang hendak memeluk mamanya..
__ADS_1
"papa.. raja mau meluk mama...!! " rengek Raja..
Al tersenyum tipis dan mencubit pipi sebelah Raja.
"badan mu kotor begini mau meluk mama mu hmm...?? kamu mau mamamu pingsan dengan bau keringatmu son..?? "
Raja mengendus-ngendus ketiaknya hingga Bora tertawa lepas melihat itu..
"papa bohong.. badan raja nggak bau... !!" kesal Raja memukul dada Papanya..
Al tertawa lebar berhasil mengerjai anaknya.
"biarkan anakku memelukku Al.. lagian aku juga belum mandi." ujar bora dengan senyum manisnya. .
"wweeekk.. mama ngizinin Raja kok.. lepasin Raja pa...!! "
Al menurunkan Raja lalu tertawa riang melompat memeluk Bora..
"kapan kamu pulang sayang..? kita makan di luar yuk...!! " ajak Bora..
"mauu... Raja udah siap kok tapi Raja mandi dulu ya ma. terus ganti baju."
Bora mengangguk,, "baiklah iblis kecilku."
(Nae : iblis kecilku hanya istilah saja tidak ada hubungannya dengan dunia nyata.. harap mengerti ya? )
Raja menyeringai lebar dan langsung berlari ke arah teman-temannya Raja sekarang punya mama dia bisa menegakkan kepalanya sekarang. sebelumnya Raja jalan selalu menunduk malu karna tak punya mama..
Bora pun berbincang dengan Al mengenai sekolah Raja tapi tetap di sekitar lapangan basket. Deri yang melihat Bora dengan Al pun hanya menonton tak berani mendekat mengganggu kisah asmara mereka..
.
.
sekarang mereka makan sore bertiga di restaurant mewah langganan Al,
"kamu sering kesini Al...?? " tanya Bora
"hmmm.. kami sering makan bertiga dengan bagas..!!" jawab Al mengusap kepala Raja..
Raja mengangguk pada Bora sebagai jawaban..
"aku makan nggak disini.. koneksi untuk bisa menyewa ruangan VVIP terlalu sulit.. kalau makan di tempat umumnya nggak mungkin karna status pekerjaanku bisa saja membuatku tak nyaman buat makan...!! " curhat Bora..
"aku punya koneksi di restaurant ini.. lain kali kalau kamu mau makan disini biar aku pesankan ruangannya...!! " kata Al dengan tenang..
Bora mengangguk semangat sambil tersenyum lebar .
.
__ADS_1
.