
di sekolah Raja sudah menunggu, hari ini dia tidak latihan belajar basket karna Deri ada urusan..
"papa...?? " teriak Raja sumringah.
anak-anak sekolah yang menunggu jemputan melihat itu, sudah biasa mereka begitu iri melihat Raja dijemput papanya bukan seperti mereka yang dijemput supir..
Al tersenyum tipis, Raja yang tadinya mau berlari kearah Al terhenti seketika melihat mobil artis terkenal Bora ada dibelakang motor Al..
"mama...?? " gumam Raja
Bora keluar dari mobilnya hingga anak-anak murid terbelalak kaget. mereka juga suka Bora karna Bora bintang iklan game populer kalangan anak-anak saat ini..
Al terkekeh saat Raja berjalan seperti robot kearahnya tapi matanya tertuju ke bora..
"hai sayang...?? " sapa Bora tersenyum manis..
"Mama...?? " panggil Raja..
Bora bukannya canggung malah mengangguk dengan senyum manisnya. Bora mendekati Raja dan berjongkok didepannya..
"maaf ya.. mama sangat sibuk jadi nggak ada waktu menjemputmu...!! " ucap Bora memeluk Raja dengan hangat..
Raja benar-benar suka pelukan keibuan Bora. kasih sayang Bora ke Raja tulus seperti seorang ibu ke anaknya bukan karna manis didepan Al saja..
anak-anak lainnya mulai mengkerumi Bora dan Raja, Al pun mengelus kepala mereka berdua..
"ayo kita pulang son..!!" pinta Al..
"Raja didalam mobil aja sama Mama...!! " sumringah Raja..
"jadi papa naik motor sendiri..?? " tanya Al..
Raja nyengir kuda dan menarik tangan Bora dengan tak sabar ke mobil bora. Bora terkekeh tapi mengikuti Raja yang menuntunnya dengan tak sabar..
Al menggeleng pelan kepalanya ia pun kembali ke motornya..
"jemputan kalian sudah datang. " seru Al menunjuk mobil berjejer didepan mereka..
semua anak-anak sekolah Raja menoleh dengan serentak. mereka berlarian ke arah jemputan masing-masing.
Bora memangku Raja dengan senyum manisnya,, "bagaimana sekolahmu raja..? " tanya Bora mengelus rambut halus Raja.
"baik Ma." jawab Raja begitu senang dipangkuan Bora..
"berapa usiamu Sayang...?? " tanya Bora
"10 tahun ma...!! " jawab Raja.
Raja seperti memiliki mama setelah setelah sekian tahun tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu..
__ADS_1
sementara Kara didepan menganga ke arah mereka,, "tuan tampan itu duda Bora...?? " tanya Kara
"hmmm." jawab Bora..
mulut Kara menganga lebar lalu melihat lurus kedepan dengan ekspresi tak percayanya ia tak menyangka pria setampan Al pernah menikah dan punya anak bahkan sudah berusia 10 tahun berapa usia Al menikah pikirnya.
Raja terus berceloteh, Bora tertawa lepas saat Raja begitu bangganya menceritakan pengalamannya tentang olahraga renang.
"ini dimana Raja...?? " tanya Bora melihat rumah yang dimasuki Al didepan mereka.
"rumah baru kami ma.. kata Papa ini hadiah untuk Mama.. uang hasil kerja keras papa berhasil membeli rumah." jawab Raja sumringah.
Bora berkedip-kedip tak percaya,, "bagaimana bisa...? rumah ini pasti mahal."
"kata papa.. apapun untuk mama." senyum lebar Raja..
Kara lagi-lagi syok melihat rumah baru yang dibeli Al untuk Bora bisa dipastikan betapa banyaknya penghasilan Al hingga bisa membeli rumah seperti ini..
sebenarnya Al sudah lama memiliki rumah itu dibangun sendiri dan didesain sendiri oleh Al tapi ia harus berbohong kan didepan Raja..
"maaf Ma.. dirumah sebesar ini nggak ada pengawal hanya ada satu bibi rumah tangga.. itu pun ada jam kerjanya sendiri nggak boleh 24 jam di rumah.. kalau masak hanya papa..!! "
Bora tersenyum manis,, "mama tau papa mu bisa masak."
"ayo turun Ma...! " ajak Raja begitu senang..
"kalian pulang saja Kara.. aku akan disini...!! kabarin aku kalau ada Job penting." pinta Bora ke Kara yang masih bengong..
Al membukakan pintu mobil Bora dan menggendong Raja.
"terimakasih pak.. Kara. " ucap Al dengan sopan..
"sama-sama tuan." jawab supir gugup..
"ii.. ya..." sahut Kara tak kalah gugup juga.
Al tersenyum dan menggenggam tangan Bora memasuki rumah baru mereka..
"a.. ayo jalan pak. " ajak Kara.
"selain tampan, bisa membeli rumah bagus untuk bora.. pintar masak.. benar-benar sangat pantas untuk Bora yang hanya tau masak sayur saja... !!" batin Kara berdecak kagum.
Bora memutar kepalanya melihat kesana-kemari betapa indahnya rumah baru Al dia juga tau kan hal yang indah dan bukan. Al terkekeh melihat itu..
"papa turuni Raja.. Raja mau buatin minuman untuk mama...!! " rengek Raja..
"hmm.. hati-hati son.. jangan sampai teriris pisau.!"
Raja mengangguk, Al pun menurunkan Raja yang langsung berlari ke arah kamarnya demi mengganti pakaiannya terlebih dahulu..
__ADS_1
"Al aku tau rumah ini banyak menghabiskan uang, tempatnya yang begitu strategis namun sangat asri dan damai bukankah tanah ini adalah milik orang yang sangat misterius? bagaimana bisa kamu membangun rumah di dalam hutan yang terawat ini..?? "
"ini hutan milikku sayang.. tentu saja aku bisa membangun rumah disini." batin Al menahan senyumnya sekuat tenaga..
"aku ajak kamu mengenal tempat ini istriku tercinta. " bisik Al.
Pipi Bora merona seketika,, "siapa istrimu..? kita belum menikah bukan...? "
"kita akan menikah sayang... aku akan mempersiapkan semuanya." balas Al membawa Bora ke arah belakang..
Bora terperangah melihat kolam renang didepannya sangat indah dan terasa hidup..
"apa kamu suka sayang...?? " tanya Al
"suka.. tapi bagaimana kamu bisa mendapatkan rumah sebagus ini...? jika aku ditinggalkan sendiri dirumah ini aku bakalan betah. "
Al terkekeh,, "kamu belum tau fasilitas smartphone yang sudah aku pasang di rumah ini sayang..? "
Bora kembali menatap Al dengan tak percaya,, "siapa kamu sebenarnya Al..? "
"kamu akan tau suatu saat nanti sayang." bisik Al dengan lembut..
"apa kamu nggak bisa memberitau ku sekarang..? " tanya Bora
"aku belum siap. " jawab Al memeluk Bora dengan mesra..
Bora membalas pelukan Al dengan raut wajah penasarannya,, "aku merasa kamu sangat kaya dan misterius.. pantas saja kamu menolak tawaran jadi aktor itu.. jika kamu bisa membeli rumah semegah ini
bisa aku pastikan kamu menghasilkan banyak uang."
"apa kamu marah karna aku hanya mengaku penjual burger. ? selama ini aku hanya ingin hidup sederhana tanpa ada badut wanita yang mengejarku karna uang. "
Bora tersenyum,, "benar juga.. kamu penjual burger aja banyak yang tergila-gila.. apalagi mereka tau kalau kamu....!! "
"sssttt.... diamlah anak kita tidak tau ini...!!" potong Al
Bora terkekeh. mereka pun berbincang mengenai setiap sudut rumah ini..
"mama.. papa.. Raja antar minuman..!! "
Bora dan Al mendekati Raja,, "makasih ya sayang.. mama memang haus..!! "
Raja menyeringai lebar. Al mengusap kepala Raja yang sangat mandiri..
"kalau begitu Raja belajar ya ma.. pa..." izin Raja..
Bora dan Al saling pandang dan mengangguk saja membalas permintaan Raja..
Raja berlari ke depan dengan senyum lebarnya rasanya Raja begitu semangat mau belajar besok Raja ujian kenaikan kelas. raja harus mendapatkan nilai sempurna kan saat pengambilan raport..
__ADS_1
.
.