
tibalah motor matic Al di perumahan sakinah, disini memang desa cukup jauh dari kota, tapi mereka tak kekurangan apapun walau apapun serba jauh. di tempat ini mayoritas penduduknya menggunakan motor alasannya biar mudah kalau putar arah,
"kemana sayang...?? " tanya Al lagi..
"disitu Al.. jalannya lurus aja...!! " tunjuk Bora
"katanya udah sampai.. dimana...?? " tanya Al lagi..
"rumahnya cat silver." jawab Bora
Al mencari rumah yang warna silver..
"itu...?? " tunjuk Al..
"bukan.. kok nggak ada ya yang warna silver...? " gumam Bora menggaruk tengkuknya yang tak gatal..
Bora sudah melepas helmnya..
"apa kamu lupa rumahmu sendiri sayang..?? " tanya Al dengan gemas..
"iiihh.. jangan godain aku dulu Al.. aku takut kita nyasar nih." rajuk Bora..
Al menahan tawanya, jujur dirinya sebenarnya bisa saja melakukan pencaharian lewat maps tapi melihat wajah linglung bora seperti kesenangan tersendiri baginya jadi milih pura-pura tidak tau..
lama bertempur dengan ocehannya akhirnya Al menemukan ide..
"coba kamu telfon sayang...?? " usul Al.
Bora langsung menoleh ke arah Al dan memukul-mukul kesal dada Al..
"kenapa nggak bilang dari tadi hah...?? " amuk Bora..
Al tergelak tak kuasa menahan tawanya melihat wajah merah Bora yang sedang marah..
Bora lalu fokus mengotak-ngatik hpnya dan menghubungi ayahnya..
"halo pa...?? "
"Laura..? ada apa nak..?? " tanya Ghani penasaran..
"pa.. cat rumah papa warna apasih..? nggak silver lagi ya...?? Laura udah di desa ni. cuma lupa tempatnya dimana.?"
Ghani terperanjat mendengar perkataan Bora..
"apa yang kamu lakukan disini nak..? jalanan sangat sepi nanti kalau kamu diapa-apain bagaimana..!? " tanya Ghani dengan panik..
"bukan pa.. laura sama pria kekasih Laura dia mau bertemu papa sama mama." jawab Bora berbisik pelan
Al padahal mendengarnya tapi tak berbicara hanya tersenyum saja..
"ya sudah.. biar papa keluar.. kamu dimana nak..? " tanya Ghani
Bora menjelaskan lokasinya sekarang..
"tunggulah disitu... papa jemput...!! " pinta ghani.
Bora mematikan panggilannya dan menatap tajam Al yang langsung saja tertawa terbahak-bahak ada pengendara motor seorang wanita bergoncengan dengan temannya melongoh melihat wajah tampan Al hingga masuk peceran karna tak fokus jalan.
"aaakkkh.....!! "
Byuuur.....
__ADS_1
Bora beralih ke arah situ dan pucat pasi,, "ayo kita kabur..!! " bisik Bora..
"kenapa kita kabur..? " tanya Al dengan bingung..
"jangan banyak tanya aku nggak mau main peceran. " kesal Bora..
Al pun melajukan kendaraannya saat disimpang gang kecil motor Ghani keluar dari gang itu...
"Al.. itu papa ku...!! " tunjuk Bora melambai-lambai ke ghani..
Ghani memutar motornya,, "ayo ikuti papa nak...!! "
Al tidak tau kata-kata itu tertuju pada siapa tapi yang jelas Al berpikir Ghani bicara pada Bora..
Al pun membuntuti motor ghani.
"kenapa kamu melupakan rumahmu sendiri sayang...?? " tanya Al penasaran.
Bora menghela nafas panjang,, "aku debut jadi Artis sejak berusia 17 tahun Al. aku tidak pernah datang kedesa ini lagi karna jalannya berbahaya banyak perampokan disini lagian kalau aku bilang kangen papa dan mama bakal datang".
"17 tahun..? apa setelah kejadian itu dia tak pernah kembali lagi ke desanya..? " batin Al.
"sekolahmu dimana..?? " tanya Al lagi..
"di kota kejayaanku lah. " (kota yang membuatnya terkenal). jawab Bora..
Al mengangguk membenarkan, sebenarnya dia tau Bora sekolah dimana aja tapi hanya ingin bertanya pada orang nya secara langsung.
"nah... udah sampai...!! " sumringah Bora..
"kenapa kamu malah seperti datang kerumah orang asing hah...?? " gemas Al mengusap kepala Bora..
"sakit." manja Bora mengusap pipinya sendiri..
"ayo masuk...!! " ajak Ghani..
saat tiba didalam rumah Clara menyambut putri kesayangannya..
"bagaimana keadaanmu sayang...? mama dengar kamu bilang ke papamu sedang bawa kekasih ? siapa nak..? " tanya Clara
Al pun datang membawa tas Bora betapa terkejutnya Clara dan Ghani melihat paras tampan Al yang sangat kuat kewibawaannya..
"salam Om.. salam tante...!! " ucap Al menangkupkan tangannya..
"salam.. ayo menantu silahkan duduk...!! " ajak Clara langsung merestui hubungan Al dengan Bora..
Al tersenyum sopan.
"uuuhhh.. senyummu mengandung Gula menantu... jangan tersenyum didepan banyak wanita ya..? " keluh Clara menangkup rahang Al yang sangat tampan..
Al tersenyum saja, Bora menjatuhkan rahangnya..
"mama.. Al milik Laura jangan menggodanya..!! " tegas Bora..
Clara mengabaikan kata-kata Bora..
"ayo menantu masuk.. !!" ajak Clara membawa Al ke dalam
"Papa...?? mama godain pacar Laura. " rengek manja Bora
Ghani tertawa dan merangkul bahu Bora masuk kedalam..
__ADS_1
"bagaimana kamu bisa bertemu dengan pria setampan itu laura..? 3 X lipat dari tampannya Aktor lawan mainmu Ballar itu ya..? " tanya Ghani penasaran..
Bora mengerucutkan bibirnya tak menjawab pertanyaan Papanya..
.
.
"kalian mau menikah...?? " beo Ghani dan Clara kompak..
Bora melingkarkan tangannya dilengan Al dan tersenyum senang..
"ya sudah.. kita lakukan saja. mama senang punya menantu tampan sepertimu..!! " senyum lebar Clara..
"kalian mau adakan pernikahan yang seperti apa..? " tanya Ghani
"dengarkan Bora saja Pa.. Ma..!! " jawab Al menoleh ke Bora..
Bora yang manja meradukan keningnya dibibir Al
hingga Al mengecup sayang kening Bora..
Ghani dan Clara saling pandang jujur mereka tidak pernah melihat Bora yang terlihat senang begitu..
"walaupun kami bukan orangtua kandung Laura.. tapi kami sangat mengasihinya.. jangan biarkan anak kami menderita Al..!! " pinta Ghani begitu serius.
"papa ngomong apa sih..? kalian tetap orangtua laura.. nggak ada yang lain...!! " rajuk Bora
Clara tersenyum manis dan merentangkan tangannya ke Bora dulu mereka memang menelantarkan bora bukan karna tidak sayang tapi sibuk mencari uang saat bora bilang kesepian mereka mengadopsi anak panti yang lebih dewasa dari Bora siapa Orangtua kandung Bora tidak ada yang tau,
"kemari anakku...!! " pinta Clara tersenyum lebar..
Bora tersenyum manis dan berjalan mendekati Clara lalu memeluknya dengan erat..
"kamu memang putriku... Laura debora Candramaya.. Candramaya adalah nama besar keluarga kita.. jangan pernah abaikan nama keluarga kami nak..!! mama sangat menyayangimu...!! " ujar Clara berkaca-kaca..
Bora tersenyum tulu,, "iya ma.. laura debora candramaya adalah nama keluarga kita. "
Clara dan Ghani memang memiliki uang yang banyak tapi tak punya anak itu sebabnya mereka mengadopsi Bora sejak ia berusia 5 tahun..
tapi semenjak kematian kakak angkat Bora, Clara dan Ghani tidak mau lagi bekerja langsung mencari rumah di desa terpencil ini sekarang kehidupan mereka sangat bahagia walau hanya pemilik kebun jagung dan kebun coklat tapi hidup mereka terasa lebih bahagia..
sementara Bora tak mau ke desa karna mau menyelesaikan sekolahnya tak disangka takdir mempertemukannya dengan Lila..
"kita rayakan disini aja.. di kota pasti disorot media.. kalau disini pasti enggak bakal di sorot..!! " usul Clara mengusap air matanya..
"tapi penjual cincin pernikahan disini nggak bagus.. bagaimana dong..?? " tanya Ghani
"udah ada pa.. ma..!! " Al mengeluarkan cincin pernikahan nya dengan Bora..
Clara berdecak kagum, bagaimanapun dia pernah menjadi wanita karir jadi sangat tau beda perhiasan yang asli dan tidak..
.
.
.
__ADS_1