
Al mengecup kening, mata, puncak hidung dan pipi Bora. Bora tak berani membuka matanya hanya memejamkan matanya seolah sudah siap dengan apapun yang akan Al lakukan..
Bora terbelalak seketika saat merasakan sesuatu di bawahnya..
"apa dia begitu menderita..?? ya ampun.. tidak nyaman sekali....!!! " Bora sampai menggeliat sana-sini demi menghindari sesuatu dibawah sana.
"jangan bergerak sayang.. kamu hanya membuatku semakin berhasrat...!! " perintah Al dengan serius.
Bora membeku lagi, Al melepaskan baju bora seutuhnya hingga tak ada lagi apapun yang melekat di tubuh Bora..
"Al.. jangan berjejak....!! " pinta bora serius..
Al tak menjawab dia malah menc*um bib*r Bora dan mel*matnya dengan lembut namun sedikit berhasrat. bagaimanapun Al memang begitu berhasrat saat ini, walaupun sudah menyiramkan air dingin di tubuhnya pikiran Al tetap terganggu dan kembali membangunkan hasratnya..
tidak mungkin semalaman Al mandi air dingin
bisa pingsan Al mandi selama itu...!
lama kelamaan bora terhanyut dengan permainan Al, ia juga membalas ci*man Al...
.
.
.
terjadilah malam pertama mereka setelah beberapa hari menikah...
ke esokan paginya sekitar jam 4 Bora terbangun duluan di pelukan Al..
Bora mendongak menatap Al, aroma tubuh Al benar-benar menguasai indra penciumannya apalagi Al tidak memakai baju.. Bora membenahi rambut Al yang sedikit berantakan..
"bagaimana bisa dia seliar itu..? apa dia sudah pernah melakukannya dengan perempuan lain..? kenapa begitu lihai diatas ranjang ? " gumam Bora penasaran.
"kamu yang pertama sayang...!! " jawab Al perlahan membuka matanya..
Bora terkejut saat Al berbicara dan lagi bilang dirinya yang pertama. siapa yang akan percaya..?
"bohong...!! lalu dari mana datangnya Raja..?? " tanya Bora tak percaya..
"Raja sebenarnya keponakanku." jawab Al
"apa...?? maksudmu apa Al...?? " tanya Bora kaget dan tak percaya dengan perkataan Al..
"aku mohon sayang.. jangan beritau siapapun tentang siapa Raja.. aku nggak mau kehilangannya.. biarlah ini menjadi rahasia kita bertiga sampai akhir hayat...!! " pinta Al serius..
Bora mengerutkan keningnya,, "bertiga...? "
__ADS_1
"iya.. Aku, Kamu dan Bagas." jawab Al
"apa sebenarnya yang terjadi Al...?? " tanya bora penasaran..
"jangan tanyakan hal itu dulu sayang, aku belum siap menceritakannya..!! tapi percayalah kamu perempuan pertama yang tid*r denganku." kata lembut Al..
Bora tak bisa apa-apa saat Al bilang belum siap menceritakannya. sebenarnya Bora juga punya masalalunya sendiri yang selama ini dia tutupi dari media atau apapun yang tau masa lalunya itu hanya kakak tampan dan pembunuh bayarannya saat itu yang tau.
Polisi tak akan mengingatnya karna saat itu Bora benar-benar seperti gembel. wajahnya saat itu penuh dengan darah milik kakak tampannya yang terluka parah. itu sebabnya polisi tak mengenal wajahnya terlebih lagi saat itu Bora belum debut jadi artis..
"baiklah.. aku janji nggak akan menceritakannya pada siapapun.. lalu kenapa kamu memberitahu ku siapa Raja..?? " tanya Bora
"entahlah.. saat kamu bilang aku pernah melakukannya dengan perempuan lain membuatku kesal.. aku bukan pria semurah itu sayang...!! " jawab Al..
Bora tersenyum,, "aku mandi dulu deh."
"jam segini...?? " tanya Al
Bora mengangguk,, "tubuhku terasa lengket karna keringat.. kamu membuatku berkeringat sepanjang malam Al. "
Al terkekeh,, "apa kamu kuat berdiri sayang...? "
Bora mengerutkan keningnya,, "tentu saja.. memang kenapa...?? " tanya bora malah bingung tak mengerti maksud Kata-kata Al..
Al tak menjawab hanya tersenyum menautkan jemari tangannya di belakang kepalanya ia ingin melihat bagaimana Bora bisa berdiri..
Bora pun mengambil baju kaus besar Al dan memakainya..
"Aaaaakkkh....!! " pekik Bora terduduk seketika..
Al tertawa lepas seketika. Bora berkedip-kedip polos..
"Kok sakit...?? " gumam Bora bingung..
Bora baru tersadar setelah mendengar tawa lepas si pelaku yang membuat kakinya tak kuat berdiri.
"Al...?? kenapa begini..? kenapa aku nggak bisa berdiri...?? " tanya Bora dengan serius.
"hal itu biasa bagi yang belum pernah melakukannya sayang...!! " jelas Al.
"apa...?? lalu bagaimana pemotretanku nanti..?? " pekik Bora seketika dengan mata membola sempurna ..
"kamu nggak akan bisa ikut pemotretan sayang. " kekeh Al.
"Aaaaaaaalllllllll.......!!! " jerit Bora seketika dengan tatapan membunuhnya..
Al pun keluar dari balik selimut dan Bora membelalakkan matanya lalu ia menutup matanya dengan kedua tangannya..
__ADS_1
"Al...? kenapa kamu begitu tak tau malu..? pakai celanamu Al...!! " teriak Bora..
Al terkekeh dan menggendong Bora membawanya ke kamar mandi.
"pantas saja punya ku terasa perih dan sakit tadi malam. punya mu besar sekali Al, kenapa bisa sebesar itu hah...?? " teriak Bora memukul-mukul dada bidang suaminya..
"bagi pria besar itunya sebuah kebanggaan sayang sangat bisa memuaskan wanita diatas ranjang..!! " senyum aneh Al.
"mana ada begitu.. laki-laki yang enak.. !" elak Bora dengan pipi merona nya.
"siapa yang tadi malam mendesah menjadi-jadi hemm...??" tanya Al dengan senyum lebarnya..
Bora mendengus padahal dia tau dirinya begitu,, "sekarang bagaimana caraku bisa ikut pemotretan...??? kamu membuatku begini Al...!! " protes Bora..
"aku akan menyiapkan minuman yang bisa membuat tubuhmu bugar kembali...!! sekarang bersihkan tubuhmu ya.. aku akan mandi dikamar mandi yang ada
didapur...!! " ujar Al dengan lembut..
"kenapa nggak mandi disini...?? " tanya Bora
"kamu mau aku memakanmu lagi...?? " goda Al..
Bora spontan melindungi miliknya dan menggeleng tak mau.
"kamu sudah melakukannya berkali-kali hingga tubuhku remuk semua Al masih bisa kepikiran ingin memakanku lagi..?? dasar mesum.. !!! Aku manusia... bukan robott....!!! " kesal Bora..
Al tergelak,, "mandi lah. Aku akan keluar...!! " ucap lembut Al tepat didepan Bora yang hanya berjarak beberapa cm saja..
Al mengecup bibir bora lalu keluar dari kamar mandi itu, Pipi Bora kembali memerah..
"pantas saja artis jal*ng itu gampang aja memberikan tubuhnya pada pria manapun, ternyata emang enak. " gumam Bora mengingat pergelutan panas nya tadi malam dengan Al..
"Astagah Bora.. apa yang kau fikirkan.. kenapa kau jadi mesum..? Ya Ampun.. pria gagah satu itu akhirnya menodai pikiran suci ku. " kesal Bora melirik tajam ke arah pintu kamar mandinya seolah menatap Al..
Al selesai membersihkan diri lalu langsung membuatkan jamu khusus untuk Bora. Al bisa membuat berbagai obat dalam bentuk minuman untuk tubuh sehat, dulu saat Raja masih kecil sering sakit jadi sejak remaja Al sudah biasa meracik obat untuk Raja dengan memanfaatkan kepintarannya dalam mempelajari sesuatu..
Bora siap sekitar jam 6 pagi, dia menyuruh Kara dan Lila untuk tidak datang ke apartemennya sebab ada Suaminya alasan Bora ingin istirahat total sebelum syuting iklan dimulai sekitar jam 10.
"Al...?? " bora jalan tertatih-tatih memegang dinding apartemennya..
"didapur sayang. " sahut Al
Bora berjalan ke arah dapur dan terperangah melihat Al yang tak memakai baju hanya memakai celemek dapur tapi memang memakai celana, rambut Al yang basah terlihat begitu sexy. Bora baru sadar suaminya nggak memakai handuk.
"Al pakai handukku aja." ucap Bora hendak berbalik tapi Al menyelah..
"aku akan ambil sendiri. kemarilah sayang... minum ini.. setelah itu tubuhmu akan bugar kembali...!! " pinta Al.
__ADS_1
.
.