
.
.
.
"ayam gepreknya siap...!!" seru Al dengan bangga.
Bora dan Raja bertepuk tangan heboh..
pipi Bora sudah penuh dengan tepung. Al tidak mau Bora terkena minyak ataupun tangan Bora nanti bau jadi Al yang memerintahkan Bora untuk membuat adonan tepung Ayamnya aja. biarlah belepotan seperti itu dari pada tangan Bora bau ayam mentah atau terkena cipratan minyak Al tak akan tega membayangkannya..
"terimakasih makanannya hubby...!! " ucap Bora tersenyum menunjukkan deretan giginya..
Al tertegun dengan panggilan Bora,, "panggil aku seperti itu terus sayang...!! " pinta Al dengan lembut..
"siap boss Hubby.. sekarang berikan sambal gepreknya...!! " pinta Bora.
Al tergelak...
"hmmm... jangan banyak-banyak.. nanti kamu nggak kuat pedas nya. " peringatan Al..
"aku kuat makan pedas Hubby.. jangan meremehkanku...!! " kesal Bora.
Al tersenyum lebar menunjukkan deretan giginya gemas akan kelakuan istrinya itu...
Raja sibuk makan dengan lahapnya bahkan mulut dan tangannya penuh saat ini satu makan pakai tangan satu memegang kerupuk ikan.
"waah.. ini enak banget Al... ya Tuhan.. bahkan lebih enak dari ayam geprek langgananku..!! " racau Bora dengan heboh.
Al mengerutkan keningnya dan mengelus kepala Bora..
"kamu ngomong apa sih sayang? makan pelan-pelan dong.. nanti tubuhmu nggak seimbang." ledek Al..
Bora mendengus,, "aku akan olahraga ..!!" racaunya lagi dengan mulut penuhnya..
"papa.. Raja mau itu.." tunjuk Raja..
Al mengambilkan ayam gepreknya lagi ke Raja, walaupun Raja masih kecil tapi sudah terbiasa makan banyak sebab Al sudah biasa memupuk anaknya itu dengan memberinya makan yang banyak walaupun sebelumnya hidup mereka sederhana..
tidak ada yang berbicara lagi, mereka sibuk dengan makanannya..
Bora menyiapkan minuman untuk Raja, Al dan dirinya tapi mulutnya masih sibuk mengunyah..
"makasih ma. " ucap Raja dengan senang.
Bora mengangguk dengan pipi menggembungnya..
"makasih ya sayang...!! "ucap Al juga dengan nada lembut..
Bora lagi-lagi mengangguk,, "seharusnya aku yang berterimakasih karna sudah menyiapkan makan yang enak untukku. "
Al terkekeh dengan kata-kata polos Bora, seolah Bora adalah orang asing disini padahal Bora kan istrinya...
.
.
__ADS_1
sementara disisi lain Kara mengantarkan makan malam untuk Bora dan tak menemukan apa-apa di apartemen bora..
"Bora...? kamu dimana...?? bora...?? " panggil Kara.
Lila juga datang untuk melihat keadaan Bora..
"kenapa kamu berteriak Kara..?? " tanya Lila dengan heran.
"Bora nggak ada Kak. " jawab Kara..
"apa...?? bagaimana bisa...?? " pekik Lila dengan kaget..
Lila pun berlarian kesetiap tempat yang ada di apartemen Bora..
"ya Tuhan..Bora...!!! " Gumam Kara khawatir..
setelah lelah mencari Lila menghubungi Bora dan seperti biasa tidak diangkat..
"Bora.. sebenarnya kamu dimana...?? " panik Lila..
sekarang belum cukup 24 jam melapor kepolisi jadi tidak bisa apa-apa..
"coba kita cek CCTV kak..? terus cek mobilnya ada apa enggak..? kalau nggak ada berarti Bora memang sedang nggak ada di apartemen...! " saran Kara dengan serius..
"aaah.. iya.. otak kakak sangat buntu kalau lagi panik.. !!" sungut Lila..
Kara pun berlari mengekori Lila dengan membawa makanan yang dia beli dari luar yang niat awalnya untuk Bora..
Lila pun tiba di ruangan keamananan.
"kemana perginya bocah itu sebenarnya..?? " tanya Lila dengan khawatir..
"terimakasih pak.. kami pergi dulu.!" ucap Lila dengan sopan..
"sama-sama bu." sahut penjaga keamanan..
Kara menunduk sopan lalu berlari mengekori Lila, mereka pergi ke area khusus parkiran mobil pemilik Apartemen pun tak ada mobil Bora..
"nggak salah lagi kak.. pasti bora pergi ke rumah tuan Al..!! " tebak Kara..
"apa kamu tau rumah tuan tampan itu dimana..?? " tanya Lila..
Kara menggeleng sambil nyengir kuda. Lila menjitak kening Kara..
"kalau pergi ke situ kakak juga tau. Bora kan nggak punya tempat tujuan selain ke rumah tuan tampan itu.. tapi yang jadi pertanyaannya dimana rumah tuan tampan itu..? " gerutu Lila
Kara mengusap-ngusap keningnya yang sakit dijitak Lila..
Lila mencoba menghubungi Bora lagi, kali ini baru diangkat..
"Astagah Bora.. kamu dimana hah..? kami khawatir.. kita harus bertemu untuk membahas jam kerja baru kita.. kamu banyak dapat tawaran iklan Bora.. cepat katakan kamu dimana...?? " cecar Lila dengan khawatir..
"maaf.. Bora sedang mandi..!! " jawab Al tenang.
beda dengan Lila yang malah berpikiran ke arah lain..
"t. tuan Al..?? andakah itu..?" gagap Lila..
__ADS_1
"ya." jawab Al singkat.
"bisa kami menemui Bora tuan..? kami ingin membahas hal yang penting..! " tanya Lila dengan gugup lagi..
"bisa." jawab Al..
"kalau begitu kirimkan alamat tuan ya..?? " pinta Lila
"hmm. " sahut Al lalu mematikan panggilannya secara sepihak..
Lila membelalakkan matanya saat ini,, "mandi...?? bora sedang mandi..? apa yang mereka lakukan hingga Bora mandi dimalam hari.? ya Tuhan.. !!" batin Lila dengan melamun dengan mulut menganga.
"kak... kakak...?? kenapa Bora kak...?? " tanya Kara sedari tadi mengguncang bahu Lila..
"dia memang di rumah tuan Al. " jawab Lila setelah tersadar..
"ada pesan masuk...!! " tunjuk Kara ke ponsel Lila..
Lila membukanya dan tak pernah tau ada alamat seperti itu..
"pak. ini tujuan kita... !!" tunjuk lila ke supir..
"hah..? itu hutan bu.. !!" selah supir..
'Hutan. ?" beo Lila dan Kara kompak..
"iya.. apa bu Lila dan Kara tau hutan Raja..? " tanya Supir lagi..
"tau.. itu hutan satu-satunya yang tak bisa dimasuki oleh penebang liar karna tembok raksasanya yang sangat tinggi.. apa alamat ini pak..?? " tanya Lila penasaran menunjuk pesan di hpnya..
"iya bu..!!" jawab supir lagi meyakinkan..
"bagaimana bisa..? apa mereka berduaan dihutan.? lalu dimana Bora mandi..? ah iya.. dihutan kan ada sungai..? Astagah Bora... kenapa berbuat di hutan..? Aaaaahhh....!! " gumam-gumam Lila beruntun.
Kara menggeleng-geleng tak percaya dengan kata-kata Lila..
"mungkin alamatnya salah kali Kak.. coba tanyakan lagi...!! " seru Kara dengan gelisah..
Lila mengangguk membenarkan,, "iya.. mungkin dia salah ketik karna kelelahan bisa jadi."
Lila menanyakan lagi alamat yang dikirim Al dan jawabannya tetap sama..
ada telfon dari nomor asing saat Lila angkat ternyata dari Al..
"itu memang rumahku.. ada wartawan di gerbang utama jadi jangan keluar dari mobil pintu akan aku buka secara otomatis jika kalian sudah datang...! "
"ba.. baik tuan.. boleh saya simpan nomor anda..?? " tanya Lila hati-hati..
"hmm.. jangan terlalu formal Kak. bagi Bora kamu adalah kakaknya maka kamu juga kakakku..!! "
Lila terperangah setelah Al mematikan panggilannya..
"datang saja ke alamat itu pak.. kata tuan Al rumah mereka memang disitu.. saya yakin tuan Al ada hubungannya dengan pemilik misterius hutan Raja itu yang sampai sekarang tak tau siapa pemiliknya..! " ujar Lila dengan serius namun terlihat penasaran akan sesuatu..
.
.
__ADS_1