Tuan Muda Burger

Tuan Muda Burger
Kerja sama


__ADS_3

ke esokan harinya mereka jalan-jalan ke menara Eifel terutama di gembok cinta..


Bora ingin mengatakan dirinya hamil pada Al setelah menggembok cinta mereka di tempat itu...


"kenapa dandananmu begini sayang...?? " tanya Al dengan raut wajah tak suka sedari tadi Bora jadi pusat perhatian karna penampilannya yang memakai dress pendek.


"kenapa Pa...?? mama cantik kok double-double cantik.. papa beruntung punya mama Bora...!! " Raja berkata dengan polosnya..


Bora terkekeh, Al mengumpat dalam hati.. mana mengerti Raja soal cemburu seorang pasangan..


"ayo ma... kita ke gembok cinta...!! " tunjuk Raja dengan antusias..


Bora mengangguk dan terpaksa berjalan cepat menyeimbangkan Langkah kaki Raja yang berlari terburu-buru..


Al lagi-lagi heran kenapa Bora sering memegang perutnya..


"apa perut bora sakit...?? " tebak Al bermonolog sendiri.


"aaah...tidak mungkin.. kalau sakit Bora pasti mengadu kayak anak kecil.. akhir-akhir ini dia selalu mengeluh hal kecil.. ada apa dengan istriku...!! " oceh Al berlari mengejar istri dan anaknya.


.


.


"mama sama papa ayo dong di kesana pasang gemboknya.. biar cinta mama dan papa abadi...!! " ajak Raja semangat seolah dirinya tau banyak mengenai kepercayaan negara ini..


Al menggenggam jemari cantik Bora, sedangkan Bora hanya membalasnya tidak menoleh ke Al, matanya sibuk memperhatikan banyaknya gembok cinta di situ..



"ayo ma... pa...!! jangan bengong...!! " desak Raja..


"iya.. iya..." sahut Bora dan Al kompak..


"habis ini kita naik kapal ya Pa...!! " seru Raja antusias..


Bora langsung berbinar ke arah Al seolah mendukung kemauan Raja. Al tersenyum lembut dan mengangguk menatap hati dan jantungnya itu, Bora dan Raja sudah menyatu dalam diri Al dan dianggap sebagai jantung dan hatinya..


mereka memasang gembok itu dengan senyum merekah sempurna, raja begitu semangat memegang kunci gembok itu supaya nanti dibuang ke sungai tepat didepan mereka..


"udah.. terus diapain..?? " tanya Al melihat gembok mereka sudah terpasang..


"buang kuncinya...!! " jawab Bora dan Raja kompak..


"kuncinya dibuang...??kenapa..? kok nggak disimpan..?? " cecar Al penasaran..


Raja menepuk jidatnya sendiri karna papanya memang tidak tau kepercayaan beginian. Al lebih percaya dengan prinsip dan janji diri sendiri..


bagaimanapun gembok cinta ini hanya mitos yang diyakini banyak orang yang datang ketempat ini..

__ADS_1


"ooh.. kamu mau buka gembok ini lagi...?? artinya kamu mau hubungan kita berakhir saat itu..?


iya...?? " tanya Bora berkacak pinggang menatap Al dengan tajam..


Al langsung gelagapan,, "mana aku tau ritual beginian Sayang.. aku hanya mau kamu dalam hidupku. ok.. ok.. kita buang kuncinya...!! "


Bora masih menatap tajam suaminya seperti pedang tajam yang bisa menusuk-nusuk Al yang malah balas dengan senyum tertampannya..


mereka bertiga memegang kuncinya lalu membuangnya bersama-sama. bora langsung menoleh ke Al dan melompat memeluk Al..


Al dibuat heran sendiri dengan kelakuan istrinya yang aneh, barusan Bora menatapnya dengan sebilah pedang sekarang berubah seperti tak mengingat kejadian barusan saja..


"aku ada kabar baik buat kalian...!! " seru Bora dengan senyum lebarnya..


Raja merapat ke papanya, "kabar apa ma...? " tanya Raja penasaran..


"apa sayang..? kamu dapat drama baru..?? apa kita harus kembali..?? " cecar Al juga penasaran..


Bora terkekeh. Ia mengambil tangan Al dan Raja dan meletakkannya di perutnya rambut Bora di terbang angin pun tak peduli moment ini paling pas untuk memberi tau keluarga kecilnya..


Raja malah menatap bingung perut mamanya, Al menggaruk kepalanya sendiri..


"kamu lapar lagi...?? atau sakit perut..? " tanya Al


Bora menggeleng kepalanya..


"terus apa ma..?? " tanya Raja malah makin bingung..


"enggak ma.. kenapa...?? " tanya Raja meraba-raba perut datar mamanya dengan tangan kecilnya..


"ada nyawa.. ? " gumam Al dengan jantungnya yang sudah berdebar tak karuan menebak apa maksud Bora..


"k.. kaka.. kamu hamil sayang...?? " tanya Al dengan mata penuh harapnya..


Bora tersenyum manis. raja menoleh ke Papa nya lalu melihat ke arah perut datar mamanya..


"aaah...!! " kaget Bora saat Raja langsung menempelkan telinganya di perut datar Bora..


"ma. .. iya... Raja seperti merasa ada nyawa didalam sini... !! papa... Raja punya adek pa... Yeeeee....!! " Raja melompat-lompat girang dengan kabar itu..


sementara Al mematung melihat perut datar Bora yang sedang mengandung anaknya..


"benar sayang...? kamu hamil...? " tanya Al sekali lagi demi memastikan dirinya tak dipermainkan oleh istrinya..


Bora tertawa gemas melihat wajah Al yang sangat menggemaskan, kini Al tidak seperti Al yang sebelumnya. baru kali ini Bora melihat wajah Al yang terlihat bodoh.. padahal suaminya sangatlah jenius...


"iya Hubby... dimalam Awards aku akan mengungkapkan hubungan kita.. dan aku mau kamu juga menunjukkan diri ke dunia bahwa kamu adalah tuan Moland yang selama ini tak di ketahui wajahnya...!! " pinta Bora dengan serius..


Al berjalan seperti robot ke arah Bora dengan tatapannya hanya tertuju di perut Bora. Al mengangkat tangannya yang sedikit gemetar memegang perut Bora..

__ADS_1


Bora tersenyum lembut ke arah suaminya. Bora berhasil memberi kejutan untuk suami dan anaknya...


Raja malah menatap arah sungai dan pemandangan di depannya membelakangi mama dan papanya raut wajah Raja jangan ditanyakan lagi..


"ternyata Kak bagas benar.. kalau membiarkan mama dan papa berdua aja akan muncul adek bayi.. kalau aku terus menempel sama mama dan papa.. aku ngga akan punya adek... hihihi....!! " batin Raja


Raja juga menerawang ke masa depan bagaimana dirinya bermain dengan adik nya bermain pedang-pedangan. beli apapun berbagi. jadi anak tunggal memang tidak enak, awalnya tentu senang tapi pasti ada rasa bosan karna kesepian tidak punya teman bermain..


"maafin aku ya yang selalu merepotkanmu.. karna kamu yang buat aku aneh.. aku jadi mesum, kekanakan dan lainnya itu karna anakmu di perutku!! " ucap Bora mengelus-ngelus rahang kokoh suaminya..


Al langsung memeluk Bora dengan penuh cinta, mata Al berkaca-kaca haru. ini pertama kalinya Al merasa bahagia sampai air matanya tak terbendung.


"terimakasih sayang.. terimakasih banyak.. aku akan melakukan apapun untuk anak kita..!! kamu tidak perlu minta maaf sayang...!! "


Bora tersenyum dan mengecup gemas bahu Al..


"berapa usia kandunganmu sayang..?? " tanya Al


"aku nggak tau.. !!" jawab Bora nyengir kuda..


"kenapa nggak periksa.? " tanya Al memegang bahu bora dan menatap Bora dengan penasaran..


"hei.. tuan Moland yang terhormat.. hubungan kita belum terungkap.. apa kamu mau aku di hina netizen.. ? pokoknya kamu harus muncul diacara Awards nanti...!! "


Al tertawa kecil melihat wajah kesal istrinya yang sangat menggemaskan.


"baiklah nyonya Moland.. aku akan menunjukkan diri demi dirimu. " jawab Al mencubit kedua pipi istrinya.


Bora tersenyum senang dan terlihat begitu manja ke Al. Al mencium kening bora dengan sayangnya..


.


.


disisi lain Anto dan Liona yang dijebak mulai bekerja sama menghancurkan Bora..


"jadi menurutmu Bora pelakunya..?? " tanya Liona dengan geram.


"iya... perempuan sialan itu yang mengatakannya padaku...!!! " jawab Anto..


"sialan.. dia kan sudah punya pacar.. kenapa Tuan Moland menganggapnya istri..? akan aku hancurkan Bora.. kenapa dia sangat beruntung...?? " jerit frustasi Liona..


.


.


bersambung..


Maaf readers Author baru ada waktu buat crazy up hari ini.. janji author yang tertunda baru bisa ditepati sekarang.. mungkin besok udah nggak bisa crazy up.. terimakasih atas dukungan para readers tercinta semuanya..

__ADS_1


.


.


__ADS_2