Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Cinta pertama..


__ADS_3

Matahari masih nampak malu2 untuk keluar dari peraduannya, setelah kota B ini semalam diguyur hujan yang cukup deras.


Namun tak menghentikan langkah seorang gadis muda ini berlari lari kecil dengan riang menuju kelapangan basket diujung jalan perempatan bangunan asrama yang sudah 1 tahun ditempatinya bersama dengan teman2nya..


Gadis ini adalah Johana Aulia farhadi , Mahasiswa tingkat 2 jurusan seni dan aksitektur, Disebuah universitas ternama dikota B ini..


Bukan tanpa alasan kenapa faro memilih tinggal diasrama, selain dia suka menggambar dia juga suka melakukan kegiatan rutinitas yang paling dinantikanya setiap pagi, yaitu melihat Javier shandan wijayadi, kakak senior sekaligus guru bimbel bahasa inggrisnya faro..


Faro sangat mengagumi avi, dia menyukainya secara sepihak mengklaim bahwa avi adalah miliknya jika fans avi yang lain mengungkapkan perasaan mereka padanya, dia akan marah dan berteriak pada mereka sehingga membuat dia dikenali sebagai gadis gila oleh teman2 avi..


faro duduk dibangku taman paling dekat dengan lapangan basket dan dia menaikkan kakinya sambil bersandar kebatang pohon dibelakang bangku tersebut sambil memutar mutar handuk ditangannya yang nanti akan dia berikan kepada avi..


tak lama terdengar teriakan dari para gadis yang berjajar diujung lapangan basket, dan muncullah seorang pria muda dengan tubuh atletis, Wajahnya sangan tampan dengan kulit yang berkilau tertimpa sinar matahari, hidungnya yang mancung, dengan mata kebiru2an dan bibirnya yang tipis menambah kesan keindahan ditubuh berotot tanpa cela tersebut..

__ADS_1


Walaupun sudah 3 tahun ini, faro terus melihatnya tapi tak sedikitpun rasa kagumnya hilang terkikis bosan menatap keindahan ini, wajah yang selalu mengacaukan tidurnya sejak dia duduk dibangku kelas 2 menengah atas, wajah yang terus dia impikan, wajah yang membuatnya harus merengek pada orang tuanya untuk pindah keasrama dan kuliah diuniversitas ternama ini, wajah yang memenuhi hatinya dan menolak semua kata cinta dari teman2 prianya..


lamunannya tersentak ketika riuh para gadis itu berteriak kegirangan karna lemparan Avi masuk kedalam ring basket dan berlari kearah teman2nya untuk tos..


Faro segera berlari kepinggir lapangan mengibas ngibaskan handuknya didepan Avi..


"Kak avi, mari kubersihkan keringatmu dulu "


ejek teman2 avi..


" Diam, lah "


Avi tersenyum malas kepada ejekan teman2nya dan menghampiri Faro,

__ADS_1


" Berikan handuk itu "


sambil meraih handuk itu dari tangan faro dan mengelap seluruh peluh ditubuhnya dengan malas dan melemparkan handuk itu kewajah faro lagi, tanpa mengucapkan terima kasih Avi kembali kelapangan dan mulai aksinya lagi bersama teman2nya..


faro sangat bahagia, dia menghirup bau peluh avi dalam2 dan berjingkrak kegirangan seperti sebelumnya dan menatap tubuh yang tengah lincah beraksi ditengah lapangan basket..


Selama satu tahun ini itulah kebiasaan yang dilakukan faro, bangun pagi untuk berlari plus menunggui avi yang sedang bermain basket, setelah itu dia akan kembali keasrama untuk bersiap siap pergi keuniversitas, namun waktunya tak benar2 dia habiskan untuk belajar, dia masih akan sibuk mengurusi avi dikelasnya, membawa bekal makan siang, menunggui avi menghabiskan semua makanannya baru dia akan pergi kekelasnya sendiri..


dia tak pernah menggubris tatapan jijik gadis2 dikelas avi dan tatapan meremehkan dari teman2 avi lainnya, dia akan melakukan semua itu dengan senang, asalkan avi mau menerima semua perlakuan yang dia berikan..


itulah yang selalu membuat teman2 wanita avi jengkel, walaupun avi merasa risih dengan sikap kekanakan faro tapi dia tidak pernah benar2 tidak menerimanya, dia menerima apa pun yang faro berikan walaupun dengan sikap cuek dan wajahnya yang sinis..


dia akan memakan bekal yang faro bawa tanpa membantah gadis mungil itu..

__ADS_1


__ADS_2