
Faro baru saja selesai dengan kelasnya kini dia meraih tasnya untuk keluar, faro menyusuri koridor kampus yang kini mulai terlihat sepi, dia terus memikirkan alasan anita yang tidak jujur kepadanya perihal pertemuannya dengan daniel, hingga saat dia akan berbelok, tubuhnya tak sengaja bertabrakan dengan seseorang..
Alfaro hampir saja terjatuh namun dengan sigap, sebuah tangan meraih pinggangnya dan menempelkan tubuh mereka dengan erat, hingga kini posisi faro ada didalam pelukan orang tersebut..
Faro sangat terkejut, dan segera mendorong tubuh didepannya ini untuk mundur, setelah terlepas dia langsung mendongak untuk melihatnya dan faro kemudian melebarkan matanya melihat yang berdiri didepannya adalah Javier..
" Apa kamu nggak punya mata "
" maaf kak, maaf tadi aku lagi nggak fokus "
" oh tentu saja, gadis gila mana punya fokus "
faro terdiam mendengar kata2 javier, kini dia menunduk dan pamit akan pergi, namun javier menahan tangannya, membuat faro terkejut dan bahkan tersenyun salah tingkah, membuat javier sangat gemas, rasanya ingin memeluk dia sekali lagi..
" Kau mau kemana.? "
"aku akan pulang kak, biar nggak ganggu kakak lagi, "
" wah, kau memang hebat, setelah berbuat tidak mau bertanggung jawab "
" apa maksud kakak "
faro menatap javier bingung, lalu dia tiba2 memerah mengingat pelukan mereka, mungkinkah javier akan menagih pertanggung jawaban untuk pelukan itu
" a..aku tidak sengaja melakukannya tadi, ka..karna kakak menarikku "
" Benarkah, yaah aku memang menarikmu tapi kau bisa menghindarinya, kauu ini,, kau benar2 telah mengotorinya, huuhhfftt "
alfaro sangat sedih mendengar jawaban javier, dia berpikir bagaimana bisa hanya dengan memeluknya secara tidak sengaja saja sudah mengotori tubuhnya, apa dia serendah itu dimata javier..
" Maafkan aku kak "
Faro berusaha menahan air matanya agar tidak meleleh dari kelopak matanya, Rasanya dia ingin menghilang seketika itu juga, mendengar sang pujaan hatinya berkata demikian..
" Maaf, maaf katamu, pokoknya aku nggak mau tau, kamu harus cuci bersih semuanya "
Alfaro semakin bingung, bagaimana mungkin javier munyuruh dia untuk mencucinya, bukankah itu berarti dia harus memandikan javier
" Maksud kakak, dicuci, ii..itu..disiram pakai air "
" tentu saja, bahkan bukan hanya air, kamu harus menggunakan detergen terbaik, karna ini sangat mahal "
" Jadi kakak selama ini menggunakan detergen "
__ADS_1
" Tentu saja.. apa lagi, "
" Wah, mandi dengan detergen saja dia sangat tampan, apa lagi dengan sabun yang diracik khusus "
tanpa sadar alfaro terkikik geli memikirkan ucapan javier hingga membuat javier heran
" Apa yang kamu tertawakan, apa aku begitu menggelikan "
" Tidak kak, aku hanya berpikir akan sangat tidak sopan jika aku yang melakukannya, mungkin aku akan membelikan detergennya untukmu dan kamu bisa menggunakan sendiri nanti "
" No.. pokonya kamu yang harus melakukannya "
" maaf kak, aku tidak bisa "
" pokoknya harus "
mereka sedikit berdebat hingga akhirnya faro menjawab kesal
" Bagaimana mungkin, aku melakukannya, apa kakak tidak malu harus dimandikan oleh faro "
Javier yang sedari tadi menyela ucapan faro kini tersedak oleh kata2nya sendiri
" Apa yang kamu katakan .? "
" aapaa.. aaa..apa yang kamu katakan "
javier terkejut dan bingung..
" kakak nyuruh aku, buat bertanggung jawab karna aku sudah memeluk kakak tadi, aku tidak bisa menghindarinya karna kakak menarikku, lalu kakak nyuruh membersihkannya, walau pakai detergen, tapi aku harus bagaimana kak, tidak mungkin aku akan memandikan kakak bukan "
" ahahhah😀😂😂😂😂😂🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣"
Javier tertawa terbahak2 sambil menutup mulutnya mendengar ucapan alfaro yang konyol menurutnya..
Tiba2 javier berhenti, dia menarik alfaro dan
" 😚Cup " , dia mencium pucuk kepala alfaro membuat alfaro tersentak mundur namun javier menekan tengkuk leher alvaro, dia menempelkan bibirnya kebibir alfaro yang melotot karna terkejut faro tak sengaja membuka mulutnya membuat javier leluasa menyapu lidahnya, dia mempermainkan bibir faro dengan sangat lihainya, menukar saliva mereka berdua hingga dengan gemasnya dia menggigit ujung bibir alfaro..
Javier memandang mata alfaro yang bungkam karna terkejut, Javier mengangkat tangannya dan menyapu bekas gigitannya diujung bibir alfaro
" Itu hukuman dariku karna kau sudah membiarkan pak dosen Daniel memeluk dan mengenggam tanganmu "
lalu javier menyentil kening faro,
__ADS_1
" itu hukuman dariku karna kamu sudah berpikiran yang tidak2 tentangku, "
" apa maksud kakak "
" aku tidak bilang kalau ingin dimandikan olehmu tapi aku minta pertanggung jawaban karna kau mengotori sepatuku "
Alfaro memerah seketika melihat javier menunjuk kearah sepatunya yang kotor, faro mengutuki dirinya karena salah paham dengan perkataan javier, hingga dia tak berani mengangkat wajahnya karena malu..
Javier tersenyum, dan mencubit dagu alfaro yang masih malu2 menatapnya
" apa ini sakit.? "
faro masih diam, dia tak ingin salah paham lagi pada ucapan javier
" apa bibirmu masih sakit .? "
ucap javier yang diangguki oleh faro
" Maafkan aku, aku sangat marah karena melihatmu dipeluk oleh dosen itu "
faro langsung mendongak melihat javier, dia berani menatap mata javier untuk mencari kebenaran dari ucapannya
" aaapa.. kakak melihatnya,.?
" hmm dan jangan lakukan itu lagi "
" kenapa.? "
" tidak ada alasan, pokoknya jangan dekat dengannya aku tidak suka "
alfaro mengangguk dan menunduk untuk tersenyum, dia senang Javier marah karena melihatnya bersama daniel..
" Mari pergi bersama "
tiba2 faro membulatkan matanya melihat senyum simpul javier
" ka..kapan..? "
" Minggu depan habis ujian, ini sudah tahun terakhir aku disini tapi aku ingin menyampaikan sesuatu padamu sebelum kupergi, sabtu depan aku akan pergi dengan teman2ku lalu minggunya aku akan pergi denganmu "
Alfaro hanya mengangguk, dia sedih mengingat javier akan pergi namun dia juga senang karna akan pergi berdua saja dengan javier..
💐💐💐💐💐💐💐💐💐
__ADS_1
Maaf yah teman2 kalau masih banyak tipo karna ini novel pertamaku..