
faisal dan putranya farhan terus mencari bukti kebenaran dari semua peristiwa yang terjadi dikeluarganya..
♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤♤
Di'kediaman Wijayadi,
Javier memasuki rumah kediaman wijayadi, kediaman megah nan mewah yang disebut mansion white itu lebih pas dikatakan sebagai istana kerajaan..
Wijayadis grup adalah perusahaan yang bergerak dibidang real estate, perhotelan, mall, eletronik, bahkan merajai hampir sebagian wilayah asia, membuat william wijayadi menjadi konglomerat paling kaya dan berkuasa dikota A..
Javier berjalan kedalam rumah, ruangan aula yang biasa digunakan untuk pesta2 dikeluarganya kini sudah hampir selesai dihias, karena malam ini akan di'adakan pesta untuk menyambut kedatangannya, sebenarnya Javier enggan untuk datang, dia lebih suka menghabiskan waktunya diapartemen dan mencari tahu keberadaan Faro. namun karena desakan ibu dan neneknya akhirnya javier menyerah dan pulang..
" Vierr..."
Sasi ibu javier langsung bangkit dari duduknya begitu melihat putra sulungnya kembali, dia memeluk putranya yang hanya sekali setahun kembali kemansion white, Javier langsung tersenyum dan memeluk erat ibunya, dia sangat rindu ibunya, selama faro menghilang dari hidupnya dia sangat depresi mencari kesana kemari.. Namun senyum dan tawa ibunya adalah yang paling menguatkannya..
" Kakaaaaakkk..."
seorang gadis seusia johana berlari dan memeluk kakaknya, dia adalah siena shandan wijayadi adik bungsu javier, wanita ini adalah model utama perusahaan JH, dia menjadi brand ambasador dari Grup JH atas usahanya sendiri, bahkan saat ini tak seorangpun tahu kecuali teman dekatnya kalau dia adalah nona muda keluarga wijayadi..
Javier dan siena tak pernah mempublikasikan jati diri mereka yang sebenarnya, mereka sudah bicara pada orang tua mereka agar bersikap biasa saja bila diluar mansion white karena mereka tak ingin jika orang lain mendekati mereka hanya karena status mereka..
Siena bergelayut manja ditangan kakaknya dan menarik tangan kakaknya menuju kekamar neneknya..
" nenek, lihatlah siapa yang datang, pangeran nenek.."
nenek dafina sangat bahagia, dipeluk dan diciumnya cucu sulungnya dengan penuh rasa haru..
" bagaimana kabar nenek,.?"
ucap javier dengan lembut..
" baik sayang, nenek sangat rindu vier, jangan pergi lagi yah sayang "
ucap neneknya masih memeluk javier
__ADS_1
Belum sempat javier menjawab neneknya..
kakeknya muncul dari luar dan langsung menggoda istrinya yang sudah mulai penuh dengan kerutan dikulit putihnya..
" Begitu pangeranmu tiba, kau melupakan semua orang "
ejek kakek willi kepada istrinya..
" lihatlah kakekmu, diaa terus menggoda nenek "
javier dan siena langsung tertawa mendengar kata2 neneknya, mereka berdua sangat bahagia karna mereka masih sempat menikmati masa2 bahagia dengan kakek dan nenek mereka, javier dan siena bermimpi agar mereka berdua juga diberi pasangan yang terus mencintai sampai tua ssperti kakek dan neneknya..
Mereka berdua langsung menghampiri kakek dan neneknya untuk saling berpelukan..
♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡♡
Sementara hari ini yanti mengajak menantu2 dan cucunya pergi kesalon untuk pesta nanti malam, setelah keluar dari salon aulia pamit kepada mertuanya untuk membeli sesuatu dan pergi meninggalkan ibu mertuanya bersama kakak iparnya mira dan keponakannya monalisa..
Aulia menaiki taksi dan turun didepan disebuah butik yang bangunan'nya cukup besar, dulu dia juga bermimpi untuk memiliki butik sendiri namun saat dia menikah dengan farhan dan melahirkan johanda dia kemudian fokus mengurusi keluarganya dan per'lahan2 semua keinginan itu dia kubur dalam2..
" Silahkan nyoya.. Apa ada yang bisa saya bantu nyonya"
seorang gadis yang memakai seragam kerja dibutik itu datang menghampiri dan menyapa aulia dengan sopan dan penuh hormat..
Aulia tersenyum dan mengedarkan pandangannya kesemua arah butik seakan tengah mencari seseorang..
" saya ingin menemui Maneger butik ini, "
Aulia langsung mengatakan keinginannya kepada pegawai wanita tersebut..
" Maaf nyonya, apa anda sudah ada janji "
ucap pegawai wanita itu lagi..
" Belum, "
__ADS_1
ucap Aulia sedikit canggung..
" Silahkan ibu tunggu dulu disofa itu, saya akan pergi untuk bertanya kepada sekertaris miss, dan saya akan kembali memberitahukan kepada nyonya "
ucap pegawai wanita tersebut yang diangguki oleh aulia..
Aulia berjalan menghampiri sofa dan dia tak sengaja menyenggol barang2 yang dibawa oleh seorang pria yang juga hendak duduk..
" Maaf, maaf.. saya tidak sengaja menabrak anda tuan "
ucap aulia dengan wajah sedikit bersalah..
Pemuda itu memunguti barang2 yang terjatuh..
" tidak apa2 bibi, Maafkan aku juga, karena telah asik dengan henfonku "
Pemuda itu tersenyum simpul dan duduk didepan wanita paruh baya yang baru saja menabraknya
" ssrrr.."
darah pemuda itu bagai berdesir, memandang senyuman yang dia rasa tak asing baginya, senyum itu sama persis dengan senyum wanita yang telah hampir 6 tahun mengisi hatinya..
Javier terus diam sambil mengamati wajah nyonya Aulia, membuat Aulia yang tadinya tersenyum menjadi salah tingkah melihat pemuda itu menatapnya dengan sendu, Hingga pegawai wanita yang tadi dia tunggu kembali dan betapa kecewa Aulia karena pegawai itu mengatakan kalau manegernya sedang pergi keluar kota selama 2 hari..
Aulia pun pamit dan meninggalkan pemuda didepanya yang masih tetap diam dan menatapinya dengan wajah yang rumit, hingga nenek, ibu serta adiknya yang menggunakan pakaian serba tertutup dengan topi dan kacamatanya membuyarkan lamunanya..
" loohh, kok kakak bingung "
ucap siena mengusap bahu kakaknya, pasalnya siena melihat kakaknya yang membawa belanjaan ibu dan neneknya yang ditabrak oleh seorang wanita paruh baya, namun anehnya begitu melihat senyum wanita itu kakaknya membungkam dan terus menatap wanita itu dengan rumit membuat siena penasaran dengan apa yang dilihatnya barusan..
" Ayo pulang kerumah "
Javier bangkit dan berjalan didepan sambil menenteng tas belanjaan milik Ibu dan neneknya..
Mereka masuk kemobil dan pulang kemansion white..
__ADS_1