Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Jebakan..


__ADS_3

siena baru saja tiba dimansion white, dia sangat gembira melihat kakaknya turun dari mobil sportnya, dia berlari kecil untuk mengejar kakaknya yang melangkah masuk kedalam rumah dengan aura yang dingin, wajahnya tampak menahan sebuah emosi..


Javier masuk kedalam mansion dengan wajah sangat marah bagaimana tidak, pengumuman dirapat utama tahunan para pemegang saham hari ini sukses membuat kepalanya kebas dan mati rasa..


Javier terus melangkah bahkan tak menggubris panggilan ibu dan neneknya, dia langsung berjalan lurus kearah ruang kerja kakeknya..


Tanpa mengetuk pintu dia langsung menerobos masuk, dia mendapati ayah dan kakeknya sedang mengobrol sambil tertawa dikursi santai ruang kerja kakeknya, dan mereka langsung menoleh melihat pintu didorong dengan kasar..


" Kakek.. apa maksud semua ini "


ucap javier sambil mendorong tablet yang berisi video rapat hari ini didepan kakeknya..


" prince, duduklah dulu, kakek akan menjelaskannya kepadamu "


tutur kakeknya ramah..


Javier duduk didepan ayah dan kakeknya lalu menatap kedua lelaki yang paling penting dalam hidupnya tersebut dengan jengah..


" prince, kami memutuskan untuk menjodohkanmu dengan cucu kakek faisal, sahabat kakek dari kecil "


" kenapa kakek memutuskan hal sepenting ini tanpa memberi tahuku..? aku bahkan tak mengenalnya "


ucap javier kesal..


" kau mengenalnya dia mona lisa yang dipesta malam itu "


" aku tidak setuju perjodohan ini, aku hanya akan menikah dengan wanita pilihanku saja "


ucap javier datar..


" wanita pilihan yang pergi meninggalkanmu dan membuatmu bodoh selama 6 tahun kerena mencarinya kau menjadi seperti orang gila "


ucap kakeknya mulai emosi..


" bagus kalau kakek sudah tahu, jadi aku tak perlu menjelaskannya lagi bukan "


ucap javier sinis..


" vieeerrrrr.... kau seorang wijayadi.. wijayadi tak pernah ingkar janji.."

__ADS_1


suara kakeknya menggelegar hingga membuat istri dan menantunya ikut masuk keruang kerja kakek yang masih kelihatan segar diusia rentanya tersebut..


Dafina menghampiri suaminya..


" suamiku, tolong jangan emosi seperti ini, ini tidak baik untuk jantungmu "


ucap oma dafina cemas..


" vier, kau membuat papi kecewa, kami melakukan semua ini demi kebaikanmu, Mona lisa adalah wanita dari keluarga baik2, yang pasti dia punya status keluarga yang jelas ketimbang gadis yang terus menerus kau cari "


Javier menatap ibu dan ayahnya dengan sayu,


" dad.. aku sangat menghormati keluarga ini, kalian segalanya bagiku, tapi dad, aku sangat mencintai wanita itu, aku sangat mencintainya "


seketika itu mereka panik melihat kakek william terjatuh kedalam dekapan putranya dan pingsan..


kakek william dibawa keklinik pribadi dalam mansion white, dan diperiksa..


setelah dokter keluar dia mengatakan kalau kakek willi tidak bisa banyak pikiran karena kondisi jantungnya tak stabil..


" lihatlah ulahmu, apa kau puaaass setelah berteriak kepada kakekmu "


ucap ayah danuar marah..


" Vier, apa ini.. kau minum lagi "


ucap aldi sambil merebut gelas minuman dari tangan javier..


" aldi, aku memang laki2 yang menyedihkan, kakek ingin aku menikah dengan mona tapi aku ingin alfaro, aku hanya ingin dia, bagaimana membujuk alfaro aldi,, aku benar2 sangat menyedihkan "


ucap javier frustasi..


Aldi memapah javier keluar dan tiba2 dia memikirkan sebuah ide gila dikepalanya, dia membawa javier keapartemennya dan membaringkannya diatas kasur,


" Vier, tunggulah sebentar, aku akan membelikan obat untuk mengurangi mabukmu "


" aldi, aku tidak mabuk, aku hanya ingin tidur sebentar , kau pergilah belikan aku makanan "


aldi pun keluar dan memacu mobilnya..

__ADS_1


Mobil aldi sudah tiba diparkiran dan dia sedikit melirik wajahnya dicermin, lalu membuat ekspresi cemas yang se'alami mungkin..


" Maafkan aku vier, aku tak punya cara lain, kalian berdua selalu bodoh dan lemah jika berurusan dengan hati "


aldi mendorong pintu butik dengan ter'gesa2 dan mendapati johana yang masih berkutat dengan laporannya..


aldi segera duduk dengan ekspresi cemas yang dibuat2 hingga membuat johana heran..


" ada apa kak .?"


ucap faro bingung menatap keringat yang bercucuran diwajah aldi


" Faro, aku tak tahu lagi harus kemana, dia tak ingin orang lain, dia bisa mati faro tolonglah javier "


aldi memohon sambil mengatupkan kedua tangannya dengan ekspresi putus asa yang di'buat2..


" ada apa dengannya.?"


ucap faro sedikit terbawa cemas..


" javier, dia.. dia dijebak meminum obat Asmara lagi, dan saat ini dia sedang ada diapartemennya, aku sudah mencari 2 gadis untuknya namun dia menolaknya bahkan lebih memilih mati ketimbang menyentuh wanita2 itu faro"


ucap aldi gamblang..


Tubub faro seketika bergetar mendengar perkataan aldi, dia tidak mungkin melakukan semua ini..


" Apa kak pikir aku wanita murahan seperti itu kak.?"


ucap johana sinis..


aldi langsung menelan ludahnya sendiri, bagaimana kalau javier tahu kelakuannya ini, dia akan membunuhnya,


" faro, aku hanya ingin membantunya, aku tahu kenapa dia menolak 2 wanita itu, karena dia selalu menjaganya untukmu "


melihat johana yang tampak berpikir, aldi semakin memanipulasi pikiran johana..


Lalu aldi bangkit dengan ekspresi putus asa..


" baiklah lupakan apa yang kukatakan barusan, aku harusnya tak datang kemari meminta pertolongan darimu "

__ADS_1


Aldi akan pergi namun johana menahan tangannya..


" kak aldi, aku akan pergi denganmu, tolong antarkan aku keapartemen kak javier "


__ADS_2