Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Depresi..


__ADS_3

Sirene ambulance membelah jalanan kota yang ramai, seakan semua orang masih enggan kembali keperaduannya..


sirene itu terdengar begitu tegas dan memilukan seakan memaksa semua mobil untuk menepi dan memberikan jalan kepada mobil ambulance yang diekori oleh iringan mobil2 mewah berkelas dibelakangnya..


Didalam sana, seorang pria bertubuh kokoh sedang memandang dengan tatapan kosong, sambil menggenggam erat tangan seorang wanita yang tertidur dengan wajah sangat pucat diatas tandu mobil ambulance tersebut..


disampingnya duduk seorang wanita yang masih memakai gaun pesta, dengan tatapan rumit yang sulit diartikan, yang pasti saat ini dia terus mengecek kondisi wanita ini sambil sesekali mengelus pundak pria yang menjadi adik angkat suaminya tersebut..


Bau amis darah memenuhi indra penciuman si'pria yang mencoba menguatkan hatinya agar tak menangis, karena wanitanya benci air mata, namun air bening itu tak bisa berkompromi dan lolos begitu saja, bak hujan deras tak terkontrol..


sampai saat ini dia bahkan tak ingin percaya kalau tubuh pucat seputih kertas ini adalah istrinya yang tadi diperkenalkan dengan bangga didepan semua tamu undangan pesta penyambutannya..


jika saja dia tak melihat dan menggendong wanita ini dengan tangannya sendiri, mungkin saat ini, bahkan dia tak ingin memimpikan kalau wanita yang terbaring berlumuran darah dibawah tangga adalah istrinya..


Mereka tiba dirumah sakit dan semua perawat sudah bersiap, tubuh mungil itu didorong kedalam ruang gawat darurat, diikuti semua orang yang berwajah cemas dan sembab..


pintu ruang IGD tertutup, memaksa tangan pria itu terlepas, menyisakan semua luka dan sesak yang beruntun..


" Prince tenangkan dirimu, ahana gadis yang kuat "


tutur pria paruh baya yang kini mengelus lembut kepala anak sulungnya tersebut, hatinya hancur melihat menantunya terluka hingga membuat putra kesayangannya bagaikan sebuah raga tanpa jiwa..


" Pa..pap.. papiii.. huhuhuhu..huhhuh..hiks..hiks.., aku tidak bisa kehilangan hana, dia hidupku pi, dia hidupku "


tangis pria dewasa ini seketika pecah merasakan rasa sesak yang membuncah didadanya, maminya yang sejak tadi memeluk dan menenangkan besan wanitanya yang shok, kini berlari memeluk erat putranya yang masih menangis pilu sambil merosotkan dirinya kelantai..


Tata keluar dari ruangan IGD dengan wajah shok melihat semua keluarga suaminya menanti dia membuka suaranya, melihat kearah javier dengan linangan air mata dan senyuman penuh keterpaksaan..


" Johana berhasil melewati masa kritisnya "..


semua orang bernafas lega dan mengucap syukur berkali kali, bahkan javier memeluk erat ibunya dengan mata yang mulai berbinar..

__ADS_1


" tapi, huufftt hhhhaaaahh "


tata menarik nafasnya pelan dan menghembuskannya kembali lalu berucap dengan pasrah..


" Bayi kalian tidak bisa diselamatkan karena benturan keras yang terjadi diperut dan pinggul johana "


" gerrrgggrrrr "


Bak petir menyambar kepala javier mendengar pengakuan kakak iparnya, dia memegangi dadanya yang sesak, dia merosot kembali kelantai dan berusaha berdiri dipapah oleh papi dan ayah mertuanya..


" Kami tahu kau sangat sedih tapi kau harus kuat demi istrimu, dia akan mendapatkan guncangan paling hebat setelah cobaan ini "


ucap papi danuar menenangkan putranya..


Malam berlalu digantikan sinar mentari yang meredup ditutupi awan mendung seperti hati javier hari ini, dia sangat terluka, menyaksikan istrinya yang terbaring tanpa ekspresi diranjang pemulihan..


Matanya menatap lurus kearah langit2, seolah ingin menembus beton kokoh itu, bibirnya mengatup tanpa kata, tak ada ekspresi yang tergambar diwajahnya..


satu2nya kata yang terucap dari bibirnya sesaat setelah sadar adalah..


segera setelah itu dia mematung tanpa reaksi apa pun..


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺


Yuanita berlari menyusuri koridor rumah sakit begitu mendapat kabar dari siena kalau johana kecelakaan dan kehilangan bayinya..


Yuan mengatur nafasnya perlahan setelah itu memutar gagang pintu, memasuki ruang inap johana..


begitu dia masuk, dia tercengang pasalnya semua orang sedang duduk disofa dengan wajah rumit melihat johana yang mematung tanpa ekspresi diatas ranjang..


" Jo, "

__ADS_1


Panggil yuan mengusap pundak johana..


Semua orang menahan nafas melihat ekspresi binar dimata johana, yang menyambut yuan dengan antusias..


" Yu..yuann.. bagaimana keadaan kak johan, apa sudah ada kabar dari polisi.? mereka menemukan kak johan dalam keadaan hidup kan.?, kak johan masih hidup kan.?"


tanya johana membabi buta seperti baru mendapat air dipadang pasir karena lega melihat yuan..


Javier beranjak dari tempat duduknya dan keluar dari kamar inap johana, dia memukul tiang koridor rumah sakit dengan keras merasakan sembilu yang kini tengah menyayat hatinya..


Flash back on..


" Ada apa dengan istri saya dok,.?"


tanya javier kepada dokter yang kini duduk didepannya, pasalnya setelah johana sadar, dia menjadi orang berbeda, dia hanya diam dengan tatapan kosong dan tak menghiraukan siapa pun bicara kepadanya..


" nyonya johana mengalami gangguan stres pasca trauma tuan, disebabkan karena nyonya johana mengalami sebuah peristiwa kecelakaan dan menyaksikan orang terdekatnya menderita, yang memicu depresi berkepanjangan hingga timbul gejala cemas berlebih, menyalahkan diri sendiri hingga gelisah berkepanjangan, negativitas, keputus'asaan dan ketidak berdayaan yang intens "


" Bagaimana menyembuhkannya dokter.? istri saya pernah melakukan hipnoteraphy, apa saya bisa menggunakan hipnoteraphy lagi"


" mungkin bisa, tapi efeknya akan lebih berbahaya jika dia berperang dengan pikiran alam bawah sadarnya yang saat ini masih mengendalikan pikirannya "


Javier menunduk lemah mendengar ucapan dokter..


" kami akan berusaha, mungkin dengan teraphy perilaku kognitif ( mengenali dan mengubah pola pikir pasien yang negatif menjadi positif )..


atau teraphy eksposur ( membantu pasien menghadapi keadaan dan ingatan yang memicu trauma secara efektif )..


Flash back Off..


Javier menoleh merasakan usapan yang membuyarkan lamunannya..

__ADS_1


" Kak avi, bersabarlah.. tuhan tidak akan memberi cobaan dibatas kemampuan umatnya "


ucap yuanita tulus sambil berlalu dari sana..


__ADS_2