
Saat javier masih kesal karna telah dijahili oleh kedua sahabat karibnya, Dilain tempat faro masih merungut karna kata2 javier dilapangan basket pagi ini..
faro terus berjalan hingga dia melihat mobil daniel didepan gerbang pintu masuk asrama, dia mengurungkan niatnya untuk kembali keasrama..
saat hendak berbalik dia tidak sengaja menangkap sosok akrab dibawah pohon rindang disebrang jalan depan asrama, disana berdiri berhadapan dua orang yang tidak asing bagi faro, mereka adalah Daniel dan Anita..
Anita terlihat sedang bicara dengan serius sambil sesekali menunjukkan gerakan tubuhnya kearah daniel yang berdiri mematung dengan wajah tertunduk kebawah, saking seriusnya anita bahkan menunjuk2 kearah daniel..
faro nampak heran melihat ekspresi anita kali ini, biasanya dia adalah sosok yang lembut dan perhatian, anita adalah sahabat faro dari kecil dan faro sangat mengenal anita, melihat anita dengan wajah yang rumit seperti itu membuat faro bertanya2 sebenarnya ada pembincaraan serius apa antara anita dengan daniel..
Faro memutuskan untuk diam2 masuk kedalam asrama, setibanya dikamar dia langsung meraih handuknya kemudian mandi, dia akan sedikit santai, mengingat dia hanya akan punya kelas siang hari ini..
Keluar dari kamar mandi alfaro dikejutkan teriakan kegirangan Anita dari meja belajarnya
"rooo.. "
ucap anita kegirangan
" ada apaaa.. apa siihh "
__ADS_1
"coba kamu lihat, ada diskon besar2ran dilapak belanja online xxx minggu ini "
Faro melongo tak percaya, melihat sahabatnya yang memang gila kalau urusan belanja yang berdiskon besar2ran, walau mereka berdua adalah nona muda dari salah satu keluarga terhormat dikotanya namun alfaro dan nita adalah gadis yang mendapat didikan keras dari keluarganya..
" Nit, kamu habis dari mana.?"
Ucap faro membuat senyum anita seketika memudar, namun cepat2 dia mengalihkan ekspresinya dengan senyum sarkasnya
" dari lari pagilah, masa dari rumah mantan "
ucap Anita sarkas, sebenarnya memang dia berniat ingin berlari pagi ini, namun saat didepan asrama dia bertemu dengan Daniel, Dia lalu mengajak daniel untuk bicara sampai melupakan lari paginya..
"Kok aku nggak lihat kamu dilapangan tadi "
" Noo.. sayang.. aku lari muter kegerbang barat, nggak lewat lapangan "
" Jadi kamu tadi lama karna larinya muter kegerbang barat "
" Yes, betul banget "
__ADS_1
" Tapi kok kamu nggak punya peluh sedikitpun, Maksudku biasanya keringatmu sampai membasahi bajumu, "
timpal faro tak kalah gesit, menyadari raut wajah Anita yang sudah mulai berubah menjadi canggung
"Baiklah, baiklah, jangan dibahas lagi, aku mau mandi dulu, harus buru2 keperpus aku sudah janji pada bina untuk pergi bersamanya, by "
Anita memeluk lengan faro sekejab dan lari menuju kekamar mandi, dia menutup pintu dan menghela nafas lega, kemudian berbalik menatap pintu dengan nanar sambil berucap lirih
" Maafkan aku Ro, karena telah membohongimu, tetapi aku tak sanggup jika harus melihat Johana kembali.? "
Sementara diluar pintu kamar mandi, alfaro masih dengan pikiran yang kalut, dia tak mengira anita akan berbohong tentang pertemuannya dengan daniel, tapi kemudian dia menghilangkan pikiran buruknya tentang anita, dia percaya sahabatnya, pasti ada alasan kenapa anita tak memberitahu kepadanya perihal pertemuannya dengan daniel..
Yang pasti saat ini dia tidak boleh curiga pada sahabatnya..
♡☆♡☆♡☆♡♡☆♡☆♡☆♡☆♡☆♡...
Maaf yah kalau up'nya lama, jaringan ditempat author kadang2 suka lemot..
Maafkan jika tak sesuai harapan teman2, soalnya baru pertama kali nulis buat publik..
__ADS_1
Mohon saran dari teman2 semua..
🙏🙏🙏🙏🙏 Jangan di'bully yah..