
Monalisa langsung memeluk ayahnya yang baru datang, dia menarik koper ayahnya dan memanggil maminya dengan heboh..
" Papii.. mona rindu sekali sama papi.?"
" iya sayang.. papi juga rindu sama putri cantik papi ini, kemana mama kamu.?"
" mami ada dikamar pi.? "
" baiklah.. papi akan pergi menemui mamimu dulu, nanti kita bicara lagi, "
" hhmm.."
Farid berjalan dan membuka pintu kamar, nampak istrinya mira sedang memilih beberapa pakaian yang dia letakkan diatas sofa..
" Farid, kau sudah tiba.? "
ucap mira yang langsung diangguki pelan oleh farid..
" Miraaa.. apa semua ini.?"
ucap farid lirih yang menghentikan aksi istrinya yang sedang keasyikan..
" apa maksudmu.?"
tanya mira berkerut, melihat kecemasan diwajah suaminya..
" Miraaa, kau tahu, javier sudah memiliki anak dengan wanita lain, bahkan kita menyaksikan sendiri bagaimana dia menentang ayahnya karena mencelakai anak itu, mungkin saja saat ini dia sudah menikah"
ucap farid frustasi menatap istrinya..
" Farid, kalau vier memang menikah,, Ayahmu dan tuan william tidak akan mengumumkan berita ini kepublik, kau tahu bahkan javier ada disana dan mengakui kalau dia adalah menantu keluarga kita, bagaimana bisa kau menyangsikan semua itu.?"
" tapi mira, aku tidak ingin jika javier dipaksa untuk menerima perjodohan ini, bagaimana nasib putri kita nantinya.?"
" putri kita akan bahagia, bergelimang harta dan kemewahan, menjadi tuan putri, dan tidak akan pernah kekurangan "
" Miraa... kenapa hanya uang2 dan uang lagi, bagaimana dengan wanita itu dan anaknya.?"
__ADS_1
" Apa peduli kita, kepada anak atau wanita itu, yang pasti, hanya mona yang akan melahirkan penerus untuk wijayadi nantinya dan cucu kita akan menjadi penguasa diperusahaan terbesar dikota ini "
" aku hanya kasiank kepada putrimu, dia akan menanggung kesakitan demi ambisimu ini mira.?"
" yang pasti mona sangat bahagia dan mencintai javier, jangan berani mencoba menghalangi langkah mona, karena kau akan kehilangan putrimu nanti "
" hhhhhhaahh"
farid menghela nafasnya berat, dan meninggalkan istrinya menuju kekamar mandi, jika sudah dihadapkan tentang putrinya mona, farid tak bisa melakukan apapun, bahkan hingga kini, ancaman putrinya akan pergi masih mampu mengendalikan farid untuk selalu bungkam melihat ambisi istri dan anaknya ini..
Sementara dimansion white..
mami sasi dan siena sangat gembira mendapatkan tamu mereka dipagi hari ini, seorang wanita tinggi semampai dengan rambut lurus sebahu memasuki mansion bersama dengan dua orang putranya yang tampan..
" Kak Tata.."
teriak siena senang melihat kakak iparnya masuk bersama dua keponakannya, siena langsung memeluk dua jagoan kecil didepannya dengan sangat gemas..
" Hallo onti, harry kangen sama onti sisi.?"
ucap seorang anak yang lebih muda..
" Hana sayang, kenalkan ini thalia tania, dia adalah istrinya satria, anak sulungnya mami sama papi, dan itu kedua putra mereka, harry dan jonas,"
ucap maminya yang heran melihat menantunya berkaca2 dan menghampiri mereka..
" kak tania, kkau.. kak tania, ini benar kak tania "
Johana terbata memandang wanita yang juga tak kalah terkejut dibanding johana..
" Joo.."
Tata dan johana saling memeluk dengan erat membuat semua orang tercengang..
" Kak tania adalah dokter konseling obginku di'inggris mi, aku sangat bahagia karena kami sama2 orang asia, dia yang menjadi dokterku ketika aku hamil dan melahirkan sikembar, bahkan saat itu dia juga sedang merawat bayinya yang baru berusia hampir 1 tahun, dia merawatku, dan memberi semangat yang positif agar aku tidak mudah menyerah karena menjadi ibu tunggal saat itu, dia memberi arahan tentang merawat hafira dan jasen, dia dan yuan menjadi orang yang paling menguatkan aku saat itu"
kenang johana yang membuat semua orang terharu..
__ADS_1
" Mi, aku memberi semangat karena melihat dia menjadi hidup setelah kehadiran sikembar, aku percaya orang Asia semua sangat kuat karena melihat dia pantang menyerah, aku sangat gembira melihat tekadnya yang persis seperti kak satria, apa lagi bertemu dengan orang dari negeri sendiri ditanah orang lain merupakan hal yang sangat menakjubkan "
tutur tania sambil merangkul johana..
Hari menjelang sore..
semua orang nampak sibuk merias diri mereka masing sambil sesekali mengobrol..
Mami sasi, tata, siena dan Hafira tampak cantik dengan dress mereka, yang hampir berwarna senada..
Membuat semua orang diruang tamu tersenyum memandang mereka, lalu tiba2 mereka semua terdiam, memandang johana yang baru saja turun dengan dress yang dipilih oleh suaminya..
semua orang tercengang melihatnya menuruni anak tangga, javier bahkan langsung menelan ludahnya melihat kecantikan istrinya, rasanya dia ingin membawa johana kabur dan menenggelamkan kepalanya kearah leher jenjang istrinya itu..
Johana berkerut melihat wajah cemberut suaminya..
" kak avi, ada apa.? kau terlihat tidak senang, apa aku tidak cocok memakainya.?"
ucap johana merucutkan bibirnya yang semakin membuat javier gemas ingin melahap bibir mungil itu..
" yaahh.. aku tidak senang, ".
ucap javier yang mendapat tatapan heran dari semua orang, bahkan mami sasi melototi putranya kerena melihat menantunya sudah menunduk..
" Aku tidak senang, jika harus membiarkan bidadariku dilihat oleh semua orang "
ucap javier yang mendapat tatapan kasih dari johana..
" Awas saja, jika ada yang berani melihat kepada istriku, aku pasti akan mencongkel mata mereka,"
ucap javier merajuk, yang mendapat tatapan malas dari semua orang..
javier menoleh kepada kakeknya..
" Kakeeek.. bisakah kita tidak usah membawa ahana, aku sungguh tidak rela jika ada orang lain melihatnya, aaawuuuwww "
javier mengadu kesakitan karena mendapat cubitan dipinggang oleh istrinya..
__ADS_1
" Hantikan dramamu ini kak, kita akan terlambat "
ucap johana tertawa lalu berjalan mengikuti ayah mertuanya yang tersenyum geli melihat tingkah manja anaknya..