
kakek faisal bangkit dari kursinya dan akan melangkah pergi ketika siena berbicara kepadanya lagi dengan datar..
" Tuan, jika anda mengatakan ini kepada kakekku, maka semua keluargamu akan dimusnahkan.?"
ucap datar siena tanpa menoleh, membuat kakek faisal geram mendengar ancaman wanita muda yang bahkan belum sampai setengah dari umurnya tersebut..
" Kurang ajar, kau berani mengancamku, kau tidak tahu sedang berurusan dengan siapa.? kalau aku mau, aku sudah menghancurkanmu lebih hancur dari monalisa, "
ucap kakek faisal lantang..
" ckk.. aku hanya mengingatkan anda tuan, jangan coba2 mengadukan semua ini kepada kakekku "
ucap siena sinis..
" hhmm.. apa kau takut, jika kakekmu tahu kalau cucu kebanggaannya adalah seorang wanita licik dan munafik "
tawa sinis kakek faisal..
" tidak,.. aku takut jika kakekku tahu alasan aku melakukan ini, dia akan menghilangkan monalisa dari dunia ini "
ucap siena datar..
" Apa maksudmu.?"
kakek faisal mengeryit heran..
" tidak ada, tapi ini untuk kebaikan keluargamu.?"
jawab siena..
" Kau pikir persahabatanku dengan william serapuh itu, kami menjadi sahabat, lalu saudara, dan sudah berjanji akan saling menjaga seumur hidup "
" aku tahu, tapi jika kakek tahu, dia tidak akan mengampuni monalisa "
" jangan ber'putar2, katakan yang sebenarnya..? apa maksudmu.?"
ucap kakek faisal mulai kembali emosi dan memelototi siena dengan tajam..
siena menghela nafasnya kasar..
" monalisa yang mendorong kak hana sampai terjatuh dari tangga darurat itu."
__ADS_1
ucapan siena ini menohok hati tuan faisal sampai dia hampir saja merosot kelantai..
" KAU BERBOHONG.."
teriak kakek faisal..
" Tidak.? aku tidak berbohong.."
Flash back on..
" Kak hana.. kak hanaaaaaa "
panik siena mendengar teriakan kakak iparnya..
siena keluar dari mobil dan berlari masuk kedalam, dia menuju tangga darurat tersebut..
Langkahnya terhenti mendengar suara yang tak asing diujung telponnya..
" Mona tolong.. bayiku,, darah.. daraah.. mo..naaa.. tolong aku.. tolong bayiku.. aku tak ingin kehilangan bayiku..."
terdengar samar2 suara johana memelas kepada monalisa..
" Bhuggkkk"
suara itu terdengar sangat keras sampai membuat siena bergetar..
" Maafkan aku tuan putri es, kakiku tak sengaja melayang keanakmu, dia menghalangiku, jadi aku juga akan melenyapkannya sama sepertimu "
seringai monalisa yang bisa didengar dengan jelas oleh siena melalui ponselnya..
Flash back off..
Siena menyeka air matanyaa, tubuhnya masih bergetar mengingat suara itu..
Kakek faisal terduduk kembali dikursinya, dia memegang pinggiran meja dengan kuat untuk menahan tubuhnya yang lemas agar tidak jatuh..
" Aku mengambil CCTV, yang mengarah keruangan itu, dan memutuskan memberi monalisa pelajaran, tapi aku tidak yakin kalau kakek dan papi sampai tahu masalah ini, dia tidak akan mengampuni monalisa, apalagi kita sudah melihat kondisi kak hana setelah kecelakaan itu, kak vier akan menggila dan membuat hidup mereka menderita, bahkan akan melenyapkannya, anda mungkin mengenal kakekku, tapi anda tidak mengenal kakakku "
terang siena dan berlalu dari sana, meninggalkan kakek faisal yang masih shok..
Johana membuka matanya dan melihat yuan duduk disebelahnya..
__ADS_1
" jo, kau sudah sadar.?"
ucap yuan mengelus pucuk kepala johana..
Johana mengangguk, dan tersenyum ramah kepada yuanita..
" Tolong jangan membuatku khawatir lagi.?, aku sangat sedih melihatmu menderita seperti ini jo "
tunduk yuanita yang mendapat usapan dipipinya..
" maafkan aku, karena selalu merepotkanmu.?"
ucap johana lirih dan memeluk yuanita erat..
Kak johan sudah pergi, siapa lagi yang bisa menemaniku selain dirimu yuan..?
Hari menjelang sore, dan yuan pamit untuk pulang..
" Yuan, apa bunda sudah lebih baik sekarang.?"
tanya johana saat yuan ingin keluar dari pintu, bahkan pertanyaan ini membuat yuanita salah tingkah, pasalnya johana hanya mengingat kalau mereka sekarang masih tinggal dipuri bunga..
" hhhmm, mereka baik, cepatlah sembuh agar kita bisa pulang kerumah "
jawab yuanita langsung menghilang dibalik pintu yang tertutup..
Yuan mendapati javier dibalik tiang koridor dengan tatapan sendu..
" kak avi, aku titip johana, aku harus pulang melihat yuma, "
ucap yuanita yang mendapat anggukan sekaligus ucapan terima kasih dari javier..
Kakek faisal kembali kerumahnya dengan geram dia bahkan beberapa kali menggebrak meja dan melonggarkan dasi dilehernya karena marah..
Disatu sisi, dia sangat marah mendengar kelakuan monalisa, tapi disisi lain dia menyalahkan dirinya..
" semua ini karena kesalahanku, memanjakan monalisa, membuat dia memiliki apa pun yang dia inginkan sehingga membuatnya menjadi terobsesi, dan itu juga salahku, melimpahkan kemarahanku kepada johana, membuat dia pergi dan menjauh dari rumah ini, menahan semua bebannya sendirian hingga dia menjadi depresi dan tak mampu menahan guncangan mental yang dia alami"
kakek faisal menghela nafasnya dan duduk dikursinya dengan lesu..
" ahana maafkan kesalahan kakek "..
__ADS_1