
Haru dipuri bunga, juga tak kalah dengan keadaan dimansion white..
Mami sasi, memeluk siena berkali - kali dengan rasa syukurnya karena putri semata wayangnya ini kembali dengan selamat..
Papi danuar bahkan tak kuasa menahan bulir2 air mata yang menggenang dipelupuk matanya karena merasa bahagia putrinya kembali..
Papi danuar menghampiri satria dan tania yang sejak tadi ikut terharu melihat orang tua angkatnya bahagia..
" Satya, terima kasih sudah membawa adikmu kembali dengan selamat,.?"
ucap Papi danuar memanggil nama sayang satria, memeluk erat putra angkatnya yang sudah diadopsi dan disahkan secara hukum menjadi putra sulung keluarga wijayadi..
" Papi, itu tugasku sebagai kakaknya, untuk melindungi gadis nakal ini, dan juga adik iparku johana "
ucap satria tersenyum sambil memeluk adiknya..
" kau benar, karena kau adalah putraku, satria shandan wijayadi "
ucap danuar menepuk punggung putra sulungnya yang masih betah memeluk siena adiknya..
" Mami juga ingin dipeluk "
ucap mami sasi manja membuat semua berpelukan bahagia, termasuk tania yang masuk kedalam pelukan suami dan adik iparnya..
🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺...
mami sasi juga masih kembali menangis dan memeluk johana yang baru saja menginjakkan kakinya dimansion white..
" Sayang, kau sudah sembuh dan kembali dengan selamat "
ucap syukur mami sasi sambil terus menciumi wajah menantunya kesayangannya tersebut..
__ADS_1
" Iya mi, maafkan hana, karena membuat semua orang khawatir, maafkan johana juga karena sempat tak mengenali siapapun.. tapi aku senang bisa kembali dengan selamat berkat mereka yang sangat menyayangiku "
jawab johana sambil mengeratkan pelukannya kepada mama mertuanya..
membuat semua orang tersenyum haru melihat kearah mereka..
mereka semua juga akhirnya berpelukan dengan bahagia..
" dimana anak2.?"
tanya johana kemudian, karena tak melihat anak2nya sejak tadi, padahal dia sangat rindu kepada mereka, dan bahkan dia menunduk sedih melihat perutnya yang kini sudah rata kembali..
" Sayang, ihklaskan, dia bukan rezekymu, Dia sudah kembali kesyurganya,"
ucap mami sasi seperti mengerti perasaan menantunya..
" iya mi, aku hanya merasa tak berguna sebagai ibunya, karena tidak bisa melindungi bayiku sendiri "
" tidak sayang.. jangan katakan itu lagi, kau harus bisa kuat dan menerima ini sebagai cobaan yang sudah digariskan takdir untukmu sayang, ada jasen, hafira, suamimu, dan juga kami semua bersamamu, kami yakin kau wanita yang kuat "
" iya mi, aku benar2 beruntung memiliki keluarga yang paling menyayangiku dan juga memiliki seseorang yang selalu menjadi kekuatan ketika aku menyerah "
ucap johana menoleh kepada javier yang sedang duduk dan mengobrol dengan papinya..
" masuklah kedalam sayang, pergilah istrahat, besok pagi sikembar dan sepupunya akan kembali dari singapura, papa dan mama sengaja membawa keempat cicit mereka pergi berlibur untuk menjauhkan mereka dari semua masalah yang terjadi dikeluarga kita "
ucap mami sasi yang mendapat anggukan dari johana..
Johana berdiri dibalik jendela kaca yang sangat besar, dia memandang kearah taman mansion white yang dipenuhi bunga2 indah yang beraneka warna..
FLASH BACK ON..
__ADS_1
Dia kemudian kembali teringat saat dia juga berlarian ditaman puri, sambil sesekali mencolek bibinya yang sedang menanam bunga mawar berwarna maroon seperti warna favoritnya..
Johana terus berputar dengan kincir angin kecil ditangannya sambil sesekali mencolek bibinya sambil tertawa jahil..
saat dia akan mencolek bibinya lagi, bibi farani ternyata sudah bersiap menangkapnya dan jadilah dia masuk kedalam pelukan bibinya yang membuat mereka berbaring keatas rumput hijau, dan johana tak berhenti tertawa karena bibinya terus menggelitik lehernya..
" Dasar gadis nakal.."
ucap bibinya gemas yang membuat johana terus tertawa..
Gadis nakal, itulah panggilan sayang dari johanda dan bibi farani untuk johana..
seiring berjalannya waktu bibi farani menikah dan pergi dari puri, membuat johana sangat merindukannya, hingga akhirnya bibi farani kembali kepuri dengan kehamilannya..
Bibi farani dan johana sama2 suka menggambar, mereka bahkan sengaja dibuatkan ruangan seni khusus oleh kakek untuk kenyamanan farani..
Hingga malam naas itu terjadi, johana dan yuan tertidur dengan sangat pulas, akibat obat tidur dari seorang pelayan yang ternyata bersekongkol dengan mira untuk melenyapkan farani..
Pelayan itu mengunci pintu dari luar hingga membiarkan farani mati sesak didalam ruangan seni yang terbakar, lalu membawa kunci ruangan itu kekamar johana dan memasukannya kedalam saku celana johana yang membuagnya dituduh dan diasingkan keluarganya selama ber'tahun2, dan bahkan membuat dia merasa bersalah karena gagal menjaga bibinya..
Peristiwa itu membuatnya menjadi dingin, takut, dan bahkan merasa kesepian..
dia dijauhi dan menjauhi semua teman2nya, dia membangun sebuah tembok, tembok yang kokoh dihatinya untuk menerima semua kenyataan kalau semua tak lagi sama..
Dia tak pernah lagi tersenyum, dan mengasingkan diri dari semua orang, dia menolak siapapun yang ingin memberi tawaran berbagi kesepian dihatinya..
Hatinya dingin, sedingin tatapan kakek dan ayahnya, hatinya menangis dan berteriak dari dalam seperti neneknya yang terus menyesali diri karena meninggalkan johana yang menjaga farani..
dia tak perduli, julukan Tuan Putri Es melengkapi hidupnya yang hampa dan dingin..
hanya dia yang tahu, bagaimana menderitanya terasing dari keluarga sendiri, hanya dia yang tahu betapa tersiksanya menahan bebannya sendirian..
__ADS_1
Kedinginan itu sedikit meleleh karena kepulangan kakaknya dari kuliah diluar negeri, membuat dia bisa menemukan kembali senyumnya, namun lagi2 naas tak bisa ditolak untuk johana..
Johanda meninggal dalam sebuah kecelakaan yang menewaskannya, bahkan mirisnya semua orang menujuk kearahnya kalau dia sudah jadi penyebab semua kekacauan keluarga farhadi..