
Javier dan johana kembali ke'Apartemen setelah makan bersama dirumah yuan hari ini, Harusnya mereka kembali bersama jasen dan hafira, namun kepala sekolah mereka menelfon kalau jasen dan hafira harus kembali ke'asrama karena ini tahun terakhir mereka ditaman kanak2..
Javier harus rela berpisah dengan anak2nya walaupun penuh linangan air mata karena impian untuk tinggal bersama mereka tak bisa dia bendung lagi dalam hatinya, tadinya dia sudah mengurus semua kepindahan mereka berdua tapi johana menolak keputusannya, hingga dia sadar kalau johana ingin menempa putra dan putrinya menjadi lebih kuat dan mandiri..
Jasen dan juga hafira pergi diantar oleh malik..
Javier memasukan orang2 terbaiknya didalam istansi ini untuk mengawasi anak2nya, sebenarnya dia tidak rela dan masih memikirkan mereka, tapi dia sudah bertemu langsung dengan kepala sekolah saat mengurus surat pindah Jafi, Nasib baik menghampirinya karena kepala sekolah itu pernah menjadi clientnya dikota B, dia berpesan agar jangan pernah menerima tamu manapun untuk jasen dan hafira..
Kembali keapartemen..
Javier dan johana masuk kedalam kamar, dan mereka berdua tercengang saat melihat kamar ini berubah menjadi remang dengan cahaya lilin berpendar dilantai membentuk hati, bunga2 lavender dan mawar menghiasi meja dan kepala ranjang, tirai benang lembut terpanjar indah menggantung di'keempat sisi ranjang, kasur dengan sprei bulu beludru putih tampak tak sabar menanti sang empunya menikmati kelopak2 mawar yang bertaburan diatas ranjang..
Johana tercengang melihat semua ini, dia bukan tidak mengerti situasi ini, kamar pengantin indah ini, dia sampai tak bisa mengucapkan sepatah katapun..
Dia berpikir javier memberi kejutan yang bahkan dia sendiripun membatu didepannya..
Namun itu tak seperti pikiran johana yang terharu sampai tak bisa mengucap kata karena berpikir ini kejutan dari javier..
__ADS_1
Javier sungguh sama terkejutnya dengan johana, melihat kamarnya berubah menjadi bak kamar hotel yang dipesan khusus untuk pengantin baru, Javier langsung teringat kata2 siena dirumah yuan..
Kakak, aku sudah menyiapkan hadiah kejutan untukmu dan kakak ipar diapartemen..
Javier merutuki siena didalam hatinya, karena dia berpikir, johana pasti akan sangat marah melihat semua ini, dia bahkan tak berani melirik kearah johana yang membatu disampingnya..
" Joo.. a..aku..?
" Terima kasih kak, terima kasih, aku sangat menyukainya "
Johana langsung memeluk javier dengan erat..
" huhu...hhuh..huhu....hiks..hikss"
Tangis johana pecah, dia memeluk javier dan menangis se'jadi2nya, dia menangis dan menumpahkan segalanya didada suaminya, javier tak ingin mengusiknya, dia ingin johana menumpahkan segalanya, dia hanya memeluknya dengan erat..
" Tidak apa2, aku disini jo, aku bersamamu, mulai sekarang kamu tidak sendiri lagi, aku akan menjadi orang pertama yang mendengar semua isi hatimu, aku mencintaimu, aku sangat mencintaimu "
__ADS_1
" Huhu..huh..huh.huh...,, aku lelah kak, aku lelah menyimpan ini sendiri, aku lelah,, aku ingin kembali, aku ingin kembali dari kegelapan ini, demi kakak dan anak2 kita hiks..hiks..hiks, Maafkan aku kak, maafkan aku, maafkan aku...hiks..hiks.."
" Tidak apa2, tidak apa2 jo, aku akan menjadi kekuatanmu, baik itu sekarang dan selamanya, kita akan bersama mengatasi segalanya "
ucap javier lirih semakin memeluk erat istrinya..
Setelah lelah menangis, johana dan javier mandi dan berganti pakaian dengan piyama tidur couple yang juga telah tersedia dikamar mandi..
Javier memeluk erat istrinya yang terbaring disampingnya, Hari ini javier sangat bahagia, walaupun johana hanya menangis, dia bahagia karena mungkin saja setelah ini johana akan mulai percaya dengan cinta lagi..
Johana membalas pelukan javier dan menyadarkan wajahnya didada bidang suaminya..
" Saat itu usiaku 15 tahun, semua keluargaku pergi menghadiri pesta diluar kota, tersisa aku, yuan dan juga bibiku didalam rumah, bibiku sangat suka menggambar hingga kakek membuat sebuah kamar seni yang diisi dengan semua alat2 gambar, bibiku sedang hamil saat itu suami bibiku sedang pergi menjalankan tugas, dia adalah seorang tentara, bibi dititipkan kepada kami karena sedang hamil besar, tiba2 listrik padam karena hujan yang sangat deras aku membawa lilin menuju kamar seni, aku menaruh lilin itu diatas meja, lalu pergi meninggalkannya, aku dan yuan tertidur sangat pulas malam itu hingga tak menyadari kalau lilin yang kubawa membuat kamar seni terbakar dan menewaskan bibi serta anak yang dikandungnya, Nenekku histeris hingga tak sadarkan diri, ayah sangat marah dan menamparku karena aku ceroboh, bahkan tak tahu kenapa aku memegang kunci kamar seni yang terbakar saat bangun dari tidurku membuat kakek mengusirku dari pemakaman bibi, Nenekku mengami depresi sampai kecelakaan dia bahkan mengalami amnesia sebab guncangan peristiwa menyakitkan itu, merusak sebagian fungsi otak nenek hingga melupakan tentang keberadaan bibiku, karena merasa bersalah dengan kakek dan adik iparnya, ayah mengasingkan aku dari mereka semua, membiarkanku tinggal dirumah yang sama dengan dinding pembatas yang kokoh, aku merasa seperti Rapunzel yang telah diculik dan berkurung didalam menara yang menjulang tinggi..
Mereka membentuk dunia mereka sendiri dan akupun demikian, aku membekukan diriku didalam kedinginan tatapan mereka, aku meremas hatiku menjadi kepingan agar tak tersakiti lagi dengan tatapan acuh mereka, hanya bunda dan juga kakakku yang benar2 peduli aku masih ada dirumah itu, kata yuan, Aku menjadi sehangat ana ketika bersama bunda dan juga kakak, tapi aku akan sedingin elsa saat berada didalam rumah.."
Johana menghela nafasnya, dan merasakan usapan tangan javier dipunggungnya..
__ADS_1