
" Jangan marah kepadanya, aku yang memutuskan untuk ikut dia datang kesini "
terang johana..
Javier lalu menghela nafasnya sambil menghembuskannya dengan kasar..
sialan si'aldi, apa yang sudah dia katakan kepada faro..? Beraninya dia menipuku..
" Maafkan aku "
ucap javier salah tingkah..
lalu Johana menggenggam tangannya dengan canggung..
" tidak apa2 kak, sungguh aku datang bukan karena paksaan siapapun "
ucap faro meyakinkan javier..
" tapi jika aku benar2 sakit dan menyerangmu bagaimana, kau akan menyesalinya lagi.?"
" aku sudah memutuskan untuk datang kesini mengobatimu, aku tidak pernah menyesalinya, baik itu dulu ataupun malam ini "
Javier tak menjawab lagi, dia langsung ******* bibir ranum yang sudah menjadi candu sejak ciuman pertama mereka itu dengan lembut, dia menghisap dan menggigit lembut bibir yang sudah lama dia rindukan sampai membuat johana terbawa dan terbuai oleh kelembutan itu, ciuman javier turun dan menari2 dileher jenjang johana, dia menghisap dan mencupangi setiap lekuk2 tulang selangka wanita yang telah membuatnya hampir gila karena mencarinya setiap waktu..
Ciuman itu terus turun menuju kedada yang entah kapan sudah tak memiliki pembatas lagi, dia memagut dan menggigit kecil ujungnya yang berwarna pink muda kemerahan, membuat si'empunya bergetar dan mendesah dengan matanya yang terpejam..
Tangan javier terus bermain menelusuri semua lekuk tubuh yang sudah membuatnya panas dan tak mampu menahan gejolak hasratnya lagi, dia berhenti sejenak dan menatap manik mata yang coklat kehitaman itu dengan nanar..
Johana Mengangguk tanda mengerti dan siap menerima penyatuan mereka,,
" Apa kau berjanji, tak akan meninggalkanku lagi setelah hari ini "
ucap javier berbisik disela penyatuan mereka yang hampir sampai..
" aku janji "
ucap johana lirih, sambil meneteskan air mata..
" Kau sudah berjanji, aku tidak akan pernah melepaskanmu, kau hanya milikku sekarang "
ucap javier menekan, kemudian memompa tubuhnya sendiri sambil ******* kembali bibir wanita mungil yang berbaring pasrah dibawahnya..
__ADS_1
Javier menyatukan tubuhnya dengan johana tanpa henti seolah menghukum johana yang telah membuatnya menunggu selama 6 tahun..
_💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐__
Javier terjaga dari tidurnya, dia meraih jam tangan yang dilepaskan diatas meja nakas, pukul 6.00 pagi..
Dia menoleh kesampingnya dan dilihatnya johana masih tertidur dengan pulas..
Javier tersenyum, memandangi wanita yang dulu pernah membuatnya sangat marah karena dia pergi saat javier menyadari perasaannya..
Dia masih ingat ekspresi putus asa dirinya saat simon datang mengatakan kalau johana pindah dan dia mungkin tidak akan kembali..
Dia berusaha selama 6 tahun menemukan gadis bertubuh mungil dengan rambut panjang sepinggang ini dengan menelusuri setiap jalan dan lorong dikota B hanya agar bisa menanyakan alasan dari semua kepergiannya yang tiba2..
Javier mengusap rambut johana dan mengingat pertemuan pertama mereka didepan kampusnya,
saat itu johana diganggu oleh beberapa orang seniornya ketika membela gadis yang dibully oleh mereka membuatnya berlari dan bersembunyi dibelakang javier yang notabene adalah senior yang paling dihormati dan ditakuti dikampus, padahal dia terkenal sangat acuh mengurusi hal2 sepele adik2 juniornya tapi melihat sinar dimata alfaro dia tak tahan untuk mengancam mereka menjauhi faro..
Aku tidak akan pernah membiarkan kau pergi lagi dari kehidupanku.. kau milikku Alfaro, hanya milikku, secara baik2 ataupun harus memaksamu, aku tidak akan mundur..
Javier memeluk tubuh polos johana dengan posesif hingga tak terasa kantuk kembali menyerangnya dan matanya terpejam kembali..
Javier terkejut ketika merasakan tempat tidur disebelahnya kosong, dia membuka matanya dan melompat turun dari ranjang, dia memeriksa kamar mandi namun kosong, dia keluar melihat keseluruh ruangan apartemen namun sosok yang dicarinya sudah lenyap.. hatinya menjadi panik kembali, dia mengingat momen itu lagi, johana menghilang lagi, dia menjadi emosional dan menggebrak pintu kamarnya dengan kasar, di terduduk dilantai dan bersandar disisi samping ranjangnya sambil mengusap rambutnya dengan frustasi..
teriak javier histeris, kedua matanya memerah, menahan amarah dan rasa sakit yang membuncah dihatinya..
Tiba2 pintu kamarnya dibuka dari luar, javier tetap menunduk dengan rasa frustasi..
" Dia pergi al, dia pergi lagi,,, hiks.. apa aku sangat tidak berharga dihatinya, "
javier menumpahkan rasa kecewanya pada orang yang baru saja membuka pintu kamarnya karena tanpa dilihatpun javier tahu hanya aldi yang akan datang dijam seperti ini, javierpun tahu kalau saat aldi melihatnya dalam keadaan seperti ini, dia akan tetap diam dan mendengarkan semua keluh kesahnya..
" Aku mencarinya selama 6 tahun, aku merindukannya selama itu, aku mencintainya, aku tetap setia untuknya, aku bahkan tak pernah memikirkan orang lain selain dirinya, apa itu tidak cukup untuk menjadi bukti agar dia tetap tinggal disisiku "
ucap javier lirih lalu menghela nafasnya..
" aldi, mungkinkah jika kuceritakan rahasia itu semua akan berbeda.?"
" Rahasia apa.?"
ucap orang itu membuat javier menoleh dengan wajah terkejut, dia melihat johana yang berdiri sambil memegang tas plastik makanan ditangannya..
__ADS_1
javier langsung bangkit dan berlari kearah johana, dia memeluknya dengan erat seakan ingin memasukkan johana kedalam tubuhnya..
" kau.. kau.. tidak pergi.?"
ucap javier menatap mata johana..
" aku memang pergi, tapi untuk membeli sarapan, aku sangat lapar lalu memeriksa kulkasmu, dan tak ada apa'pun disana jadi aku pergi membeli beberapa makanan direstoran dekat sini untuk kita makan "
ucap johana datar..
Javier menggenggam tangan johana dan membawanya kemeja makan, johana mengikutinya dengan patuh, dia mengambil piring dan memindahkan makanan itu lalu mereka menikmati makanannya dengan lahap dan tenang..
Johana membereskan piring makan mereka lalu mengikuti javier yang duduk dikursi santai sambil mengamati setiap gerakan johana..
" kak avi, aku tidak akan pergi lagi "
ucap johana yang mulai risih karena tatapan javier, dia lalu duduk didepan javier..
" kau memang tidak boleh pergi, dan tak akan kubiarkan pergi lagi "
ucap javier serius..
" apa kau harus menatapku begitu.?"
ucap johana protes..
" tentu "
ucap javier dengan senyum mengembang..
"Baiklah.. aku akan pergi kebutik.."
ucap johana lalu bergegas pergi namun tangannya langsung ditahan oleh javier..
" Hari ini weekend.. apa kau masih harus bekerja "
" aku akan pergi, karena aku harus selesaikan beberapa pekerjaan "
" baiklah aku akan mengantarmu, "
ucap javier, namun saat dia akan beranjak dia mendapat telpon dari ibunya kalau kakeknya sakit..
__ADS_1
hinggga membuatnya harus pergi..