Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Menunggu..


__ADS_3

Hari berlalu dengan cepat, Pagi ini johana kembali menginjakkan kaki dibutiknya, dea membacakan jadwalnya, namun jadwalnya hanya pagi ini memeriksa kembali pengiriman pakaian seragam dan menandantangani serah terima dengan presdir alfa the hostel..


Mandengar itu johana tersenyum, dia pun memutuskan untuk mengambil file dokumen serah terima itu, dia membawanya keperusahaan W. group dimana suaminya berada..


Dia menyetop taksi, dan pergi menuju ke'W Group, dia meraba ponselnya untuk menelpon javier terlebih dulu namun kemudian dia urungkan, dia ingin memberi kejutan untuknya sekalian mengajaknya makan siang..


Johana memandang kagum melihat bangunan menjulang tinggi didepannya, dia pun masuk kedalam perusahaan, dan menuju meja resepsionis..


" Selamat pagi nona "


ucap johana lirih..


" Selamat pagi nyonya, ada yang bisa saya bantu "


ucap wanita itu penuh hormat dan sedikit heran, pasalnya dia belum pernah melihat johana sebelumnya..


sebelum johana menjawab pertanyaan wanita muda yang ber'tag nama Nola itu, terdengar suara sepatu menghampiri mereka, johana menoleh dan melihat nola, menunduk dan memberi hormat kepada wanita yang berjalan dengan setelan blouse profesional yang sangat minim bertag nama Sera, namun ketegasan diwajahnya yang tampak angkuh membuat semua orang menatapnya dengan tatapan takut..


" Nola, sudah kukatakan.. ini yang terakhir jika ada yang datang lagi untuk melamar pekerjaan, diluar jam yang ditentukan segera tunjukan jalan untuk keluar dari sini "


wanita itu berbicara dengan angkuh, sambil menoleh kearah johana yang berdiri dengan tenang..


" Kau, "


tunjuk wanita itu sambil, merotasikan wajahnya dengan malas..


" Ikuti aku, cepat.."


Johana pergi dan melirik kepada nola yang menatap iba kepadanya..


Johana masuk kesebuah ruangan dan dia heran melihat wanita2 muda yang berpakaian kerja sepertinya, mereka juga sedang memegang map file seperti dirinya..


Kini dia baru menyadari jika dia dikira orang yang akan melamar pekerjaan seperti wanita2 lainnya..

__ADS_1


Johana meraba ponselnya, berniat untuk menelpon javier, namun baru saja dia hendak menekan nomor suaminya, seorang pria dengan perawakan tinggi, menghardiknya..


" Heiii... dilarang menggunakan ponsel "


Pria itu merebut ponsel johana dan berteriak kepada semua pelamar diruangan itu..


" Lamaran hari ini telah ditutup, karena saya sudah mendapatkan asisten manager lapangan yang baru"


Seluruh orang diruangan itu mendesah sambil menampilkan wajah kecewa dan mulai keluar dari ruangan itu satu persatu..


Pria itu kemudian menatap johana dengan remeh,,


" apa kau tidak melihat syarat lamaran itu, seorang wanita single yang tidak terlibat dengan hubungan monoton yang membosankan dan menyita banyak waktu, kau sedang hamil berani melamar pekerjaan ini, cepat pergi dari sini "


" Kembalikan ponselku,.?"


ucap johana dengan kesal..


" Aku memang tidak datang untuk melamar pekerjaan "


Mendengar johana menggerutu pria itu langsung membuang ponsel johana kelantai dengan tatapan meremehkan..


Johana sangat kesal, namun dia mencoba menahan dirinya, dia memunguti ponselnya dan berlalu dari sana, dia akan keluar namun dia baru menyadari kalau mapnya tertinggal, dia kembali membuka pintu dan mengambil map'nya..


saat dia akan melangkah keluar, terdengar suara dari dalam ruangan yang pintunya tak terkunci..


" honey, thank yah, kamu sudah memilih adikku untuk jadi asisten manager lapangan, dan terima kasih juga kamu sudah memanipulasi prestasinya, yang membuat semua orang percaya kalau dia adalah orang yang paling cerdas "


ucap wanita yang ternyata adalah wanita angkuh bernama sera itu, sambil memeluk pria tinggi yang tadi memarahi johana..


" hhhuhh,, sungguh tidak tahu malu "


celoteh johana dan berlalu dari sana..

__ADS_1


Johana menemui resepsionis nola yang menatapnya dengan senyum iba karena dia tahu semua pelamar datang dengan sia2..


" Semangat nyonya, anda pasti akan mendapatkan pekerjaaan secepatnya, jangan putus asa "


ucap nola tersenyum sambil mengangkat tangannya keatas menunjukkan orang yang memberi semangat..


" Terima kasih nona Nola, tapi kau salah paham, aku datang bukan untuk melamar pekerjaan "


ucap johana tersenyum..


" benarkah.?"


jawab wanita muda ini berkerut..


" hhmm, aku datang untuk menemui presdir barumu, ada file yang harus dia tanda tangani "


ucap johana lagi..


" benarkah.? maaf karena telah salah paham padamu nyonya, apa kau sudah ada janji sebelumnya "


ucap wanita muda ini, menyesal..


" Sebenarnya tidak, "


ucap johana bingung..


" aku sangat menyesal nyonya, apa kau bisa menunggu, presdir sedang ada rapat, setelah itu aku akan berbicara dengan asisten aldi untuk menanyakan apakah nyonya bisa menemui presdir hari ini "


ucap Nola sopan..


" hhmm baiklah, aku akan menunggu diloby saja "


jawab johana dan dia pergi menuju kesebuah kursi ruang tunggu sambil sesekali melirik jam besar dibelakang meja Nola..

__ADS_1


Dia sebenarnya mulai kesal dan berniat menghubungi javier namun karena nola mengatakan bahwa presdir sedang rapat maka dia mengurungkan niatnya..


waktu sudah menunjukan pukul 12.10 siang, berarti johana sudah menunggu hampir 45 menit disana, dia yang merasa bosan hanya ber'chat2 ria bersama siena yang sedang bahagia pergi berbelanja kemall bersama hafira..


__ADS_2