
Javier masuk kedalam kamar, dia melihat johana yang sedang duduk disamping jendela, dia memandang johana dengan tatapan rumit, kemudian dia menghampirinya..
" Aldi sudah menunggu didepan, pergilah "
ucap javier kemudian berlalu dari hadapan johana dan masuk kekamar mandi..
Johana masih diam dan tak menunjukan ekspresi, kemudian dia menghela nafasnya lalu pergi keluar, dia berbalik dan turun dari tangga, dilihatnya Aldi sahabat javier sudah menunggu diruang tamu..
" silahkan, lewat sini "
ucap aldi dengan sopan begitu melihat johana..
" Terima kasih "
ucap johana datar..
Mereka keluar dari pintu, johana lalu berbalik dia melihat javier berdiri diatas tangga sambil diam menatapnya..
Johana lalu berbalik dan cepat masuk kemobil..
Mobil bergerak meninggalkan bungalow mewah itu,
Johana diam menatap keluar jendela dengan tatapan yang rumit, sesekali dia melirik aldi yang sedang serius menyetir..
Telpon Aldi yang terhubung kemobilnya berdering,
aldi kemudian mengangkatnya..
" Katakan.."
ucap aldi serius..
" Pak aldi, tiket pesawat tuan javier sudah siap, dan kita akan berangkat 1 jam lagi "
lapor orang yang didalam telpon tersebut,
yang sukses membuat johana terusik..
" Baik, tuan javier akan tiba dibandara 45 menit lagi "
ucap Aldi dan menyudahi teleponnya..
Johana mulai kelihatan tak nyaman, dia terus bertanya dalam hatinya mungkinkah javier akan menyerah dan pergi, wajahnya tiba2 sendu, mengingat betapa cepatnya javier menyerah padahal dia mengejar javier hampir 2 tahun..
" Javier tidak akan menyerah secepat itu, dia hanya ada perjalanan bisnis selama seminggu kejepang, dia akan segera kembali secepatnya"
ucap aldi yang tetap menatap lurus kejalan raya..
" Aku tidak perduli "
ucap johana datar, dia salah tingkah karena aldi seolah bisa mendengar isi hatinya namun hatinya merasa lega mendengar penuturan aldi kepadanya..
Aldi lalu meminggirkan mobilnya ketepi jalan, membuat johana heran..
" apa kak aldi mau menurunkan aku disini.?"
__ADS_1
ucap johana datar..
Aldi menatap johana dalam2 dan mulai berbicara padanya..
" Aku bukan ingin mencampuri urusanmu dengan javier, aku tak punya hak apa2 untuk melakukannya, tapi aku adalah sahabat javier, yang menjadi saksi bagaimana kuatnya javier berjuang untuk menemukanmu "
Johana yang tertunduk kini menatap aldi dengan tatapan tak percaya..
" Faro, aku tak tahu apa yang terjadi pada kalian setelah kau membawa javier pergi bersamamu malam itu, tapi pagi itu aku melihat javier yang baru, dia tak henti tersenyum bahagia, dia menyuruhku mengurusi berkas2 untuk pernikahan kalian, dia bahkan menyiapkan sebuah kejutan lamaran romantis untukmu didepan semua mahasiswa, tapi kemudian saat aku kembali dari mengurusi berkas2 itu aku menemukan javier berubah menjadi pemarah dan dingin, dia mencarimu kesana kemari seperti orang gila, dia hanya kembali 1 minggu dalam setahun sekali kekota ini untuk menengok keluarganya, lalu dia akan menghabiskan waktunya menelurusi setiap jalan dikota B untuk menemukanmu "
Johana kini tertunduk, dia tak sanggup menegakkan kepalanya, dengan benar, bulir2 bening tak bisa dia kendalikan turun dari kedua kelopak matanya..
" Faro, maafkan aku, tapi jika kau pergi karena kesalahanku dan juga javier, aku minta maaf padamu dan aku minta maaf mewakili javier "
Aldi mengusap bahu johana ketika telponnya kembali berdering, aldi kemudian menjawabnya..
" Al, apa kalian sudah sampai.?"
ucap javier disebrang telpon..
mendengar itu johana mendongak kepada aldi dan menggeleng kepalanya dan aldi pun mengangguk..
" iya boss, aku menurunkan dia dibutiknya "
ucap aldi berbohong..
" Aldi, apa aku terlalu memaksanya,.?"
ucap javier sambil menghela nafasnya dengan berat..
ucap aldi datar sambil terus melirik kearah johana yang juga tertegun mendengar kata2 javier..
" Aku sakit melihat dia menjadi sedingin ini al..!! Aku harap dia tak pernah membenciku.?"
ucap javier berat..
" Boss, cinta akan menemukan jalannya kembali "
ucap aldi dengan masih menatap johana
" baiklah, aku tunggu dibandara"
ucap javier kemudian menyudahi telponnya,
Aldi lalu fokus kembali menyetir..
dia menurunkan johana didepan butiknya lalu pergi melesatkan mobilnya menuju bandara..
■♤■♤■♤■♤■■■♤■■■■■♤
Johana masuk kedalam butik dan langsung masuk keruanganya, matanya langsung mengarah kemeja kerjanya yang retak karna tinju dari javier semalam, dia mengusap retakan kaca itu dengan sendu, hatinya berkecamuk mendengar kata2 aldi, dan dia terus terngiang ucapan javier hari ini..
kemudian terdengar ketukan dari depan pintu, johana menyuruhnya masuk dan tampaklah seorang pria muda dengan setelah jas yang nampak pas ditubuhnya..
" apa saya mengganggu anda nona "
__ADS_1
ucap pria itu ramah dan penuh hormat..
Johana mengerutkan keningnya, pasalnya dia tak mengenal pria ini..
" Maaf, apa aku mengenalmu "
ucap johana datar..
" saya adalah sekertaris pribadi tuan farhan.."
terang pria itu yang sukses membuat johana tercengang, karena dia tahu kalau ayah dan ibunya pergi keluar negeri, lalu dia kemudian menormalkan wajahnya dan kembali dingin..
" Apa maumu.?"
" Tuan farhan menyuruh saya untuk menjemput anda nona, "
" kemana"
" maaf nona, saya hanya disuruh untuk menjemput nona"
" saya masih banyak pekerjaan"
ucap johana cuek kemudian kembali kekursinya, sebenarnya dia tegang mengetahui ayahnya menyuruh orang menjemputnya setelah hampir 10 tahun lebih memaksanya menjauhkan diri dari keluarga farhadi..
" Baiklah nona, saya permisi "
ketika pria itu berbalik johana menghentikannya
" Apa tuan farhan bersama dengan istrinya "
" iya nona, tuan dan nyonya farhan yang menyuruh saya menjemput nona "
Seketika itu juga johana beranjak dari tempat duduknya..
" Tunjukkan jalannya "
ucap johana keluar dari ruangannya..
Didalam mobil johana menggenggam erat tangannya sendiri yang saling bertaut..
Dia sebenarnya enggan untuk ikut namun rindunya kepada ibundanya tak bisa terbendung lagi..
Ternyata dia diantar sampai kedepan kantor perusahaan ayahnya terlihat dari Papan nama FC Group.. yang sangat besar terpapang diatas dinding meja kerja resepsionis..
Johana mengikuti pria yang bernama doni itu masuk kedalam lift khusus presdir membuat beberapa pasang mata pegawai menelisik dengan tatapan heran, pasalnya hanya orang2 dari keluarga farhadi yang bisa masuk kesana..
" Ting"
lift berhenti dilantai 60 mereka lalu keluar, doni mengetuk pintu dan menyuruh johana untuk masuk dan dia kemudian mundur kembali masuk kedalam lift..
Johana berdiri didepan sebuah pintu besi raksasa yang tingginya hampir 2 kali tinggi tubuhnya, dan perlahan pintu itu terbuka, johana melangkah masuk perlahan dia tak sempat melihat dengan jelas saat tubuhnya ditubruk begitu saja oleh seseorang, dia dipeluk dengan erat seolah ingin menyatukan tubuh mereka berdua, johana belum menghempaskan rasa terkejutnya saat dia merasakan usapan dibahunya..
" hana.. hiks..hikss.. hana bunda sangat rindu dengan hana.."
Bunda Aulia melepaskan pelukanya, diciuminya wajah putri bungsunya dengan sayang, dia menangkup kedua pipi putrinya dan melihat lekat2 wajah yang tak ditemuinya hampir 7 tahun itu..
__ADS_1