Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Gadis Kecil Ditoko Bunga..


__ADS_3

Mendengar penuturan istrinya, Javier langsung memeluk erat istrinya seolah ingin menyatukan tubuh mereka.. karena semua pengakuan johana ini, javier juga mengakui perjalanan cintanya kepada johana, bagaimana dia berjuang agar johana selalu melihatnya juga merasakan cintanya, sehingga mereka berdua kembali membuka sebuah lembaran baru dihidup mereka, mereka berdua berjanji tidak akan terpisahkan selama nafas mereka masih berhembus..


Namun perjalanan cinta javier kepada johana benar2 tidak seperti yang johana duga..


dia bahkan berkali2 menangis mendengar perasaan javier yang dalam kepadanya..


FLASH BACK ON..


Javier masuk kesebuah cafe setelah mendapat pesan dari yuanita jika daniel meminta untuk bertemu dengan javier dicafe tersebut, Seminggu setelah johana keluar dari rumah sakit karena tangannya terluka setelah menggenggam beling gelas dirumah yuanita..


( episode 59.. Pecundang..)..


Javier mengedarkan pandangannya keseluruh ruangan cafe dan melihat daniel disofa salah satu sudut cafe itu..


javier menghampirinya dan langsung duduk dihadapan daniel dengan wajah datarnya..


" Ada apa.?"


ucap javier dingin, matanya tajam memandang kearah daniel..


" Bagaimana keadaan hana.?"


ucap daniel tak kalah dingin..


" Aku rasa kau tahu bagaimana keadaannya, setelah semua yang kau lakukan kepadanya, Daniel "


ucap javier emosi memandang daniel yang mulai menunduk dengan wajah sendu..

__ADS_1


" Maafkan aku avi, aku..akuuu... aku terlalu mencintai joha..na..."


" DANIEEELL"


belum sempat daniel meneruskan, teriakan javier sudah menggema memenuhi sebagian ruangan cafe tersebut, hingga membuat beberapa pengunjung


melihat kearah mereka..


javier mengepalkan kedua tangannya hingga buku2 jarinya memutih karena marah mendengar kata2 daniel..


" Jika aku tidak memikirkan istriku, aku tidak akan mengampunimu niel, jika saja istriku tak menganggapmu istimewa dihatinya, aku pasti sudah melenyapkanmu Saat ini juga "


ucap javier geram, sisi lembut dan hangat javier menguap dalam tatapan matanya yang memerah karena marah..


" Mengapa Johana harus mencintai laki2 temperamen sepertimu avi,? "


" Katakan apa maumu niel.?, Apa maumu haaah, Jika kau datang untuk mengemis hana kepadaku, matipun tidak akan kubiarkan, aku tidak akan membiarkanmu mendekati hana, apa lagi merebutnya dariku.."


hardik javier..


Daniel membisu dan menunduk lesu, hatinya sesak dan lemah mengingat johana yang histeris waktu itu, air mata yang tadi dia bendung akhirnya luruh juga membasahi kerah kemejanya..


" Berikan aku satu bukti avi.."


ucap daniel mendongak melihat javier..


" Berikan aku satu bukti jika cintamu melebihi cintaku kepadanya.?, berikan aku bukti, hingga hatiku rela membiarkan kalian bahagia "

__ADS_1


Javier tertegun melihat air mata daniel, bagaimanapun, sebagai sesama lelaki dia tahu, jika seorang pria dewasa menangisi wanita yang bukan ibunya, berarti wanita itu adalah seseorang yang tidak bisa dipandang remeh kehadirannya dihati pria itu, bahkan javier yang dulu cuek dan dinginpun berubah menjadi hangat bahkan cengeng karena emosinya yang terkuras jika itu tentang johana..


Tanpa sadar, javier menarik sapu tangan disakunya, dan menyodorkannya kearah daniel, daniel menerimanya dan mengucapkan terima kasih, dan menormalkan kembali ekspresinya..


" Terima kasih, aku tahu kau akan berpikir kalau aku lemah karena aku bisa menangis untuknya, tapi ini kenyataannya, aku sangat mencintainya vi, dia adalah kelemahanku, jadi aku hanya minta satu bukti, agar bisa merelakannya untukmu "


ucap daniel lirih, wajahnya benar2 frustasi..


Javier mencoba menekan emosinya yang sebentar lagi akan meledak didepan daniel, dia menarik nafasnya pelan..


" daniel, Aku hanya akan memberimu satu alasan, yaitu, Karena yang johana cintai, adalah aku, suaminya,, dan kau..dia menyanyangimu sebagai kakaknya tidak lebih dari semua batas itu "


ucap javier menekan setiap kata yang dia ucapkan, membuat daniel menatap tajam kearahnya..


" Apa kau pantas menerimanya.? aku yang mengorbankan banyak hal untuknya, harusnya dia melihatku, hanya melihatku saja.? mengapa dia harus memilihmu.?"


" Pantas..cckkk.., jangan menguji batas cintaku niel, karena kau tidak akan menduga semua hal itu "


ucap javier tertawa sinis, yang mendapat tatapan meremehkan dari niel..


" Hari itu ulang tahun ibuku, aku sengaja pergi ketoko bunga untuk membelikan dia bunga kesukaannya, saat tengah memilih sebuah buket bunga, aku tercengang melihat tawa seorang gadis muda yang sedang menggenggam beberapa tangkai lavender ditangannya, dia berpegangan tangan dengan seorang wanita yang dia panggil bibi farani..


Bukan apa2, aku hanya sangat menyukai tawanya, mendengar dia tertawa, ada sebuah kehangatan yang menjalari tubuhku, wajahnya yang teduh dan polos, sungguh membuat aku mengagumi gadis muda itu..


Seminggu setelahnya, sore itu aku baru kembali dari les piano, mobilku berhenti diperempatan jalan taman dilampu merah, Dan mataku kembali teralihkan kepada sosok gadis muda cantik yang kini ada ditepi jalan menuju taman, dia melepaskan sepatu dan pita dirambutnya untuk diberikan kepada seorang gadis jalanan yang langsung kegirangan menerima sepatu dan pita tersebut...


Gadis muda itu adalah gadis yang kecil yang waktu itu tertawa ditoko bunga, dan entah dorongan dari mana aku turun dari mobil dan menariknya masuk kesebuah toko sepatu disebrang jalan dan membelikan dia sepatu berwarna lavender dan meninggalkannya begitu saja karena sangat malu dan gugup melihatnya "..

__ADS_1


__ADS_2