
Johana tersenyum paksa menatap siena, dia sangat bersyukur siena datang dan bersedia mendonorkan darah untuk jasen..
" Siapa Jasen.?"
Tanya siena polos, seketika wajah johana menjadi tegang..
Belum sempat johana menjawab siena sudah dipanggil dari belakang, membuat semua orang menoleh..
" Siena "
ucap Aldi yang datang menghampiri mereka dengan wajah sangat terkejut melihat johana dan anita disana..
" kak aldi, kenalkan ini teman2ku, miss jo dan juga kak yuanita "
ucap siena memperkenalkan mereka berdua..
Suasana menjadi canggung seketika, Aldi tak bergerak dari tempatnya memandang dari atas kebawah, dia tak percaya memandang wajah kumal dan mata sembap didepannya adalah johana yang terkenal dingin tak tersentuh..
" Kak aldi ayo kenalkan mereka teman2ku "
ucap siena menarik tangan aldi yang masih bingung..
Saat aldi akan maju, tiba2 seorang perawat keluar dari ruang ICU sambil berteriak memanggil dokter..
" Dokter, Kondisi pasien melemah.."
teriak perawat itu didepan pintu ruang ICU sambil berlari memanggil dokter..
Suasana menjadi tegang seketika, johana berbalik dan mengejar suster tersebut dan tidak menghiraukan keterkejutan aldi..
" sus, suster,,, aaapa.. apa yang terjadi "
ucap johana terbata menyambut suster yang berlari kembali keruangan ICU bersama dengan dokter..
" suster, tolong jawab, ada apa sus.?
johana menahan dan mendesak suster itu,
" Maaf nona, silahkan tunggu diluar, dokter akan memeriksa pasien "
ucap suster itu menutup pintu ruang ICU..
Johana terduduk lemas, menatap yuanita yang menenangkannya..
" tenanglah jo, dia akan baik2 saja.."
" tidak nita, dia..dia.. tidak boleh begini.? dia.. dia tidak boleh begini nita.. aku akan mati Hu..hu..hu..huh
.hu..hiks..hiks.."
__ADS_1
" Jasen akan baik2 saja "
ucap yuan dan siena bersamaan..
Javier terpaku melihat johana histeris seperti orang gila, dia tak pernah melihat johana sekacau ini, Dia menyuruh aldi menjemput siena lebih dulu karena dia harus ketoilet, dia mencuci wajahnya karena tak ingin siena menebak rasa sakit dimatanya, setelah cukup segar dia keluar namun dia hampir membeku ditempatnya melihat johana berlari mengejar suster seperti orang gila..
Entah siapa yang terbaring didalam sana hingga membuat wanita yang dingin ini luluh lantak bagai tak bertulang..
" Tolong buka pintu suster, aku mau melihat jasenku,
tolong buka pintu, aku harus melihatnya, dokter aku bisa mati tanpa jasenku, aku mohon buka pintu ini huh..hu...hu..hu...aaaggrrhhh, tolong selamatkan dia.. tolongg.. tolong.. "
tangis johana merangkak didepan pintu sambil berteriak histeris menyembah sujud didepan pintu..
Jasen.. siapa dia,? kenapa dia bisa membuat johana menjadi seperti ini..
guman javier dalam hati..
Yuanita melotot melihat javier berdiri diujung koridor menatap mereka dengan tatapan yang rumit, dia menoleh kepada johana yang terus menangis..
" Kak Avi "
ucap yuanita lirih, membuat johana menoleh, dia melihat wajah yuanita dan menoleh kearah tatapan yuanita..
Johana beradu pandang dengan javier.. johana diam menatap manik mata javier, dia mencari celah dan jejak cinta dimatanya, seakan terhipnotis ketenangan dari mata teduh itu lagi, tak sadar johana bangkit dan berjalan menghampiri javier, dia menatap wajah javier yang datar dan mengusapnya..
Javier diam saja melihat johana mengusap pipinya dan kemudian johana memeluknya sambil menangis..
ucap johana tak sadar, dia seolah merasa dicabik dari dalam..
Javier sangat sedih melihat keadaan johana seperti ini, tangannya dikepal sangat erat, menahan amarah karen johana menyebut nama pria lain, kacau dan terluka karena pria lain.. namun lain halnya dengan siena, dia sangat terkejut melihat reaksi miss jo kepada kakaknya..
" Tenangkan dirimu, dia tidak akan kenapa2 "
ucap javier berusaha tenang dan datar..
Saat itu seorang suster keluar dari ruang ICU dengan cemas dan panik sambil berlari keluar, Johana segera menghentikannya..
" sus.. sus bagaimana jasenku sus.? bagaimana dia.?"
ucap johana mendesak, membuat suster itu menjadi jengkel dan mengatakan hal yang langsung memukul telak jantung johana..
" Maaf nona, Jantung pasien lemah bahkan berhenti berdetak "
ucap suster itu kemudian menutup pintu ruang ICU..
Johana membeku seketika, tubuhnya bagaikan dihujani seribu anak panah, dia tak bisa bergerak..
" Faroo, sadarlah"
__ADS_1
ucap javier lirih sambil mengguncang bahu johana..
" Dia tidak boleh begini kak "
ucap johana lirih tanpa bergerak..
" Dii.a.. dia.. tak boleh meninggalkanku kak, aku tak bisa kehilangan jasen, huhu..hu..hu..hu..aku tak bisa kehilangan dia kak, aku tak bisa kehilangan anakku "
ucap johana berteriak..
Semua orang lansung shok mendengar kata2 johana terlebih yang terakhir, javier bahkan harus memulihkan kembali fokusnya mendengar kata2 johana..
" Dia putramu, maksudku, jasen itu anakmu.?"
ucap javier memaksa bahu johana menghadapnya, Namun johana masih diam membisu..
" ALFAROOO "
Javier meninggi membuat johana langsung mendongak melihatnya..
" Iyaaa.. dia putraku, Hiks..hiks..anakku.. dia anakku, jasen anakku "
balas johana tak kalah sengit..
Javier memandang johana tak percaya,..
" Ck.. jadi kau sudah menikah.?,, ahahha"
tawa emosi javier menggema..
" Keterlaluan.. kau sudah menikah tapi masih tidur denganku, ahaha..aku tak percaya akan mencintai wanita murahan "
"Plaakk"
Satu tamparan mendarat mulus dipipi javier, Johana memandang javier dengan tatapan emosi, Air matanya turun menggenangi wajahnya..
" Kau tidak punya hak untuk mengatakan itu javieerrr"
ucap johana emosi..
Javier tertawa dan memandang orang2 didekat mereka, aldi dan yuanita yang memilih diam sambil sesekali menengok kedalam ruang ICU yang tertutup rapat, sementara siena dengan wajah yang penuh beribu pertanyaan dikepalanya..
" Yah.. aku memang tak punya hak, tapi sebagai orang yang sudah kau permainkan aku tidak pantas kau perlakukan seperti ini, aku terus mencintaimu seperti orang bodoh, aku menunggumu tapi kau.. teganya kau faro.. "
ucap javier yang semakin tersulut amarah..
" ck..Pantas.. "
johana berdecak tak percaya, namun dengan sisa kekuatannya dia akhirnya berteriak histeris
__ADS_1
" Sebagai Wanita yang sudah melahirkan anakmu, aku tak pantas kau sebut wanita murahan"
Dan johana lansung pingsan..