Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Dilema..


__ADS_3

Daniel melepaskan genggaman tangannya ketika melihat anggukan johana tentang kehamilannya..


" Jo..."


panggil daniel lirih, hatinya benar2 mencelos kali ini, baru saja dia berbunga2 karena telah kembali bertemu dengan gadis impiannya ini, kini semangat itu telah dipatahkan oleh kenyataan bahwa johana sudah menikah..


Yuanita yang diam saja sedari tadi langsung mendehem untuk menormalkan suasana..


" Jo, kayaknya kita harus pulang deh, soalnya yuma hanya berdua sama bibi tadi.?"


ucap yuan mengalihkan pembicaraan..


Johana terkesiap dan langsung sadar memandang yuanita..


" Iya yu, kita harus kembali "


mereka berdua pamit kepada daniel yang masih berdiri didepan restoran, dan segera mungkin berlalu dari sana..


Daniel tersadar ketika tubuh johana dan yuan sudah tak kelihatan lagi, dia berjalan lesu kearah mobilnya, dia masuk dan melajukan mobilnya membelah keramaian kota, hingga tiba2 dia memarkirkan mobilnya ditepi jalan..


" Aaagggfrrrrhhh"


terdengar teriakan tanda frustasi dari dalam mobil daniel, dia menarik dan mengacak rambutnya hingga dengan kesal memukul kemudi mobilnya, daniel sangat shok mendengar kalau johana sudah menikah, selama hampir 7 tahun dia mencari keberadaan johana dan anita, bahkan menolak semua perjodohan yang diatur oleh keluarganya, dia membulatkan tekadnya untuk menunggu johana namun setelah bertemu ternyata impiannya hilang berganti dengan rasa kecewa yang dalam..


Johana duduk diatas sofa ruang TV sambil mendengarkan saluran talkshow yang biasa dia tonton selama dia tidak masuk bekerja, biasanya dia akan sangat antusias melihat acara ini, karena menurutnya sangat lucu, namun hari ini, pikirannya terus melayang kepada pertemuannya dengan daniel..

__ADS_1


Johana awalnya sangat bahagia, karena dia bertemu kembali dengan orang yang paling istimewa dihatinya, dia sangat bahagia melihat daniel, seolah kasih sayang dan perhatian johanda tetap hidup melalui niel, tapi melihat ekspresi kecewanya hari ini membuat hati johana merasa cemas..


Johana cemas melihat binar dimata daniel untuknya, bukan dia tak mengerti dengan makna tatapan itu, tapi johana takut mengartikan tatapan itu sebagai sebuah perasaan cinta yang kuat, dia tak akan siap menerima kenyataan itu lagi, mengingat betapa istimewanya tempat daniel dihatinya, tapi jika daniel berpikiran lain dengan makna persaudaraan yang dia tawarkan, maka akan sangat terpaksa dia lebih baik menjauh dari daniel..


Johana terus termenung sampai tak menyadari suara pintu terbuka dan langkah javier yang menuju kearahnya dengan heran karena respon johana yang bahkan tak bergeming dengan kedatangannya..


" sayang.."


ucap javier lirih mengusap pundak istrinya yang baru terkaget sadar jika suaminya telah duduk disampingnya..


" Sayang, ada apa.?"


ucap javier lirih sambil menangkup pipi wanita yang paling dicintainya ini..


" aahh.. itu.. tadi aku sedang menonton acara reality show "


Javier tersenyum lalu mengecup pucuk kepala istrinya..


" sayang, aku mandi dulu yah?"


ucap javier berdiri yang mendapat anggukan dari johana..


Javier berlalu dari sana, sambil sesekali menengok istrinya yang masih melamun diatas sofa, membuat javier gelisah memikirkan johana, namun dia tak ingin terlalu banyak bertanya karena dia tahu seperti apa watak istrinya itu, dia tak ingin menekan hatinya yang sudah lama terluka, dia hanya ingin johana dengan ringan mau berbagi dengannya tanpa harus memaksanya bicara...


__________________________

__ADS_1


Monalisa menghempaskan tubuhnya diatas kasur apartemennya dengan kesal, dia masih mengingat kejadian tadi siang direstoran, dia yang awalnya ingin makan bersama dengan temannya malah melihat pemandangan yang tidak menyenangkan hatinya, dia sangat kesal melihat johana terlihat sangat bahagia, dan dia tak bisa pungkiri kalau johana semakin menawan dalam kesederhanaan penampilannya, dia lebih terlihat memesona..


Dia ingin mengusik johana dengan memamerkan apa yang berhasil dia capai, tapi melihat reaksi johana yang malas tahu, hatinya meradang kesal, karena johana tak pernah terpancing lagi seperti dulu..


"dddrrrttt ddttrrr "


Mona lisa meraba ponselnya yang bergetar didalam tasnya, dan tampak nama pemanggil adalah mira maminya..


" Halo.. mi "


" *Halo sayang, apa kau sudah sampai.?"


" sudah mi "


" kok jawabnya ketus banget sih sayang "


" nggak apa2 mi, aku hanya capek "


" sayangnya mami udah ketemu sama kakek nenek.?"


" belum mi, aku malas kepuri bunga kalau nggak ada mami, sekalian saja kalau mami sama papi sudah pulang dari thailand "


" okelah sayang, nanti kita sama2 saja kalau mama sama papa udah pulang "


" by mami "

__ADS_1


" by sayang* "..


Mona melemparkan ponselnya kemudian tertidur masih dengan raut wajah yang murung..


__ADS_2