Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Marah..


__ADS_3

beberapa mobil mewah terparkir khusus didepan gerbang utama Aula ballroom hotel berbintang milik wijayadis grup..


Tampak keluarga wijayadi berjalan masuk kedalam Aula..


Tuan william wijayadi dan istrinya nyonya dafina william..


Tuan Danuar wijayadi dan istrinya nyonya sasi zelina danuar..


Tuan Javier shandan wijayadi dan istrinya nyonya johana Javier..


Nyonya Thalia Tania satria, dan kedua putranya..


Harry satria far dan Jonas satria far..


Diikuti oleh Nona siena shandan wijayadi dan kedua keponakan kembarnya, Jasen javier wijayadi dan hafira javier wijayadi...


Semua mata tampak memandang kearah kerumunan orang yang menyambut mereka dengan antusias..


Lalu menyusul keluarga Farhadi yang juga baru tiba diaula hotel..


Tuan faisal farhadi dan istrinya nyonya yanti faisal..


Tuan farhan farhadi dan istrinya Aulia farhan..


Tuan farid farhadi dan istrinya mira farid..


disusul Monalisa farid farhadi yang berjalan dengan elegant dan tidak terlupakan senyum angkuhnya yang sombong..


Johana, tata, dan siena sedang duduk disebuah sofa besar disudut ruang Aula megah itu sambil mengobrol dan sesekali tertawa..


sementara kakek willi, papi danuar dan juga javier sedang menemani rekan2 bisnis mereka..


Mira dan mona memencarkan diri sambil mencari javier dan ibunya..


Mona langsung terpukau melihat ketampanan javier wijayadi yang tengah tersenyum kepada semua tamu, pria berkharisma dengan sejuta pesona itu bahkan menjadi pusat perhatian pada acara malam ini..

__ADS_1


Bahkan johana yang sejak tadi duduk disalah satu kursi, diam2 memuja ketampanan pria berpundak hangat yang sudah jadi suami sah'nya tersebut dengan senyum mengembang yang tak hilang dari wajahnya..


Tuhan.. terima kasih, telah mengembalikan lavenderku..


doa johana dalam hatinya..


Acara pun dimulai dengan pembukaan pidato dari tuan william dan dilanjutkan oleh tuan danuar yang kini memperkenalkan javier selaku presdir baru perusahaan W.group..


" mona, kamu tidak boleh gugup yah sayang, saat diatas panggung kamu harus menjadi pusat perhatian malam ini "


ucap mira mantap menatap putrinya bangga..


" tenang aja mi, aku hanya terlalu bahagia, sampai rasanya mau terbang, demi tuhan mi, dia sangat tampan "


ucap mona cekikikan gembira bersama ibunya..


Tiba saat yang ditunggu javier naik keatas podium..


" Para hadirin yang terhormat, mungkin kalian semua telah bosan mendengar ungkapan kalau dibalik pria yang sukses selalu ada wanita hebat yang mendukungnya, itu mungkin sekedar pepatah atau bahkan sebagian orang mengira itu lelucon, tapi aku dan bahkan hampir kami semua membuktikannya, Kakekku punya seorang wanita hebat seperti nenekku yang mendampinginya..


dan aku...? "


Javier menjeda kata2nya dan menatap kepada semua orang yang menunggu dengan tatapan penasaran..


" Dan aku memiliki dia, Wanita cerdas yang hebat dan penuh dengan perjuangan, untukmu Ayah dan bunda, terima kasih telah membawa wanita ini kedunia dan memberiku kepercayaan untuk menjaganya seumur hidupku "


Tepuk tangan riuh menggema disemua sudut ruang Aula hotel berbintang tersebut..


mereka menanti seperti apa sosok wanita yang mampu meluluhkan pria bak pangeran yunani tersebut..


" Sayang siap2.. mereka akan memanggilmu "


bisik mira kepada putrinya dengan anggun..


" para hadirin, tadinya aku benar2 tidak ingin kalian melihat keindahan ini, tapi aku tidak ingin egois dan akan memperkenalkan kepada kalian sosok indah dalam hidupku, yang merupakan cucu dari kakek faisal "

__ADS_1


ucap javier tersenyum, yang membuat monalisa merona malu dan gembira bukan kepalang, dia bahkan mengingat kata2 neneknya sebelum mereka datang kesini, kalau malam ini dia akan menerima kejutan, mona menormalkan jantungnya yang berlonjakan karena bahagia..


Javier turun dari panggung dan berjalan dengan mantap menuju kearah meja tamu undangan, semua mata tertuju kepadanya yang berjalan dengan gagahnya untuk menjemput wanitanya..


Mona langsung berdiri dengan anggun mengulurkan tangannya untuk disambut javier, ketika javier bahkan dengan mantap melewatinya begitu saja..


Dunia mona bagaikan dilempar kedasar jurang paling dalam, melihat javier melewatinya dan bersimpuh didepan seorang wanita cantik berperut buncit yang duduk dibelakangnya..


Seluruh tubuh monalisa bergetar hebat melihat Javier menggandeng tangan wanita itu keatas panggung,..


" Para hadirin yang terhormat, kenalkan wanita hebat itu, dia adalah Johana Aulia Farhadi, dia adalah istriku sekaligus ibu dari anak2ku "


ucap javier lantang sambil mengecup pucuk kepala istrinya yang dihadiahi oleh tepukan gemuruh dari semua orang yang kagum melihat kecantikan alami yang terpancar dari wajah wanita dengan pesona seindah bunga tersebut, terkecuali mona lisa dan maminya, kaki mereka berdua lemas sampai terduduk lemas diatas tempat duduk mereka..


Mona meremas kedua unjung gaunnya dengan emosi meledak ledak dikepalanya, dia sangat marah dan berjanji akan memberikan pelajaran kepada semua orang yang sudah menghinanya..


Johana meninggalkan Aula hotel yang ramai keujung koridor tangga darurat yang agak sepi dan menerima telpon dari siena yang kini sedang duduk didalam mobil menunggui jasen dan juga hafira yang sudah ketiduran..


" Maafkan kakak sisi, kau jadi tidak bisa menikmati pestanya karena ulah kedua keponakanmu "


" Kakak, jangan bicara seperti itu, aku sungguh sangat menyukai mereka, aku sangat senang bisa selalu bersama mereka "


" Baiklah anak baik, cepatlah menikah dan berikan jasen juga hafira seorang adik lagi "


johana terkekeh bisa menggoda siena lagi, dia yakin kalau siena ada dihadapannya saat ini pasti wajahnya akan memerah seperti kepiting rebus..


" Kakak... "


johana terkikik dan akan menjawab siena ketika dia merasakan dorongan kuat dipundaknya dan..


" Aaaahhhhhhhhhh"


" bruukkghh"


Siena panik menyadari kakak iparnya berteriak dan panggilan itu terputus..

__ADS_1


__ADS_2