
Johana tersenyum memandangi ponselnya yang melihat kedekatan siena dan juga hafira, mereka sedang berada ditoko piyama, dan sedang diruang pas, mereka memakai baju piyama tidur yang bermotif sama, lalu memotretnya dan mengirimkannya kepada johana..
Johana memberi emoticon hati dan ciuman yang banyak untuk foto itu, lalu mengirimkan balasannya kembali kepada siena..
Johana merasakan usapan dipundaknya dan menoleh, dia melihat wanita muda bernama Nola berdiri disampingnya sambil membawa nampan berisi dua piring makanan, lalu diapun duduk disampingnya..
" nyonya, Mari makan siang denganku.? kau sudah lama menunggu, ini sudah waktunya makan siang, tidak baik menundanya karena kau sedang hamil, setelah waktu makan siang ini selesai, aku akan menghubungi asisten aldi untuk mengkonfirmasi jadwal presdir "
ucap Nola dengan senyum menawan, sambil menyajikan makan siang diatas meja, lalu dia kembali pamit untuk mengambil air..
Saat johana akan menjawab, ponselnya berdering dan dia langsung tersenyum melihat nama suaminya tertera dilayar ponselnya..
" Hallo sayang.?"
ucap javier lembut diujung telpon..
" Hallo kak,"
jawab johana lirih..
" sayang, apa kau punya waktu.? aku ingin sekali mengajakmu makan siang bersamaku "
" Kak avi belum makan.?"
" belum sayang.? aku ingin mengajakmu, entah apa yang terjadi, tapi aku sangat merindukanmu "
johana tersenyum..
" sekarang aku sedang menghadap kepiring makanan kak.?"
" benarkah.. hhhmmmm baiklaaah,"
" Aa.. apa kau tidak ingin menungguku, aku ingin sekali makan bersamamu"
ucap javier menghela nafasnya..
" Datanglah, aku akan menunggu, aku menunggumu diloby kantor sekarang "
ucap johana mengulum bibirnya..
" kau diloby kantor..? kantor ayah farhan.?"
Ucap javier heran, pasalnya johana kenapa harus makan diloby kantor..
" Bukan dikantor ayah.? diloby kantormu.! aku dilantai satu saat ini, sedang berbincang dengan seorang wanita dari meja resepsionis "
ucap johana tenang, lalu menyimpan kembali ponselnya..
Javier sangat terkejut dan dengan segera berlari keluar dari ruangannya meninggalkan aldi yang menatapnya bingung, dia menekan tombol lift dengan tak sabar, lalu masuk dan turun menuju kelantai satu..
__ADS_1
Nola datang membawa air putih untuk johana, lalu duduk disampingnya..
" nyonya mengapa kau belum memakan makananmu,?"
ucap Nola dengan cemas..
" Karena dia tahu, kalau dia bukan bagian dari kantor ini "
ucap sebuah suara yang sukses membuat nola berdiri dan memberi hormat kepada orang itu yang ternyata adalah sera..
" Kau, berani sekali kau masih ada disini.? apa kau tidak lihat, selain karyawan yang ada disini, orang asing tak bisa berkeliaran disini "
ucap wanita itu angkuh menatap sinis kearah johana yang mulai kesal karena keangkuhan gadis ini..
" Tapi Bu sera, dia.?"
" Diaaam kau Nola, kau itu hanya orang baru disini.! berani sekali kau menjawab kepadaku, aku akan membuat kau dipecat karena berani menjawabku "
" Adaaaa apa ini "
suara lantang yang berserak itu sukses membuat semua orang menoleh kearahnya..
Semua orang langsung diam dan membisu ditempatnya sambil tertunduk, melihat presdir mereka menatap mereka semua dengan tatapan tajam, Namun tatapan itu langsung meneduh melihat wanita yang paling dia cintai tersenyum kearahnya..
" sayang..."
ucap javier lembut menghampiri johana dan merangkulnya, membuat Nola dan sera menciut karena panggilan sayang atasan mereka..
ucap javier lembut sambil mengelus ujung kepala istrinya..
" Lumayan, "
ucap johana tersenyum tulus..
" Mengapa tidak menelponku.?"
" Aku tak ingin mengganggu rapatmu kak "
" Rapat...? siapa yang mengatakan kalau aku ada rapat.?"
javier berkerut..
" presdir, maafkan atas kelancangan saya, saya benar2 tidak tahu jika dia adalah orang dekat anda, karena dia bilang tidak ada janji, dan anda sedang rapat pagi tadi, jadi saya meminta dia menunggu sehabis anda makan siang "
Ucap Nola tertunduk sambil menyesali perilakunya..
" Tidak apa2 nola, terima kasih sudah perhatian kepadaku, ini salahku,.? aku harusnya memberi tahumu kalau aku adalah istrinya "
ucap johana tersenyum, yang sontak membuat sera lemas dan terduduk disofa..
__ADS_1
mendengar itu javier sangat marah, dia mengepal tangannya dengan emosi yang sudah diujung kepalanya, dia sangat marah mendengar istrinya menunggu sejak pagi..
menyadari itu johana langsung menggenggam tangan suaminya..
" Kak avi.. ayo makan siang dulu, aku dan baby sangat lapar sekarang.?"
ucap johana meluluhkan emosi javier dan langsung menggandeng tangan hana menuju lift khusus..
" sayang, tolong jangan seperti ini lagi.. aku sangat khawatir.. oke "
ucap javier lirih..
" hhmm, aku janji, maafkan aku kak "
jawab johana yang mendapat pelukan hangat dari suaminya..
Usai makan siang johana dan javier pulang menuju kemansion white untuk menemui jasen dan hafira..
Begitu memasuki mansion, hafira langsung berlari menyambut mereka..
" Maaamaa.. paaapaa.."
javier langsung menangkap hafira dipelukannya dan menggedong putri mungilnya yang chabi ini..
" sayangg.. papa sangat merindukanmu.?"
ucap javier sambil menciumi wajah putrinya..
" Papa, apa papa melihat fotoku dengan ounty sisi.? kami membeli piyama dan sendal tidur cantik yang sama pa.?"
ucap hafira dengan girang..
" tentu, papa sudah melihatnya, apapun itu asal princes papa senang.?"
" terima kasih papa.? fira sayang papa.?"
ucap hafira menciumi pipi ayahnya..
" ekekhhhemm.. apa kalian lupa,? mama masih ada disini.?"
ucap johana sedikit memutar matanya dan berpura pura sendu..
" papa.. turunkan aku.?"
fira berbisik kepada papanya..
Javier menurunkan fira dan setelah itu fira memeluk kaki johana sambil mendongak melihat johana yang masih berpura pura merajuk..
" Mama, aku sangat merindukan mama, tapi kata kak jasen aku tak bisa meminta mama menggendong aku, karena aku akan menyakiti adik bayi yang mama bawa didalam perut mama "
__ADS_1
ucap fira dengan polosnya membuat johana langsung tersentak dan duduk membungkuk memeluk erat putrinya..
Mereka menuju kelapangan golf, menemui papi danuar dan kakek william yang mendampingi jasen belajar bermain golf..