Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Sudah Menikah...


__ADS_3

Yuanita tertawa dengan miris memandangi mona lisa yang masih angkuh..


" Beraninya kau tertawa anak babu.? kau dan orang tuamu hanyalah anjing dirumahku, aku akan membungkam mulutmu itu.?"


ucap mona mengangkat tangannya untuk menampar yuanita, namun diluar dugaan, yuanita menahan tangannya diudara dan menghempaskan tangan mona dan secepat kilat itu dia langsung mendaratkan satu pukulan telak dipipi mulus mona lisa yang sangat terkejut mendapat tamparan dari yuanita..


" Kauuu...."


ucap mona sangat marah, sambil menunjuk kearah yuanita, namun yuanita dengan tatapan tajam melihat mona, dia sangat kesal mendengar kata2 mona yang merendahkan keluarganya, bahkan johana yang sudah merasa tubuhnya lengketpun tak bisa membendung emosinya, namun karena dia sedang hamil, dia tak ingin memperpanjang masalah ini, dia langsung menarik yuanita untuk pergi, namun baru saja dia akan pergi pak burhan langsung menahan tangan johana..


" Kalian tidak akan kubiarkan pergi, sebelum minta ampun kepada nona mona "


hardik pak burhan..


baru saja johana meronta namun sebuah suara menghentikan mereka..


" Lepaskan mereka, atau aku akan mengadukan kalian kepada pihak yang berwajib "


ucap orang itu, sambil berjalan kearah mereka, membuat pak burhan melepas genggamannya..


Mereka semua menoleh, tampak seorang pria dengan setelah jas kerja profesional sedang menghampiri mereka, wajah oval yang terlihat serius dengan lesung pipi itu membuat pak burhan mundur..


" Tuan, jangan mencampuri urusan kami "


ucap mona kepada pria dengan bibir sensual yang bahkan membuat dia terpana..


" Maafkan aku nona, anda sudah membully mereka, aku punya bukti kalau kau sengaja mengusik mereka"


ucap pria itu sambil menunjukan rekaman video dari ponselnya yang membuat mona langsung jengkel..


" Urusan kita belum selesai "


ucap mona kepada johana dan yuanita lalu pergi meninggalkan mereka..


Johana dan yuanita masih tercengang melihat kepada pria berlesung pipi ini, bagaimana tidak, sosok itu adalah orang yang paling mereka kenal..


" Kaaak Danieeel"


ucap johana dan yuan hampir bersamaan, membuat pria itu tersenyum memandang kearah mereka dengan barisan gigi2 putihnya yang indah..


" aku pikir, kalian telah melupakanku "


ucap daniel sambil melepaskan jasnya dan memakaikannya kepada johana yang tersenyum kikuk..


" jo, tadinya aku tak percaya kalau itu adalah kau dan juga anita, aku memperhatikanmu dengan seksama sampai wanita itu tadi datang mengusik kalian"


ucap daniel lirih sambil memandangi wajah johana yang sudah dia rindukan selama hampir 7 tahun belakangan ini..


sama halnya dengan javier, sejak kepergian johana, daniel tak meneruskan niatnya menjadi dosen, dia kembali keperusahaan keluarganya dan terus mencari keberadaan johana, dia berkeliling dari satu kota kekota lainnya untuk mencari Tuan putri esnya ini, namun janji temunya dengan client membuat dia datang kekota A ini, hingga dia terperangah melihat tawa gadis ini..

__ADS_1


Tiba2 yuanita tersadar..


" astagaaa jo, ayooo kita bersihkan wajahmu dulu "


ucap yuanita menarik tangan johana menuju toilet..


" kak daniel kami akan segera kembali "


ucap yuanita sambil melepaskan jas daniel ditubuh johana dan berlalu kekamar mandi, meninggalkan daniel yang masih mematung karena merasakan tubuhnya bergemuruh, dia sangat bahagia, sampai tak bisa membendung semua perasaan yang bergolak didalam tubuhnya, kalau saja yuanita tak langsung menarik tangan johana, daniel akan langsung memeluk dan menciumi seluruh wajah johana saat itu juga..


Johana melepaskan tangan yuanita yang menariknya sambil merungut..


" Yuaaan.. jangan tarik, tanganku jadi perih "


ucap jo merungut, yang langsung mendapatkan hembusan nafas lega dari yuanita..


" Syukurlaaah "


ucap yuanita tersenyum lega, yang mendapat gelengan kepala heran dari johana yang kini membersihkan wajahnya..


" Ada apa denganmu.?"


tanya johana yang masih membersihkan wajahnya..


" Jo, apa kau lihat ekspresi wajah kak daniel "


" Ada apa dengan ekspresinya.?"


" kau harusnya melihat wajahnya, dia sangat terharu sampai aku merasa dia akan memeluk dan menciumi wajahmu "


ucap yuanita cemas..


" Ahahahhahahha.. yuaaaa... kauuu"


tawa johana sambil menyentil kening sahabatnya ini..


" Dasar haluuuu, kau pikir kak daniel sehalu dirimu "


ucap johana masih tertawa..


" Hhuuhh.. johana, aku serius, kau lihat kak daniel langsung menatapmu sayu dan.. daan.."


ucap yuan mengingat kata2 yang pas untuk dia ucapkan namun johana langsung menyambung ucapan sahabatnya itu..


" Dannn kau haluuu"


ucap johana masih tertawa..


" Mamiii yumaaa.. kak daniel hanya gembira seperti kita karena sudah lama tak bertemu, dia mungkin hanya terkejut melihat perut buncitku ini, hahahha"

__ADS_1


ucap johana masih tertawa, dan menarik yuan untuk keluar menemui daniel yang masih menunggu didepan restoran..


" Kak niel "


Panggil johana kepada daniel yang berdiri membelakanginya..


Daniel berbalik melihat johana dan yuanita didepannya, dipandanginya wajah johana lekat2..


wajah yang telah mengisi hatinya selama hampir 10 tahun lebih itu, membuat dia frutasi karena sempat kehilangan sosoknya..


" Apa kabar kak niel.?"


tanya johana lagi, dia bingung melihat daniel hanya diam dan menatapnya saja..


Bukan menjawab, daniel langsung maju dan mendekap tubuh johana dengan posesif, membuat tubuh johana membatu seketika..


" Jangan pergi lagi, aku tak sanggup kehilanganmu ahana, aku tak mampu jika harus terus bertahan tanpamu, tolong jangan pergi lagi.."


ucap daniel lirih..


Bagai mendapat kekuatan penuh, johana menolak tubuh daniel hingga terlepas darinya, dia menoleh kearah yuan yang kini juga sama membatunya dengan johana tadi..


" Maaf kak daniel, aku lupa kalau kami buru2 jadi kami permisi dulu "


ucap johana lalu menarik tangan yuan untuk berlalu dari sana, namun dengan sigap daniel menggenggam tangan johana yang lain..


" Ahana, aku tak akan membiarkanmu pergi kali ini, aku harap kau mau membawaku bersamamu "


pinta daniel dengan wajah sendu..


" Maaf kak daniel, aku sedang buru2.. karna suamiku pasti akan datang menjemputku "


ucap johana yang membuat daniel langsung tersentak kaget..


" Kaaau.. kau sudah menikah.?"


tanya daniel yang diangguki johana,


" Kau bohong, "


ucap daniel tak ingin percaya..


" Lihat aku kak, lihat baik2 kalau kakak tidak percaya kepadaku "


ucap johana Sendu..


Daniel enggan melepaskan genggaman tangan johana dan menelusuri tubuh johana, tiba2 genggamannya mengendur, menyadari kalau perut johana sedikit membuncit..


" Kau sedang Hamil.."

__ADS_1


tanya daniel yang diangguki lirih oleh johana..


__ADS_2