Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Panggil Aku Johana...


__ADS_3

Johana yang sudah mengantongi restu dari ayahnya, pergi untuk makan malam bersama dengan bundanya..


_____________________________________


Dirumah yuanita..


Javier sedang Mengobrol dengan yuan diteras belakang rumahnya,...


" Yuan, Terima kasih banyak, berkatmu aku akan bersatu dengan faro, walaupun aku tidak ingin terlalu berharap, tapi jasen dan hafira akan jadi kekuatanku menghalau ke'egoisan alfaro, akhirnya aku mengerti arti dari ucapanmu hari itu, Alasan itu adalah Jasen dan hafira "


ucap javier lirih sambil tersenyum kepada yuan yang duduk disampingnya..


Teringat kata2 yuan dihari itu..


Flash back..


"Mengapa kau mau membantuku melakukan semua ini anita.?"


ucap javier kepada anita yang memberi informasi tentang kedatangan johana, dan memberikan cara untuk menakhlukan kekeras kepalaan johana dengan cara menahan'nya tinggal dibungalow'nya..


Anita terdiam dan memijat keningnya, dia lalu menoleh kearah javier dan menghela nafasnya dengan berat..


" Suatu hari nanti, aku akan memberikan alasan,"


anita menatap lurus kedepan, lalu berbicara kembali..


" Bukan hanya memberi bahkan aku akan menunjukkan alasan yang sama, kenapa aku tidak bisa membiarkan johana, berjuang sendirian lagi "


ucap yuanita lalu pergi meninggalkan javier..


Flashback Off..


______________________________________________


Yuanita tersenyum melirik javier, lalu lurus menatap kedepan, kearah bunga2 yang bermekaran didepan mereka..


" Kak avi, aku mempercayakan johana kepadamu.? kau akan mengambil alih tempatku untuk mengurus hidupnya, janjiku kepada almarhum kak johanda untuk selalu bersamanya, sebentar lagi akan bisa kulepaskan dengan kelegaan, aku hanya meminta satu hal pada kakak, jangan pernah membiarkan johana menangis karena kesedihan, sebab dia sudah terlalu lama menangis "


ucap yuanita tangkas..

__ADS_1


" yuanita, apa kau tidak ingin memberi tahuku seperti apa kehidupan alfaro sebelumnya.? aku hanya, tidak ingin salah dalam mengambil langkah, aku ingin tahu hal apa yang paling membuat alfaro sedih dan terluka, aku hanya ingin mencoba mengerti semua tentangnya"


ucap javier sendu, yang membuat yuanita langsung menatapnya dalam..


" Kak avi, bolehkah, jika kau menunggu hingga johana sendiri yang menceritakan segalanya kepadamu.?"


ucap yuanita yang membuat javier manggut2..


💐♥️💐♥️💐♥️♥️💐♥️💐♥️💐♥️♥️♥️💐♥️..


Apartemen Javier..


Javier baru saja selesai mandi, ketika bel sandi masuk pintu apartemennya terbuka, dia keluar dan melihat johana masuk kedapur dan membawa belanjaan yang lumayan banyak..


Javier berjalan menuju kedapur, dan melihat johana yang sedang berjongkok memasukkan belanjaannya kedalam kulkas, saat dia berdiri javier langsung melingkarkan tangannya kepinggang johana..


Johana bergetar dan salah tingkah, merasakan tangan yang melingkar dipinggangnya, kepala javier diletakkan diceruk lehernya, seakan menghirup aroma tubuhnya, dia akan bergerak ketika javier berkata dengan berbisik ditelinganya..


" Aku mohon, tetap seperti ini, sebentar saja "


membuat tubuh johana membatu seketika, dia membiarkan javier memeluknya dengan erat..


ucap johana kemudian..


" Hheem, Aku Makan dirumah yuan, bersama jasen dan juga hafira, aku juga sudah menyuruh orang membereskan barang2 mereka, agar lebih mudah untuk pindah kesini nanti "


ucap javier yang mendapat anggukan dari johana..


" Bagaimana denganmu.?, apa kau sudah makan.?"


ucap javier tanpa melepaskan pelukannya,


" Aku pergi bertemu dengan ayahku, untuk meminta restu kepadanya lalu kami lanjutkan makan bersama dengan bunda,"


Jawaban johana langsung menarik perhatian javier, hingga dia langsung melepaskan pelukannya, dan memutar tubuh johana menghadapnya, dia menatap manik mata wanita yang hanya diisi binar dalam kebisuan ini dengan dalam..


" kenapa kau tidak mengajakku, untuk bertemu dengan mereka, aku ingin datang sebagai pria gentle meminta restu untuk menikahimu, mereka pun tentu penasaran dengan calon menantunya "


ucap javier penuh semangat..

__ADS_1


" Maafkan aku kak, Jika saatnya tiba, aku akan membawamu kehadapan mereka, untuk saat ini, mari menikah, karena kita harus mengesahkan kartu keluarga Jasen dan Hafira "


Ucap johana kemudian berlalu pergi dari hadapan javier yang tersentak mendengar kata2 johana..


" Jadi karena itu kau meminta agar kita cepat menikah, "


ucap javier lirih, menghentikan johana yang berdiri membelakanginya, dari kata2nya yang bergetar, johana sudah menebak kalau javier pasti kecewa namun apalah dayanya, jika ingatan tentang kata2 itu terus menggema dikepalanya,,


" Kak avi, jika kau ingin mundur, masih belum terlambat, aku melakukan ini karena aku tidak ingin Jasen dan juga hafira merasakan apa yang sudah aku rasakan "


ucap johana dingin..


" Jika kau merasa begitu, maksudku yang kau rasa itu, jika itu perasaanmu adalah sepi, hampa atau Jika itu luka, bagikan kepadaku faro, aku akan menanggungnya bersamamu, kenapa kau mengasingkan aku,"


ucap javier sambil menguncang tubuh johana yang terus menunduk..


"Alfarooo.. "


ulang javier yang tak mendapat respon dari johana..


" Kak avi, aku hanya tidak ingin, Mereka merasa sendiri di'tengah2 keramaian, itu adalah kesepian yang paling menyakitkan "


ucap johana berlalu masuk kedalam kamar berbeda, yang sengaja disiapkan javier untuk kamar hafira dan kamar jasen disebelahnya..


Saat akan masuk kedalam, johana menoleh melihat javier yang masih mematung dibelakangnya dengan tatapan sendu..


" kak avi, berhentilah memanggilku alfaro, namaku adalah Johana, akan lebih baik jika kau memanggilku johana "


ucap johana langsung menutup pintu kamar..


Apa yang terjadi, Johana.? kenapa kau mengungkung kehangatan alfaro dihatimu yang beku itu, mengapa memenjarakan keceriaan senyum alfaro didalam matamu yang dingin itu..


kemana gadis mungilku yang gila, johana.?


Apa kami bertiga tidak cukup menjadi alasanmu bahagia..


aku tidak akan membiarkanmu terus menerus melakukan semua ini, aku akan memaksamu, merenggut semua yang kau ambil dari alfaro,.?


Guman hati Javier..

__ADS_1


__ADS_2