Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Cerita Part 1..


__ADS_3

javier mulai bercerita..


Flash back on..


POV Javier..


Saat itu usiaku 12 tahun.. Aku memenangkan lomba debat pertamaku disekolah menengah pertama, mami memintaku untuk memilih sebuah hadiah yang paling kuinginkan, dan aku memilih sebuah sepeda..


Sore harinya, aku mengendarai sepeda hadiah itu berkeliling mansion sampai rasa bosan menderaku, dan tanpa sepengetahuan mami aku keluar kearah jalan besar..


Karena asik mengayuh aku lupa kalau sudah terlalu jauh meninggalkan mansion, hingga aku melihat kedai ice cream..


rasa haus dan lelah membuatku memiliki keinginan untuk mampir..


aku masuk kedalam kedai dan melihat jejeran ice cream berwarna warni menggunggah selera..


aku menunjuk satu box ice cream vanila kesukaanku, dan segera saja dibungkus oleh pelayan kedai tersebut..


Saat ice cream itu usai dibungkus, aku merogoh sakuku, dan terkejut mendapati ternyata aku tak punya uang seperserpun karena telah mengganti bajuku yang tadi memiliki beberapa lembar uang ratusan..


Aku yang bingung dan menatap rumit kepada pelayan itu menjadi serba salah saat melihat pelayan itu mulai kesal karena menyadari kalau aku pasti tak punya uang..


" Maaf " ucapku padanya yang menunduk kesal..


" Baiklah, Maaf, aku harus mengambilnya kembali "


Saat pelayan itu akan mengambilnya beberapa lembar uang ratusan disodorkan kehadapannya..


" Paman, aku membayar ice cream milikku dan milik kakak ini .?"


Aku dan pelayan itu menoleh hampir bersamaan dan melihat seorang gadis kecil yang sangat manis, gadis itu tersenyum kearahku memperlihatkan gigi ratanya yang mungil dan menawan..


Pelayan itu menerima uang dari gadis ini dan tidak jadi mengambil pesanan ice creamku..

__ADS_1


" Terima kasih.." ucapku tanpa sadar masih terpesona dengan senyuman gadis kecil ini, Dia mengangguk dan berlalu dari hadapanku..


Sesaat setelah itu aku sadar dan melihat sekelilingku gadis itu sudah tidak ada, aku berlari keluar dari kedai ice cream itu dan mengedarkan pandanganku tetapi ternyata aku tak lagi bertemu dengannya..


Aku mengayuh sepedaku menyadari waktu sudah hampir sore, hingga mengayuh sepedaku dengan kecepatan tinggi sampai tak menyadari sebuah batu didepan jalan terinjak oleh roda sepedaku dan aku tak bisa lagi mengendalikan sepeda yang oleng membuat aku menabrak pembatas jalan..


sepedaku patah dan aku terpental jauh disudut jalan, aku meringis karena luka dilutut dan siku yang mulai mengucurkan darah, aku menyeret kakiku yang berdarah dengan langkah gontai, meninggalkan sepedaku yang sudah patah menjadi dua akibat kerasnya benturan yang terjadi..


aku hanya meraih box tempat ice cream yang sudah kuhabiskan isinya namun masih kupeluk erat tempatnya karena ini adalah pemberian pertama dari seorang gadis kecil yang mampu mengalihkan perhatianku..


Saat aku tengah berjalan menyeret langkahku, tiba2 kurasakan bulu romaku merinding, aku merasa kalau tubuhku meremang karena seolah sedang diawasi oleh sesuatu yang mengancam, benar saja saat aku berbalik seekor anjing pitbull besar sedang menyalak bahkan seolah menyerigai geram kepadaku..


Aku mempercepat langkah untuk menyeret tubuhku dengan luka yang semakin perih, namun aku terkejut ketika anjing itu menggonggong dan berlari dengan ganas menghampiriku..


aku berlari dengan sisa tenagaku hingga terjatuh, anjing itu semakin dekat hingga aku menutup mataku pasrah karena tak sanggup lagi menahan perih dikedua kaki dan tanganku..


Namun hinggga menit pertama berlalu aku tak merasakan apa2, aku memberanikan diri membuka mataku dan anjing yang tadi kulihat mengejarku, tengah menunduk didepan seorang gadis yang hampir seukuran dengan anjing besar itu,..


Tangan mungil anak itu mengusap lembut kepala anjing yang kini berbaring menurut kepada anak tersebut..


Dia mengulurkan tangannya untuk membantuku bangun..


" Kakak, maafkan bulan, dia sedang sensitif karena anaknya baru saja hilang, "


ucap gadis kecil menatap iba kepadaku..


" Apa, anjing itu milikmu.?"


gadis itu menggeleng pelan..


" Anjing itu milik paman sam, tetanggaku, tapi mereka baru saja kehilangan anak2 bulan, makanya itu mungkin bulan jadi stres dan menyerang semua orang asing yang lewat "


ujarnya yang membuatku mengangguk pelan..

__ADS_1


Dia menyadari lukaku, dan wajahnya mulai berubah panik melihat darah yang hampir mengering dikedua siku dan lututku..


aku mengikuti arah matanya dan melihat lukaku sendiri, aku menegang merasakan genggaman tangan anak gadis ini yang menarikku ke bangku sudut jalan..


" Tunggulah disini kak, aku segera kembali.?"


ucapnya lalu menghilang disebuah gerbang tinggi diujung jalan itu..


tak lama kemudian dia kembali dengan sebuah kotak dan sebuah wadah kecil ditangannya, dia duduk didepanku dan memasukan kapas kedalam wadah berisi cairan putih dan dari aromanya tercium wangi yang segar..


Aku terus memperhatikan setiap gerakan tangannya yang lincah, aku beralih kearah wajahnya yang tertunduk dengan bulu mata panjang yang bergoyang2 mengikuti tatapan matanya yang fokus kepada lukaku..


" selesai.."


ucapnya membuyarkan lamunanku, aku melihat lutut dan sikuku telah diplester..


" Terima kasih lagi "


ucapku dan dia mengangguk tersenyum..


" Aku vier,.?"


ucapku menaikan tanganku untuk mengenalnya..


" namaku Ahana "


jawabnya menyambut tanganku..


Aku terpana merasakan usapan lembut dijemariku oleh tangannya, dan entah itu sadar atau tidak aku mencium pipi gadis kecil itu hingga membuatnya terkejut dan merona..


" AHAANAAAA..."


sebuah suara mengalihkan dia, hingga dia pamit dan setengah berlari untuk masuk hingga kemudian menghilang kembali kedalam gerbang tinggi itu..

__ADS_1


aku tersadar kalau hari semakin gelap, aku beranjak untuk kembali saat sebuah mobil berhenti dan muncullah mami yang masih sesenggukan karena khawatir tak menemukanku, mami memelukku dan membawaku masuk kedalam mobil meninggalkan tempat itu..


__ADS_2