
Malik membawa fira kerumah dan yuanita hampir pingsan mendapat kabar kalau jasen mengalami kecelakaan..
Dia memaksa pergi kerumah sakit dan mendapati johana yang masih duduk tak bergerak dibangku koridor rumah sakit..
Yuanita mengusap bahu johana, dan dia menoleh menatap yuanita lalu menghambur kepelukan anita dan menangis..
" Yuan, dia.. dia kritis yuan..? apa yang harus lulakukan.? aku akan mati tanpa dia"
ucap johana meronta dipelukan yuanita..
" Dia kuat, dia sangat kuat johana.? tidak ada yang akan terjadi kepadanya.. kau tidak boleh lemah.. mereka sangat mencintaimu"
ucap yuanita menenangkan johana..
💐🌹🌹💐💐💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹💐
Javier baru tiba di'Apartemennya dengan tatapan setajam silet, dia mendapati aldi yang sedang duduk cemas dikursi ruang tamu..
" Aldi, segera pesan tiket penerbangan menuju kota B, sekarang.?"
Ucap javier sambil menarik kopernya keluar dari kamarnya..
Aldi belum beranjak dari tempat duduknya karena terus menerus menatap javier yang bahkan tak mengganti bajunya dari semalam, dia terlihat dingin tak tersentuh, wajahnya datar dan matanya menyiratkan kekecewaan yang hanya bisa dirasakan javier sendiri..
" aldi, aku rasa, kau tahu bukan.? aku tidak akan suka jika harus bicara untuk yang kedua kalinya "
ucap javier datar..
Aldi langsung bangkit dan menelpon seseorang, lalu mereka berdua turun keparkiran dan naik kemobil, Javier sudah janji akan menemui siena ditempat pemotretan, sebelum berangkat kembali ke'kota B..
Javier terus memandang keluar jendela seolah ingin menumpahkan isi hatinya pada mentari yang sedang hangat2nya bersinar, sedang aldi dengan tatapan ibanya pada javier, dia tak menyangka kalau kisah cinta sahabatnya begitu mirisnya, hingga membuat javier seakan mati rasa untuk membicarakan masalah cinta lagi, yang pasti saat ini aldi sama kecewanya dengan javier, dia tak menyangka kalau alfaro benar2 berubah menjadi sedingin es..
Dalam lamunan mereka, tiba2 ponsel aldi berdering, dan segera diangkat oleh aldi karena dari layar ponselnya tertera nama siena..
" Halo sien, kami hampir sampai"
ucap aldi..
" Kak aldi, maaf, aku sekarang ada dirumah sakit, lampu sorot kamera kami jatuh mengenai Asistenku dan dia terluka"
ucap siena cemas..
" baiklah share lokasinya kami akan datang kesana.?"
ucap aldi menyudahi teleponnya..
" Ada apa.?"
ucap javier datar..
" Siena dirumah sakit "
" apaaa,,,apa yang terjadi "
__ADS_1
ucap javier mendesak aldi sambil melebarkan matanya mendengar siena dirumah sakit..
" Asisten siena tertimpa lampu sorot "
terang aldi..
javier menghembuskan nafas lega, lalu menyuruh aldi menyusul siena..
💐🌹💐🌹💐🌹💐🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹💐...
Dirumah sakit..
Dokter keluar dari ruang ICU, membuat johana dan yuanita berlomba menghadang dokter yang tampak berfikir keras..
" Bagaimana dokter.?"
ucap johana gelisah..
" kami butuh darah lagi sekarang, persediaan darah AB negatif, telah habis, kami juga sudah menghubungi bank darah tapi nihil, karena ini darah yang langka kami butuh bantuan dari keluarga pasien, anda atau suami anda nyonya "
Kepala johana bagai dihantam batu besar, mendengar penuturan dokter, dia diam seribu bahasa, lidahnya kelu dan tubuhnya lemas..
" dokter, lakukan apa saja, agar dia sembuh, aku rela bayar berapa pun asal dia bisa selamat "
ucap johana lirih..
Yuan mengusap bahu johana, dia menatap mata johana yang lemah..
ucap yuan sambil melihat ekspresi diwajah johana..
" Tidak,,,, "
Johana menggeleng keras..
" Dia tidak boleh mengetahui tentang mereka yuan, tidak boleh "
ucap johana masih menggeleng..
Yuanita sangat kesal melihat johana, tiba2 ada seseorang yang memanggil mereka..
" Kak yuan, miss jo, apa yang kalian lakukan.?"
ucap orang itu heran yang ternyata adalah siena..
Johana dan yuan menoleh, membuat siena kaget melihat johana yang acak2kan, matanya sembab karena menangis, wajah pucatnya terlihat sangat lelah, siena tak menyangka akan melihat miss jo yang terkenal cuek menjadi serapuh ini..
" Ada apa miss, siapa yang sakit.?"
ucap siena menghampiri johana sambil mengusap bahunya..
" itu.. hiks..itu.hiks..."
ucap johana sembap..
__ADS_1
" dia butuh donor darah AB negatif "
sambung johana dengan berat..
Siena langsung berbinar,
" benarkah.. darahku AB negatif, aku akan menolong "
ucap siena, yang langsung disambut nafas lega dari johana dan segera mungkin siena diperiksa untuk diambil darahnya..
_________________________________
Suster membawa sekantung darah, diikuti siena dibelakangnya yang baru habis mendonorkan darahnya menuju kekursi tunggu johana dan yuan..
johana memeluk siena erat sambil terisak dan tak hentinya mengucapkan terima kasih..
" sisi, terima kasih banyak, aku tidak tahu harus bilang apa kepadamu, seumur hidupku aku sudah berutang kepadamu si "
ucap syukur johana disela tangisnya..
" miss, ini tidak sebanding dengan miss menyelamatkan aku waktu itu, kalau miss tidak ada, aku mungkin sudah hancur sekarang "
ucap siena sayang..
" tapi kamu kenapa bisa disini sisi.?"
ucap yuanita..
" aku mengantarkan asistenku kak, kakinya tertimpa lampu sorot, tapi dia sudah diantar supirku, dan aku menunggu kakakku, dia akan pergi ke'kota B, jadi aku akan mengantarnya sampai bandara"
terang siena..
" tapi sisi, kau baru saja selesai mendonorkan darahmu, kau masih lemah, sebaiknya kau istirahat dirumah, Supirku akan mengantarmu"
ucap siena mengusap kepala sisi sayang..
" iya itu benar,"
yuanita menimpali..
siena tersenyum dan memeluk johana..
" aku sangat bahagia, punya dua sahabat yang paling pengertian dan paling memanjakanku "
" kau memang kesayangan kami "
ucap yuan memaksa tertawa agar johana tersenyum..
Namun dia sedikit kecewa melihat johana sedih tak bersemangat..
" Terima kasih, sudah mendonorkan darahmu kepada Jasen.?"
ucap johana tersenyum paksa..
__ADS_1