
waktu berlalu begitu cepat, Hari itu johana pergi kebandara mengantarkan javier dan aldi pergi kejepang untuk urusan bisnis selama seminggu..
Johana yang merasa bosan karena ditinggal javier dan yuan yang pergi kerumah mertuanya mengiyakan ajakan sisi ke' mal bersamanya..
Sisi sangat antusias memilih pakaian untuk sikembar dan kakak iparnya, dia menyuruh kakaknya untuk memilih pakaian2 yang bagus, sebenarnya siena tahu kalau johana tidak suka buang2 waktu seperti ini, misal pergi belanja dan memilih dalam waktu yang lama namun pesan kakaknya untuk menghibur kakak iparnya adalah yang utama..
Mereka masuk ke'toko perhiasan dan langsung menuju ruang VVIP, disana adalah tempat perhiasan2 terbaik yang menggunakan batu2 mulia sangat langka didunia..
siena menggandeng kakak iparnya untuk masuk namun seorang wanita sebaya mereka menghentikan langkah mereka..
" Maaf nona, hari ini ruangan VVIP sudah dibooking oleh keluarga wijayadi, silahkan anda datang dilain hari nona "
ucap pegawai itu dengan sopan, membuat siena tersenyum mendengar keluarga wijayadi, bukankah itu berarti mereka adalah mami dan neneknya, lain halnya dengan siena, hana langsung tegang mendengar ucapan wanita itu, bukankah itu berarti mereka adalah ibu mertua dan nenek mertuanya..
" Ayo pergi, dan kembali lagi lain hari.?"
ucap johana menarik lengan sisi,
" eittss.. kakak tunggu dulu, mari kita masuk dan menyapa mereka "
ucap siena memelas..
" Maaf sisi, kakak tidak siap menemui mereka.? kakak takut mamimu akan marah melihatku "
ucap johana sendu, didalam hatinya dia sebenarnya tidak siap karena tak mampu langsung menerima penolakan dari keluarga besar javier, mengingat demi dia dan anak2nya javier menantang keluarganya..
siena yang melihat kakak iparnya terdiam lalu menghela nafasnya..
" Baiklah ayo kita pergi, lain kali saja kita jumpa mami sama nenek "
ucap siena berbalik untuk pergi..
Namun saat dia akan berbalik, dia mendengar suara maminya memanggil..
__ADS_1
" princes, kamu disini sayang.?"
ucap sasi melihat putrinya senang, namun dia tercegang melihat johana disana..
" iya mi, aku sama kak hana habis belanja, ini kami mau pulang sekarang "
ucap siena melirik kearah kakak iparnya yang tertunduk, saat dia akan menarik tangan kakak iparnya mami melarangnya..
" princes, tunggu nak.. mami bisa nggak bicara sebentar sama menantu mami "
ucapan mami sasi sontak membuat johana mendongak melihatnya..
Mami sasi maju menggenggam tangan johana,
" sayang.. bisa nggak mami bicara sebentar sama kamu, sebentar saja "
johana mengangguk salah tingkah, lalu mereka masuk kedalam ruangan itu..
ucap sasi kepada ibu mertuanya yang langsung mengambil tangan johana dan mendudukannya dikursi samping tempat duduknya..
" Jadi ini cucu menantuku, sasi.?"
ucap nenek dafina yang mendapat anggukan dari sasi..
seketika itu juga nenek dafina membawa johana yang membatu kedalam pelukannya sambil mengusap pipinya dengan senang..
nenek mengecup kening hana..
" Selamat datang dikeluargaku wahai penyambung penerus wijayadi, semoga kau selalu bahagia"
ucap nenek dafina tersenyum, sambil membuka gelang ditangannya..
" Ini adalah simbol identitas keluarga wijayadi, gelang ini akan membuat kau dikenal dimanapun kau berada karena sekarang kau adalah bagian dari keluarga wijayadi "
__ADS_1
ucap nenek dafina lirih sambil menatap mata johana yang berkaca - kaca..
" Terima kasih nyonya, sudah mau menerimaku, aku sudah membuat kesan pertama yang buruk hari itu dengan menculik nyonya sasi, tapi itu terjadi karena anak2ku"
ucap johana menunduk..
Mami sasi langsung merubah tempat duduknya didepan johana dan langsung memeluknya..
" Maafkan kami, maafkan suamiku, dia hanya ingin yang terbaik untuk vier, suamiku berpikir kau sedang menipu vier. karena itu, dia ingin mengancammu lewat anak2mu, tapi semua itu diluar kendalinya, anak2 itu kabur dan terjadi hal yang paling tidak diinginkan, kami sangat shok mendengar kalau ternyata mereka adalah cucu2 kami, hana... tolong bujuk vier agar memaafkan kami, kami juga ingin menemui cucu2 kami, tolonglah.."
ucap mami sasi memohon dengan mata yang ber'kaca2..
" Tenang saja nyonya, aku sendiri yang akan membawa mereka kepada nyonya, aku janji"
ucap johana mantap..
" jangan panggil nyonya, panggil mami, kau adalah putriku, sama seperti siena "
ucap mertuanya dengan sayang, yang mendapat anggukan dari johana..
Mereka berempat duduk dan mengobrol bersama, mereka tertawa bahagia sambil makan cemilan..
siena sangat gembira melihat tawa kakak iparnya untuk pertama kali selama mereka saling kenal, dia mengenal johana sebagai sosok yang serius dan penuh kedinginan namun walaupun begitu, johana adalah seorang wanita berprinsip, dan bertanggung jawab..
💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜💜..
Johana terus tersenyum memandangi gelang pemberian nenek dafina, dia melepaskannya perlahan dan menyimpannya kedalam kotak perhiasannya, lalu naik keranjang untuk tidur..
Johana memandang bingkai foto pernikahannya diatas meja nakas sambil tersenyum..
" Terima kasih kak, terima kasih karena membawa kembali pelangi kedalam hidupku, bersamamu aku melupakan kepahitan hidupku, aku bahkan menyukai senyuman dan tawa seperti dulu, aku mencintaimu kak "
ucap johana lirih dan memejamkan matanya..
__ADS_1