
Sudah hampir seminggu sejak javier mengajak alfaro untuk pergi bersama, berarti tinggal 5 hari lagi mereka akan keluar bersama, hari ini alfaro pergi keperpustakaan dan saat dipintu masuk dia bertemu dengan daniel, awalnya faro akan menghindar tapi setelah dia memikirkannya kini dia meminta daniel pergi kesudut ruang baca untuk berbicara dengannya, bagaimanapun daniel sudah dianggap saudara olehnya dan kakaknya..
"Bagaimana kabarmu.?"
ucap daniel canggung..
" Baik, aku sangat baik kak.."
ucap faro tak kalah canggung
" kak daniel, aku sudah memikirkan jawaban atas pertanyaan kakak beberapa minggu yang lalu "
" oh benarkah.. aahh kau tak perlu terbebani dengan semua ucapan kakak, anggap saja itu sebuah pengakuan dosa "
daniel memaksa tertawa datar..
alfaro lalu menarik tangan daniel dan menggenggamnya dengan erat, dia hanya ingin cepat menyelesaikan rasa canggung ini dengan pria yang dulu begitu memanjakannya ini..
" kak daniel, Maafkan aku, karena aku begitu terkejut mendapati kenyataan, kalau kakak sangat menyukaiku, "
faro menatap nanar kearah daniel yang kini membungkam..
" Saat pertama kali aku menerima bunga lavender itu, aku sangat bahagia, karena aku tahu siapa pun yang mengirimkannya itu adalah orang yang sangat mengenalku, sebulan kemudian aku bertekad menunggui siapa orang itu, dan aku terkejut kalau yang menyimpannya adalah seorang wanita muda yang usianya sama denganku, aku terus berpikir, bagaimana mungkin dia bisa mengetahui bunga kesukaanku, dan yang paling mengejutkan dihari kasih sayang dia mengatakan kalau dia sangat menyanyangiku, dia mencintaiku, mulai saat itu aku berpikir, mungkin gadis itu seorang penyuka sesama jenis, lalu aku mulai membuang semua bunga2 itu, aku bahkan memberikan bunga2 itu kepada bina untuk dia jual kembali.. dan akhirnya aku tahu kalau bunga2 itu dikirimkan atas perintah orang yang sangat kusukai"
Daniel bergetar mendengar kata2 faro, dia menatap faro dalam2 dan dia tahu saat ini faro tak sedang berbohong..
" kau menyukaiku..? "
ucap daniel dengan gugup..
__ADS_1
faro mengangguk, dia menghela nafasnya dengan berat lalu melanjutkan kata2nya..
"Kak daniel, aku sungguh2 sangat menyukai kakak, aku bukan hanya menyukai kakak, aku sangat menyayangi kakak, aku menghormati kakak, tapi bagiku semua rasa itu luas maknanya.. aku memang sayang kakak tapi maafkan aku kak, karna rasa suka dan sayang itu bukan cinta seperti yang kakak rasakan padaku, "
Daniel menatap faro kembali dengan tatapan rumit yang sulit diartikan
" kakak tahu kenapa seluruh kampus mengatakan kalau aku adalah seorang gadis gila, itu karena mereka tahu aku sangat menyukai seniorku Javier, aku tidak tahu apa itu cinta, tapi jika dengan bahagia melihat orang itu bahagia, berarti aku telah jatuh cinta.. jika cinta adalah rasa cemburu ketika melihat dia bersama orang lain, berarti aku telah jatuh cinta, jika cinta adalah berdebar bila melihat orang itu berarti aku telah jatuh cinta, jika cinta itu hanya dengan melihat dia terluka hatiku juga terluka berarti aku telah jatuh cinta, bukankah itu yang kak daniel dan kak johan katakan padaku saat itu "
" apa kau sangat menyukai javier "
" hhmm"
faro mengangguk dengan lemah dan dia meneteskan air mata..
" baiklah, Kakak rasa sudah dapat jawabanya bukan, terima kasih,"
" apa kakak membenciku "
" Gadis bodoh, kau pikir kak daniel akan marah padamu, malah kak daniel sangat lega mendengar kejujuranmu, kini jangan pernah memikirkan semua ini lagi, kak daniel hanya ingin kau bahagia, faro, kak daniel boleh minta satu hal padamu "
faro mengangguk dan menatap mata daniel dengan senyum simpulnya
" Mulai hari ini, lupakan tentang semua ini, kak daniel hanya ingin menjadi kakakmu seperti dulu lagi, kakak yang akan melindungi, menyayangimu dan memanjakanmu seperti dulu dan tolong jangan pernah menghindari kakak lagi "
Faro mengangguk dengan senyum ceria dan menggenggam tangan daniel dengan erat
" kakak el janji "
faro menautkan kelingkingnya yang disambut oleh daniel dengan senyum manisnya mendengar panggilan sayang faro padanya,
__ADS_1
" Dasar Gadis Nakal "
daniel mencubit hidung faro dan tertawa..
Tiba2 beberapa kilasan peristiwa muncul di'ingatan faro, membuat faro seketika terkejut, tiba2 dia memegang kepalanya yang terasa sakit, membuat daniel panik seketika
" Ro,ada apa..? apa kau baik2 saja "
" kakak, aku tidak tahu apa yang terjadi, tapi tiba2 aku seperti melihat dan mengingat sesuatu "
" Deg"
Jantung daniel bergetar hebat mendengar kata2 faro, dia lupa kalau semua yang dilakukannya tadi adalah kebiasaan'nya dengan Johanda kepada faro,
" Apa kau tidak apa2."
" iya kak sudah lebih baik "
" syukurlah"
" baiklah kak, aku harus kembali kekelas ku "
" tapi sungguh kau tidak apa2 "
" hhmm, Aku tak apa2 "
kalau ada apa2 hubungi kakak, ok "
" ok kak, by "
__ADS_1
"by"
daniel menatap kepergian faro dengan sedih, walapun dia kecewa setidaknya dia lega karna kejujuran faro dan keputusan mereka untuk kembali sebagai saudara, disetujui oleh alfaro..