
Sepeninggal yuanita dan malik, siena dan aldi datang kembali kerumah sakit, javier menyuruh mereka untuk tinggal dan menjaga Jasen serta johana yang masih belum sadar..
________________________________________
Di'Mansion white..
Kesibukan diruang makan aula mansion white tampak terlihat lebih dari biasanya, itu karena keluarga besar farhadi akan berkunjung untuk makan siang bersama di'Mansion white, Tuan faisal dan nyonya yanti, tuan farhan dan nyonya Aulia, tuan farid beserta istrinya nyonya mira..
Mereka berkumpul karena ingin membicarakan tentang perjanjian perjodohan mona dan javier yang dibatalkan sepihak oleh kakek william, membuat Mira merasa dihina karena mereka menolak putrinya..
Sebenarnya kakek faisal juga sangat kecewa dengan keputusan sepihak william karena mereka sudah berjanji untuk menjadi saudara, dulu farani akan dijodohkan dengan danuar untuk menebus janji itu namun kekeras kepalaan danuar menikahi sasi membuat janji itu ditangguhkan untuk cucu2 mereka..
Diruang kerja kakek william..
" ada apa willi.?, Bukankah kita sudah berjanji, dan itu sudah diumumkan kalau cucu2 kita akan bersatu.?"
ucap kakek faisal menatap sahabatnya nanar..
" Faisal, aku.. aku benar2 minta maaf, aku punya alasan tersendiri, dan aku tahu kau akan mendukungku, aku hanya tidak ingin menghancurkan keluargamu"
ucap kakek willi sambil menggenggam tangan sahabatnya..
Kakek faisal tampak berpikir sejenak, lalu menatap mata sahabatnya dengan teduh..
" Aku tahu Maksudmu.?, Maafkan aku "
kakek faisal lalu memeluk sahabatnya dan keluar menuju keruang makan..
Mereka semua sudah siap untuk menyantap makanan yang tersaji dimeja makan, mereka semua makan dengan lahap dan penuh rasa gembira, bahkan mira pun tak henti untuk tersenyum karena berpikir mungkin mertuanya sudah membereskan masalah javier dan mona..
saat mereka akan beranjak keruangan santai untuk mengumumkan keputusan mereka, mereka dikejutkan oleh seseorang..
" Praaank tingkkk "
Suara piring yang jatuh dari atas meja, akibat ditubruk oleh seseorang,..
Mereka semua terkejut, terlebih itu danuar, melihat sandi tergeletak dengan 2 luka lebam diwajahnya sambil meringis kesakitan..
" Sandiii... apa yang terjadi.. siapa yang berani melakukan ini kepadamu.?"
ucap danuar membangunkan sandi..
" Itu aku.."
ucap javier yang berjalan keruangan aula dengan tatapan paling mematikan..
" VVIIEERR, Apa yang kau lakukan.? beraninya kau melakukan ini kepada asistenku "
ucap tuan danuar meninggi, dia sangat emosi melihat sandi babak belur..
Javier tak menjawab, dia terus berjalan sampai tiba didepan ayahnya, bahkan secara tidak sadar dia merengkuh kerah jas ayahnya, membuat semua orang diruangan itu terkejut bukan main, javier yang terkenal hangat dan hormat kepada ayahnya, apa yang begitu membuat dia sampai semarah itu..
__ADS_1
" PRINCE.. lepasskan dia papamu, "
ucap kakek willi mulai marah, melihat sikap tidak hormat javier kepada ayahnya..
Danuar melihat teduh anaknya yang menatapnya dengan tajam, seolah ingin menembus tubuhnya..
" Ada apa vier.? kau marah karena Papa menunjukan kebusukan wanita yang kau cintai.?"
ucap danuar sinis..
" DANUAAAARRR WIJAYAAADIII"
Teriak javier histeriss membuat semua orang shok..
Farhan yang sedari tadi melihat sudah tak tahan, dia menarik tangan javier dan menatapnya tajam..
" Vier, lepaskan dia Papamu.?,ada apa denganmu.? semua bisa dibicarakan baik2.!"
" Jangan ikut campur masalah keluargaku paman."
ucap javier masih marah..
" Ck..ahaha Biarkan dia memuaskan kemarahannya han, dia baru saja ditolak lagi karena mencintai wanita yang bahkan sudah memiliki anak, "
ucap danuar mengejek javier dengan sinis..
Javier memerah karena marah, dia mengepalkan tangannya tanda emosi.. dia akan maju menghampiri ayahnya saat tiba2 satu tamparan melayang telak dipipinya..
Maminya menampar wajah javier, hingga membuatnya terdiam..
" Selama ini kami selalu menghormati keputusanmu, selama ini kau buta karena wanita itu, Mami tetap mendukungmu, kau menderita, menangis karena wanita itu, mami masih tetap mendukungmu, karena mami tahu dia adalah hidupmu, tapi kali ini kau keterlaluan.. kau keterlaluan vieeerr,, apa kah kau tahu, kalau wanita itu bahkan sudah menculik mami semalam "
Sasi berteriak sambil menangis melihat putranya yang berubah menjadi pembangkang..
" vieeerrr, dia suamiku.. dia ayahmuu..?, sadarlaaah vierrr dia ayahmu.?"
ucap sasi mengguncang tubuh putranya..
" Dia menculik mami, karena papi menculik Mereka"
ucap javier lirih, membuat sasi dan danuar tertawa tak percaya..
" Jadi wanita itu sangat penting, sampai kau melawan Papimu seperti ini, nyawa orang lain, bahkan lebih penting dari pada mamimu.?"
ucap danuar tak percaya..
" Kenapa Papi melakukan semua itu.?"
ucap javier datar..
" Tentu saja karena kau anakku, putraku, darah dagingku.? aku tidak akan pernah mengampuni siapapun yang melukaimu"
__ADS_1
ucap danuar lirih..
" Jadi bagaimana dengan anak itu yang sekarang sedang koma karena kritis dirumah sakit papi.?"
ucap javier mulai frustasi..
" Itu kesalahan mereka, karena mereka berusaha kabur "
ucap danuar cuek, tak merasa bersalah..
Membuat javier seketika menegang, membuat nenek dafina memeluk cucunya dari belakang, sambil terisak..
" Prince..hiks.hiks.. ada apa denganmu nak.? kenapa kesayangan nenek jadi seperti ini.? kau menghancurkan harga diri kami didepan teman2 kakekmu, lihatlah mereka semua vier.. hiks..hiks.."
Javier menutup matanya dengan frustasi, dia berbalik dan memeluk neneknya, menoleh menatap wajah kakeknya yang kecewa..
" Maafkan aku nek, mulai sekarang, aku bukan wijayadi lagi "
ucap javier melangkah keluar namun tangannya langsung dicegah ayahnya..
" buukkghh"
satu tinju melayang kewajah javier, membuat luka disudut bibirnya..
" Kurang ajar, papi membelamu dengan menunjukkan kebusukan wanita itu dan kau meninggalkan derajadmu karena orang lain, kau putraku vier "
teriak danuar memerah menatap putranya..
" Ahahah.. kenapa ayah melakukan ini.?"
lagi2 vier bertanya dengan sinis, membuat danuar marah bukan main..
" karena kau putraku.?, kau seorang wijayadi"
ucap danuar menarik kerah jas javier..
" iya papi, karena aku putramu, kau mati2an membelaku, tapi papi harus tahu alasan kenapa aku melakukan ini "
ucap javier menatap ayahnya, kemarahannya sudah reda diganti dengan tangis frustasi, membuat danuar luluh melepaskan putranya..
" Papi, sebagai anakmu, aku akan sangat bahagia karena Papi selalu mementingkan aku dan juga sien, selalu memikirkan kebahagiaan kami, tapi papi "
javier menunduk sejenak dan menghela nafasnya, lalu menatap nanar ayahnya lagi..
" Sebagai Papa anak itu, aku tidak akan memaafkan papi, mereka anak2ku pi, mereka berdua darah dagingku "
Semua orang seketika shok mendengar kata2 javier, terutama danuar wijayadi, Ruangan itu hening karena kata2 javier, bahkan keluarga farhadi nampak shok mendengar pengakuan javier, terlebih mira..
" Papi, sekarang Jasen, cucu papi sekarat, dia kritis, sampai siena harus mendonorkan darah untuk Jasen, hafira kembarannya, bahkan terbangun ditengah malam karena ketakutan pi, yang papi lakukan kepada mereka membuat faro hampir gila pi, jika terjadi apa2 kepada mereka bertiga.? vier.. bersumpah pi, vier bukan putramu lagi.. "
ucap javier menangis lalu melangkah keluar meninggalkan mansion white..
__ADS_1