Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Ayah Sikembar..


__ADS_3

Javier menahan tubuh lunglai johana dan langsung menggendongnya, keruang perawatan, beberapa perawat datang dan memeriksa johana..


Javier terduduk lemas didepan ruang pemeriksaan, dia masih mencerna kata2 johana, dia masih memilah dengan baik, kalau2 dia telah salah mendengar..


" Apa aku telah salah mendengarnya "


ucap javier lirih..


Siena duduk disamping kakaknya sambil mengusap bahu kakaknya..


" Kakak..


panggil siena lirih..


" kakak tahu kau bingung, tapi kakak akan menjelaskan semua yang terjadi "


ucap javier..


Suster keluar dari ruang pemeriksaan..


" Bagaimana keadaannya sus.?"


ucap javier..


" Tidak apa2, dia hanya anemia, terlalu kelelahan dan lambungnya kosong, dan dia juga stres, dia akan segera pulih"


ucap suster segera berlalu..


Yuanita datang dengan wajah lelah dan lemasnya sambil di'ikuti malik dan juga fira dibelakangnya..


" Kak avi, bagaimana dia.?


ucap yuanita memandang siena dan javier bergantian..


" Kata dokter dia hanya kelelahan dan stres "


ucap javier lirih..


" Tentu saja, Dia dua kali melakukan penerbangan, naik mobil ber'kali2, tidak makan atau tidur selama 2 hari, bagaimana dia tidak akan kelelahan, sementara Jasen masih berjuang diruang operasi hiks..hiks..hiks.."


yuanita terisak..


Malik menghampiri istrinya sambil menenangkannya..


" sayang, ingat kau sedang hamil, kau tidak boleh stres, karena inilah miss jo melarangku memberitahukan kepadamu "

__ADS_1


ucap malik penuh sayang, jika sudah berhubungan dengan yuanita dan fira dia akan menjadi seorang pria yang hangat dan sabar..


" Ibu, apa miss jo baik2 saja, dia pasti tertekan karena kak Jasen "


ucap fira kemudian, menyela ayahnya..


Yuanita bersimpuh memandangi putrinya yang tampak tegar, hanya dia dan Malik yang tahu bagaimana menderitanya Johana, dan tersiksanya Jasen juga hafira, harus menjadi orang lain bagi johana..


Yuanita mendongak menatap mata javier yang masih diliputi kabut, lalu dia menghela nafasnya dan mengusap kepala putrinya..


" Hafira, kau tidak perlu menyebut jo sebagai miss didepan mereka, mereka bukan orang lain, dia.?"


sambil menunjuk kearah javier..


" Dia adalah Papamu yang sesungguhnya, dia Javier, papamu dan juga papanya kak Jasen "


ungkap yuanita, membuat Jantung javier bagaikan terbang mendapat dua kejutan sekaligus, belum habis rasa terkejut mendengar johana mengatakan kalau dia ayahnya jasen, sekarang yuanita mengejutkannya dengan mengatakan kalau Putrinya juga adalah anaknya..


" Apa maksudmu.?"


tanya jasen ditengah keterkejutannya..


" Jasen dan Hafira, mereka berdua kembar "


ucap yuanita sambil berdiri..


" Paman, kau benar2 papaku,.?"


tanya fira dengan polosnya..


Javier diam tak bersuara, matanya menatap manik mata gadis kecil didepannya, kini dia tahu arti perasaan apa yang dia rasakan pertama kali melihat anak itu dirumah yuanita, mungkinkah itu ikatan bathin karena dia adalah darah dagingnya..


" Papa, apa kau sudah kembali dari membuat taman bermain untukku.?"


ucap fira mengusap pipi javier,,


Tak terasa air mata javier turun membasahi pipinya, fira mengusap air mata itu sambil mencium pipi javier..


" Papa, kenapa kau menangis, kata mama, kami tidak bisa selalu menangis karena menangis adalah tanda kelemahan "


Javier tak bisa membendung lagi, dia menarik tubuh mungil itu kedalam dekapannya, dia memeluk, mencium dan meraba seluruh wajah mungil didepannya ini..


" Hu..hu..hu..hu..alfaro, aku tidak akan mengampunimu karena menyembunyikan mereka "


ucap javier penuh senyum bahagia,,

__ADS_1


" sien,, lihatlah.. dia adalah anakku sien.?,"


ucap javier memamerkan fira didepan siena yang shok namun akhirnya tertawa bahagia..


Operasi Jasen berhasil, namun dia belum melewati masa kritisnya..


Aldi dan siena meninggalkan rumah sakit karena siena harus melakukan pemotretan kembali, sebenarnya dia masih ingin ber'lama2 dirumah sakit tapi javier menyuruhnya untuk pergi dan kembali lagi kemudian..


Javier masih memeluk hafira posesif sampai membuatnya tertidur didalam dekapannya, Yuan dan Malik tersenyum memandang javier yang terus menerus memandangi hafira dengan takjub, hatinya sangat bahagia, dia merasa sangat gembira mendengar kabar ini..


" Yuanita, Malik..aku benar2 mengucapkan terima kasih, aku tidak tahu harus membalas kalian dengan apa.? seumur hidup aku berutang budi kepada kalian, terima kasih "


ucap javier lirih dan tulus memandang yuan dan malik bergantian..


Malik tersenyum dan mengangguk, lain hal dengan yuanita dia mengepalkan tangannya erat..


" kalau kau merasa telah berutang kepada kami, temukan orang yang sudah menyebabkan putra dan putri kita menderita seperti ini "


ungkap yuanita kesal, membuat javier menyipitkan matanya..


" Ada apa.? siapa yang melakukan semua ini "


ucap javier menatap malik..


" Jasen dan hafira selama ini ada diluar kota, mereka dimasukan ketaman kanak2 dan tinggal diasrama, namun seorang pria bernama sandi menculik mereka, atas perintah bosnya, jasen dan hafira yang ketakutan melarikan diri namun saat mereka mengejarnya jasen tertabrak mobil "


terang Malik penuh emosi..


Seketika itu juga tubuh javier bergetar, dia marah dan tangannya gemetar..


" siapa dia.? orang yang sudah membuat mereka seperti ini,.? aku tidak akan mengampuninya "


" Presdir wijayadis grup, Danuar wijayadi "


ucap malik, membuat javier hampir jatuh dari kursinya, matanya membulat, bagaikan ditikam sebuah belati dia sesak untuk bernafas, mendengar orang yang melakukan ini adalah ayahnya sendiri..


" Apaa.. apa Alasannya.?"


ucap javier menunduk..


" Kami juga tak tahu pasti, miss tidak mengenal mereka atau pernah menyinggung mereka, kami juga sedang menyelidikinya "


terang Malik..


Tiba2 javier berdiri,..

__ADS_1


" Malik tolong bawa hafira pulang bersama yuanita, dia harus istirahat, yuanita juga sedang hamil,, kalian boleh kesini lagi nanti "


ucap javier yang diangguki mereka berdua..


__ADS_2