Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Mansion White..


__ADS_3

javier memarkir mobilnya dan berlari kedalam mansion white, dia langsung pergi kedalam bangunan klinik mansion..


dia mendapati nenek dan juga ibunya yang duduk sambil menenangkan ayahnya yang tengah menunduk sedih..


" Mami, bagaimana kabar kakek.?"


ucap javier panik..


" syukurlah dia sudah sadar, tadi kami panik dia tiba2 drop "


ucap mami sasi menenangkan putranya..


Ayah danuar bangkit dan menyuruh putranya untuk ikut keruang kerjanya..


" Vier, papi tidak pernah menolak permintaanmu, kau tahu bukan.? kalau kakek dan nenekmu bahkan lebih mencintaimu dari pada papi,? kau sangat berharga bagi mereka nak, dan kau yang paling tahu bagaimana prinsip hidup kakekmu, dia rela mati asal jangan mengingkari janji.. vier, mengertilah kau seorang wijayadi.. dan kau tahu wijayadi tak pernah ingkar janji "


Javier terus terdiam dan menunduk..


" aku akan kembali kekamar pi "


ucap javier berpikir lalu keluar dari ruang kerja ayahnya..


Javier menghempaskan dirinya diatas sofa kamarnya, dia melihat henfonnya, ada panggilan dari aldi, dia meraih dan mematikan telpon genggamnya lalu bersandar sambil memejamkan matanya..


Terbayang, penyatuannya dengan alfaro, dan janji2 mereka, javier mendengus dan mengacak rambutnya dengan kasar..


Tiba2 pintu kamarnya diketuk dari luar, saat pintu terbuka ternyata siena yang langsung berlari memeluk kakaknya..


" kakak, sudah pulang.?"


" hhmm"


" jangan sedih lagi, kakek telah sembuh "


ucap siena sambil mengusap bahu kakaknya..


" sien, apa kakak terlalu egois memikirkan diri kakak sendiri.?"


ucap javier sambil memandang adiknya sendu..


" apa yang kakak katakan ini.? kenapa bilang begitu.?"


" entahlah sien, kakak sangat frustasi, kakek ingin kakak menikahi cucu kakek faisal, tapi kakak sangat menyukai alfaro, kakak sangat mencintai dia dek "


" kalau kakak cinta pada faro, kenapa harus menikahi orang lain "


ucap siena kesal, karena dia tahu cerita kakaknya dan wanita bernama faro itu walaupun tidak mengenal wajahnya..


" Kakek sudah janji kepada kakek faisal kalau wijayadi dan keluarga farhadi akan berbesan "


ucap javier lirih..

__ADS_1


" Farhadi.. farhadi.."


ucap siena terlihat mengingat, ngingat nama farhadi dan tiba2 dia membulatkan matanya..


" Apa gadis itu Monalisa farid farhadi "


tanya siena..


" iya, dia juga seorang model sama sepertimu "


terang javier menambahkan..


" siaaal "


ucap siena mengumpat lalu keluar dari kamar meninggalkan kakaknya yang heran dengan sikap siena..


♡♤♡♤♡♤♡♤♡♤●♤●■●■●...


Siena mendobrak pintu ruangan perawatan kakeknya.., dia mendapati ayah, ibu serta neneknya disana yang sedang mengobrol bersama kakeknya yang sudah membaik..


Mereka merasa heran melihat siena yang kesal dan langsung menghampiri ayahnya..


" Papi, sien nggak setuju kalau kakak dijodohkan dengan monalisa.?"


ungkap siena kesal..


" Wah, tidak ingin sendiri, jadi sekarang kakakmu mencari pendukung untuk menjadi perantara menyampaikan kekesalannya kepada papi .?"


" Papi, aku tidak suka pada Mona lisa, dia bukan gadis baik2 "


ucap siena tak kalah sinis..


" Princes.. "


ucap kakeknya meninggi,


" kau boleh mendukung kakakmu yang tidak suka pada keputusan kakek untuk dijodohkan dengan Mona lisa, tapi bukan berarti kau bisa menghinanya dengan mengatakan kalau dia bukan gadis baik2 "


" kakek, aku tak sedang bercanda, dia bukan gadis yang baik "


ucap siena lirih..


" princes..., kau tahu siapa yang sedang kau rendahkan.? cucu faisal sahabatku, yang telah mengorbankan nyawa demi kakek, dan kakek tahu, kalau gadis itu penuh dengan etika dan sopan santun, dia juga seorang model papan atas seperti dirimu, dia wanita terhormat "


terang kakek willi..


" Wanita terhormat apa yang mengangkangi manager agensi untuk menjadi model terkenal, wanita penuh etika mana yang rela membiarkan tubuhnya digilir beramai - ramai untuk memuluskan jalan kariernya, dan wanita sopan mana yang merayu wakil direktur grup JH agar menggantikanku menjadi brand ambasador merek terkenal perusahaan itu "


ucap siena datar..


Semua orang diruangan itu shok, mendengar kata2 siena, ayahnya bahkan menampar gadis tinggi semampai itu dengan keras hingga membuat siena bungkam, siena memegang pipinya yang memerah sambil tertawa tak percaya menatap ayahnya..

__ADS_1


" Cukup... kau tidak pantas mengatakan kebohongan rendah tentang gadis itu, hanya karena mendukung kakakmu "


teriak danuar pada putrinya..


" cckk.. benar pi,, aku memang mendukung kakak, tapi aku bukan seorang pembohong, papi aku melihatnya dengan mataku sendiri dia melakukan semua itu, apa papi tidak percaya padaku.?"


ucap siena lirih, dia meneteskan air matanya..


siena keluar, dia berlari menuju kekamarnya lalu mencari sesuatu didalam brankasnya..


siena kembali kekamar kakeknya memegang sebuah chip ditangannya..


dia menghampiri ayahnya lalu memberikan chip itu ketangan ayahnya..


" aku menyembunyikan ini, karena maneger itu akan menggunakannya untuk mengancam dia dengan chip itu, aku sungguh melakukan ini bukan karena tidak suka dengannya, tapi aku tidak ingin kakek salah paham kalau aku sudah lancang merendahkannya "


ucap siena lalu pergi keluar..


Sepeninggal siena, danuar melihat isi chip itu dan dia benar2 sangat terkejut dibuatnya, ternyata ucapan siena benar.. danuar sangat menyesal telah menampar putrinya..


💐💐💐💐💐💐💐💐💐💐


Seminggu kemudian, kakek willi telah sembuh dan dia juga sudah membatalkan perjodohan antara javier dan mona lisa, membuat mira dan mona meradang kesal..


Kakek willi menyuruh javier untuk segera meminang gadis pilihannya dan membawa dia kemansion white untuk diperkenalkan kepada keluarga besarnya..


_________________


Sore itu diruang kerja danuar wijayadi..


" Tuan, kami tidak berhasil mencari tahu tentang wanita itu, sepertinya seseorang dengan sengaja telah menyamarkan identitas wanita itu, tapi ada satu hal yang paling mengejutkan tuan.?"


ucap sandi, asisten pribadi tuan danuar, yang selama beberapa hari ini, diutus untuk menyelidiki identitas johana..


Dia menaruh beberapa lembar kertas diatas meja, danuar melihat dan mengamatinya dengan seksama..


" apa kau yakin "


ucap tuan danuar datar..


" saya yakin tuan "


ucap sandi mengangguk..


" sial.. rubah licik ini sudah berani menipu putraku "


ucap danuar marah dan meremas kertas ditangannya..


" Beri dia pelajaran "


ucap danuar lalu keluar dari ruang kerjanya dengan marah..

__ADS_1


__ADS_2