Tuan Putri Es..

Tuan Putri Es..
Pecundang..


__ADS_3

Hari ini johana pergi kerumah yuanita mengantarkan hafira yang terus merengek karena merindukan ibu angkatnya tersebut..


Johana masuk kedalam sambil menggandeng tangan fira, begitu melihat yuan, hafira langsung berlari menuju kearah wanita yang membesarkannya tersebut dengan riang..


" ibu..yuaaann..."


teriak hafira dengan langkah mungilnya berhambur kepelukan yuanita..


" Anak ibu, ibu rindu sekali sama gadis ibu ini, sibuk sekali sampai2 baru menjenguk ibu "


ucap yuan sambil menciumi pipi chabi fira..


" maafkan fira bu, nenek buyut tidak enak badan, kata oma sasi kalau aku dan jasen meninggalkan nenek buyut, maka nenek buyut akan semakin sakit, karena itu opa bilang kami harus menetap dimansion untuk sementara waktu "


terang hafira dengan lancar membuat yuan dan johana menjadi sangat gemas..


" Ayaaahhh "


teriak fira digendongan yuan yang melihat malik datang..


fira memeluk erat malik, malikpun menciumi kening putri angkat yang paling dikasihinya ini, sejak dia lahir dia dan yuan langsung memutuskan jadi orang tua mereka, pernikahan yuan dan malik sebenarnya hanyalah alasan untuk membuat data kelahiran tentang sikembar itu, namun seiring berjalannya waktu yuan dan malik benar2 menjadi sepasang suami dan istri yang saling mencintai..


malik menggandeng fira untuk melihat yuma dan meninggalkan yuan dan johana yang sedang mengobrol satu sama lain..


saat mereka sedang mengobrol, pelayan yuan memberitahukan kalau tamu yuan situan tampan berlesung pipi itu datang kembali membuat yuan gamang seketika..


johana menyadari perubahan wajah yuanita saat mendengar kata2 pelayannya..


" yuan.? yuaaan..."


panggil johana membuyarkan lamunan yuanita,..


" eemmh.. hhmm.. jo, pergilah susul fira dikamar, aku akan kembali setelah menemui tamuku "


ucap gugup yuan yang membuat johana mengeryit namun dia langsung beranjak masuk kedalam kamar yuanita..


setelah johana berlalu, yuanita menghela nafas lalu menghembuskannya dan berjalan menuju ruang tamu..


" Kak daniel.!"

__ADS_1


sapa yuan duduk dihadapan daniel sambil meremas tangannya gugup, mengingat kalau johana sekarang ada dirumahnya, dia hanya berdoa semoga johana tidak keluar dari kamarnya..


" yuan.., aku kembali..masih dengan permintaan yang sama, pertemukan aku dengan jo "


ucap daniel datar, matanya memandang yuanita dengan sendu..


yuanita tertunduk sambil terus berdebar takut jika daniel mendengar tawa johana..


" maafkan aku kak, aku tidak bisa "


ucap yuanita lemas sambil terus menggeleng pelan..


" kali ini, aku akan memaksamu yuan.?"


yuan sangat terkejut, wajahnya memucat merasakan benda dingin diatas kepalanya, dia mendongak ternyata sebuah senjata sedang mengarah kekepalanya..


" kak daniel.. kau.."


yuan memutih tak bisa meneruskan kata2nya, suaranya seolah tercekat ditenggorokannya, air matanya lolos begitu saja melihat kegilaan daniel..


yuan tak menyangka, orang yang paling menyayangi mereka adalah orang yang saat ini menodongkan senjata api kekepalanya, bahkan lebih menyakitkan lagi melihat kefrustasian diwajah daniel..


" jika dengan melakukannya, kakak akan merasa lega dan mau memaafkanku, aku akan lebih rela mati ditanganmu saat ini"


Yuan merasa ujung senjata itu menjauh dari kepalanya, dia mendongak dan melihat daniel, namun lebih terkejut lagi saat senjata itu diletakkan tepat disamping kepalanya sendiri..


" Yuan, aku benar2 tidak bisa lagi berfikir dengan jernih, aku merasa kalau aku pasti akan menjadi gila karena memikirkan johana, aku menyerah yuan.. jika aku tak bisa menemui johana dan meminta penjelasannya, maka aku akan lenyap dari dunia ini "


terang daniel frustasi..


" Ak..aku.. mohon kak, jangan.. jangan lakukan itu, aku mohon.."


yuan melurus kelantai sambil memohon dihadapan daniel agar menjauhkan senjata itu dari kepala daniel sendiri..


" CUKUUUP.. "


daniel dan yuan menoleh melihat kearah suara yang datang..


Johana berjalan kearah mereka dengan pelan, sambil menatap murka kearah yuan dan daniel, sebenarnya setelah yuan pergi, johana keluar dari kamar yuan dan berdiri disisi dinding ruang tamu yuan, dugaannya terbukti saat melihat daniel sedang duduk menghadap kearah yuan..

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan.? aku sangat kecewa kepada kalian"


sinis johana membungkam mereka berdua..


" Jo.. "


panggil daniel yang langsung berhenti karena tangan johana diangkat keatas menyuruh mereka diam..


" yuan, pergilah menyusui yuma, dia menangis, aku akan bicara dengan daniel "


sepeninggal yuan, johana menatap daniel, orang yang paling dia sayangi selain kakak kandungnya, orang yang paling dekat dengannya karena kehangatan tawanya kini hilang berganti dengan wajah sendu penuh kumis dan jambang diwajahnya..


" katakan.? ada apa kau ingin menemuiku.? sehingga membuatmu menjadi pengecut yang berani mengancam sahabatku seperti ini,"


" jo, ini aku, daniel.. kakak nielmu, kakak niel yang sangat mencintaimu "


" kau bohong, kau bukan kak niel, kau hanya seorang pecundang yang mengatas namakan dia "


teriak johana menangis..


" johana, ini aku daniel, aku.. aku.. aku frustasi, aku sangat mencintaimu jo, menikahlah denganku johana, aku rela menjadi yang kedua asalkan kamu mau bersamaku seumur hidupmu, aku mohon johana, jangan tinggalkan aku, aku mengorbankan semuanya demi dirimu, aku merasakan sakit, aku sakit, aku terluka tanpa kau johana, aku mohon "


"prankkk.."


meja kaca didepan mereka retak menjadi pecahan ketika tangan mungil wanita yang hamil 6 bulan ini menghatamnya dengan gelas yang ada dihadapannya, matanya memerah, wajah putihnya hampir membiru merasakan kesakitan ditangannya yang menggenggam pecahan gelas ditangannya, darah yang menetes dari pergelangan tangannya tak membuat wanita berwajah tenang ini bergeming..


daniel panik dan melepaskan senjata api dari kepalanya, lalu menggenggam lengan johana agar melepaskan beling yang sudah masuk setengah ketangannya tersebut..


" jo, lepaskan itu, kau menyakiti dirimu..? tolong lepaskan johana, aku mohon lepaskan...???"


" biarkan aku merasakan kesakitanmu, agar kau tidak merenggut kak daniel lagi dariku, "


ucap johana terbata, dia meraih tangan daniel yang memegang senjata dan mengarahkannya keatas keningnya sendiri..


" jika kau tidak puas, kau boleh menembakku.? agar mengembalikan kak nielku "


" aku daniel, johana.."


" kau bohooong... kak daniel tidak akan membiarkan aku terluka, kak daniel akan menjadi orang yang paling bahagia saat aku bahagia, kak daniel adalah orang yang paling menyayangiku, dia penuh dengan ketulusan bukan nafsu, hikss..hiksss.. kembalikan kakak niel kepadaku PECUNDANG.. "

__ADS_1


teriak johana lalu pingsan dipelukan yuanita yang berlari menyangga tubuh johana, dia panik melihat tangan johana bersimbah darah..


Mereka membawa johana kerumah sakit..


__ADS_2